Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kecerdasan merupakan kemampuan seseorang untuk memecahkan masalah yang sedang dihadapi dalam hal ini adalah masalah yang dapat menuntut kemampuan berpikir kritis serta dapat diukur secara kuantitatif dan juga kualitatif. Kecerdasan pada setiap orang berbeda beda, tergantung dari gen orang tuanya. Namun selain gen, ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi kecerdasan anak diantaranya adalah :
Faktor yang pertama adalah lingkungan. Lingkungan meliputi tempat anak tinggal, tempat anak bergaul dan lingkungan tempat anak belajar. Jika kita berbicara tentang anak di bawah 5 tahun, faktor utama yang paling mempengaruhi adalah lingkungan rumah atau tempat anak tinggal. Dalam beberapa studi disebutkan anak yang tinggal di area yang memiliki fasilitas yang baik dan memiliki orang tua yang memiliki pendidikan yang tinggi, anak yang tinggal di lingkungan tersebut lebih cenderung memiliki IQ yang tinggi juga dibandingkan dengan anak yang tinggal di kota kecil dengan fasilitas yang terbatas. Dari sini dapat disimpulkan juga ternyata, fasilitas pendidikan cenderung memberikan stimulus kepada anak untuk bisa meningkatkan kecerdasannya.
Interaksi dari orang tua terutama ibu terhadap anak dapat mempengaruhi kecerdasan anak, apalagi bagi anak anak usia 1 tahunan. Dalam lingkup 1 tahun pertama anak yang sering diajak bermain, di ajak ngobrol dan diajak membaca buku, diceritakan sebuah cerita atau dongeng, diberikan tayangan yang edukatif, serta aktivitas positif lainnya cenderung dapat meningkatkan kecerdasan anak. Tidak hanya orang tua, tapi juga guru bisa berperan sebagai stimulus bagi anak saat belajar di sekolah.

Nutrisi menjadi faktor ke 3 yang dapat mempengaruhi kecerdasan anak, maka dari itu penting bagi orang tua memberikan nutrisi yang lebih bagi anak anaknya, baik itu dengan memberikannya makanan dan minuman yang mengandung nutrisi yang baik buat tumbuh kembang anak. Nutrisi ini bisa didapatkan dari susu sapi, telur, kacang kacangan, sayur dan buah dan berbagai macam makanan lainnya. Selain itu anak juga membutuhkan zat gizi lainnya seperti karbohidrat, lemak, protein, omega 3, vitamin dan mineral untuk tumbuh kembangnya.
Setiap orang memiliki metode belajar yang berbeda beda, ada dari mereka yang lebih fokus dalam belajar ketika memainkan pulpen. ada juga yang bisa fokus belajar saat mereka mendengarkan lagu, ada juga yang bisa fokus dengan suasana yang tenang. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk mengetahui metode pembelajaran yang sesuai dengan anak agar anak bisa lebih mudah dalam menyerap informasi yang mereka butuhkan.
Pada dasarnya setiap anak memiliki tipe kecerdasan dan menurut Howard Gardner kecerdasan itu disebut sebagai kecerdasan majemuk. Ada 8 jenis atau tipe kecerdasan anak dan berikut adalah 8 kecerdasan anak dan ciri cirinya :

Kecerdasan linguistik dan verbal atau kita sering sebut juga dengan kecerdasan berbahasa. Kemampuan bahasa ini meliputi cara mengolah kata, tata bahasa, cara menuangkan informasi dan ide dalam menggunakan tulisan. Anak yang memiliki kecerdasan bahasa yang kuat akan memiliki ciri diantaranya adalah dia mampu mengingat hal hal yang berbau kata kata, misalkan lirik lagu atau murotal Al Quran, memiliki kemampuan untuk bercerita tentang pengalamannya meskipun ucapannya belum jelas, suka membaca buku.
Adapun cara untuk meningkatkan kecerdasan linguistik dan verbal anak seperti rajin mengajak anak bernyanyi atau menghafal Al Quran, sering mengajak anak untuk mengobrol tentang kesehariannya, sering bermain kata kata juga dapat merangsang sistem kerja otak anak. Selain itu orang tua juga bisa mengajak anaknya untuk membaca cerita dongeng bersama sama.

Kecerdasan logis meliputi kemampuan berfikir anak secara logis, memahami sistem sebab akibat, suka teka teki, serta ketertarikan seorang anak terhadap angka. Salah satu ciri dari kemampuan ini adalah anak yang menyukai masalah angka atau perhitungan, mampu berpikir logis dan bisa menjawab soal matematika.
Untuk merangsang kecerdasan logika, orang tua hanya perlu mengenalkan konsep angka dan berhitung sedini mungkin, mengajak anak memecahkan masalah dengan permainan yang berbau strategi dan melakukan percobaan ilmiah sederhana.

