Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kemerdekaan tidak sama dengan kebebasan. Memang dalam kemerdekaan ada makna bebas, tapi bebas disini merupakan bebas yang terikat sebuah sistem atau peraturan. Sedangkan kebebasan atau Freedom merupakan makna bebas sebebas bebasnya. Ibaratkan jika seseorang terdampar disebuah pulau terpencil yang tidak ada penghuninya, orang tersebut bisa dengan bebas melakukan apapun disana. Baik itu membangun negara dan membangun sebuah peradaban baru, tapi ketika peradaban baru itu dibentuk dan dibuat bahkan menjadi sebuah desa, orang tersebut akan membuat sebuah peraturan. Ketika orang tersebut membuat sebuah peraturan dapat dipastikan orang dalam peradaban tersebut menjadi orang orang yang merdeka, bukan lagi orang orang yang bebas.
Merdeka ini memang bersifat mengikat, tapi dengan adanya peraturan dalam kemerdekaan ini dapat membatasi seseorang untuk melakukan tindakan yang merugikan kemerdekaan orang lain. Karena pada hakikatnya setiap manusia diciptakan secara merdeka atau independent bukan freedom. Maka dari itu dalam setiap jiwa jiwa manusia yang lahir didunia ini memiliki kemerdekaan. Maka dari itu setiap manusia mampu diberikan pilihan, untuk menjadi manusia yang baik atau buruk, untuk melangkah ke tempat yang baik atau buruk, untuk menjadi manusia yang berguna atau beban bagi orang lain. Karena setiap insan memiliki kemerdekaannya masing masing untuk memilih sebuah pilihan hidup.
Persoalan kemerdekaan sudah lama sekali dimuat, bahkan dari zaman majapahit sekalipun kemerdekaan ini sudah dideklarasikan. Ini bertujuan untuk melarang perbuatan yang memang dapat merugikan orang lain. Kebebasan yang dibatasi ini disebut dengan Pancasila krama. Seperti dikutip dalam Kitab Sutasoma karangan Mpu tantular Dimana pancasila krama berisi tentang 5 peraturan yang tidak boleh dilanggar diantaranya :
Perlu diketahui juga Majapahit merupakan sebuah kerajaan Budha pada abad ke 13. Adapun makna kebebasan yang terikat peraturan yaitu pada zaman kerajaan Mataram atau kerajaan Islam pada abad ke 16 karena sebelumnya pada abad ke 10 kerajaan Mataram masih menganut agama hindu yaitu kebebasan dibatasi dengan larangan Ma-lima yang mencangkup :
Dari beberapa abad yang lalu saja, manusia sudah terikat dengan yang namanya aturan dan larangan. Bahkan dalam agama islam, aturan ini tetap ada. Seperti larangan untuk melakukan zina dalam Q.s Al-Isra’ ayat 32
yang artinya : Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk.
Adapun larangan lainnya seperti larangan untuk menegak minuman keras seperti dalam Qs. Al