Kecerdasan spasial merupakan bentuk kecenderungan anak meliputi kemampuan untuk mengenali sebuah objek, bentuk, pola, posisi dan mampu berfikir kreatif. Ciri dari anak yang memiliki kecerdasan spasial adalah anak mampu mengingat sebuah pola, gambar, wajah, gerakan ataupun tekstur. Dan untuk meningkatkan kecerdasan spasial ini orang tua bisa mengajak anak untuk menggambar sebuah pola, pemandangan atau berbagai macam visual lainnya, membuat sebuah bangunan dari mainan atau balok, menyusun puzzle, dan mengajarkan anak berbagai bentuk motif.

Kecerdasan tipe ini merupakan bentuk kecerdasan yang meliputi kemampuan gerak tubuh dari anak. Anak yang memiliki kecerdasan ini senang melakukan aktivitas fisik seperti olahraga, berlari, bermain sepeda, dan berbagai macam kegiatan yang menggunakan fisik lainnya. Biasanya anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung tidak mau diam dan tidak bisa diam atau banyak orang yang menyebutnya sebagai anak yang hiperaktif. Namun percayalah anak yang memiliki kecerdasan ini memiliki peluang yang sangat tinggi dan bisa menjadi seorang atlet jika dilatih dengan baik.
Untuk meningkatkan kecerdasan tubuh dan gerakan, yang perlu orang tua lakukan adalah mengajak anak untuk aktivitas fisik seperti, jalan santai, menari, berlatih keseimbangan tubuh, menirukan berbagai kegiatan tubuh lainnya seperti pantomim.

Kecerdasan musikal meliputi kepekaan anak terhadap nada, cepat menghafal irama, lagu dan senang dalam bernyanyi. Cirinya sudah jelas bahwa anak yang pandai dalam hal tersebut, adapun cara mengasahnya adalah dengan mengajari anak bermain alat musik dan mengajaknya untuk bernyanyi. Melalui latihan juga anak diajarkan untuk menganalisis nada sehingga menciptakan lagu ataupun irama lagu.

Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan berhubungan baik dengan orang lain, mampu memahami perasaan orang lain dan mampu menikmati keberadaan di tengah tengah sebuah kelompok. Kecerdasan ini memiliki ciri yaitu berhubungan dengan keterampilan sosial dan interaksi dengan orang lain. Cara meningkatkan kemampuan ini adalah orang tua dapat mengajak anak beraktivitas bersama orang orang baru, mendorong anak untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengikutsertakan anak dalam bakti sosial.

Berbeda dengan kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal lebih pada kemampuan mengenali diri sendiri, mengekspresikan perasaan, percaya diri dan kemampuan untuk menyatakan apa yang disukai dan apa yang tidak disukai oleh anak. Tipe kecerdasan ini memiliki ciri yaitu kemampuan anak untuk mengetahui potensi diri dan memiliki tujuan dan mampu mengendalikan keinginannya. Adapun cara meningkatkan kemampuan ini adalah dengan melatih anak untuk bertanggung jawab atas tugasnya, mempercayakan terhadap tugas tugas tertentu dan menuntut anak untuk belajar lebih tekun lagi.

Kecerdasan jenis ini meliputi ketertarikan anak dalam mempelajari alam sekitar, memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan makhluk hidupnya serta luar angkasa. Ciri ciri dari anak yang memiliki kecerdasan naturalis adalah anak lebih menonjol dan ketertarikan untuk memahami semua jenis makhluk hidup yang ada disekitarnya. Adapun cara mengasah kemampuan ini adalah orang tua bisa mengajak anak untuk memelihara tumbuhan dan hewan, berwisata ke cagar alam dan memaparkan ilmu tentang alam.

Simpelnya ketika anak usia dini, orang tua bisa berkonsultasi kepada psikiater atau bisa analisa sendiri karena pada fase anak usia 1 tahun masih belum bisa untuk mengikuti psikotes. Tapi untuk anak yang akan masuk ke Sekolah Dasar, beberapa sekolah sudah mengadakan psikotes sejak dini baik itu ketika anak lulus TK menuju SD dan juga psikotes pada saat anak akan masuk SD. Tapi tahukah kamu psikotes di Al Masoem juga diadakan untuk anak tingkat SMP dan SMA?
Tujuannya psikotes baik dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA adalah untuk melihat tipe kecerdasan yang dimiliki anak atau calon siswa Al Masoem. Ini penting untuk orang tua mengetahui kecerdasan putra putrinya dan juga untuk guru agar mengetahui kecerdasan putra putrinya. Nantinya data dari konselor dan tim psikotes Al Masoem ini akan diberikan kepada setiap wali kelas yang mengajar dan juga kepada orang tua. Maka data yang ada di wali kelas ini dapat dijadikan sebuah informasi bagi wali kelas untuk memberikan metode pembelajaran yang baik bagi peserta didiknya. Sehingga putra putri Al Masoem bisa mengembagnkan minat dan bakatnya secara maksimal. Anda tertarik?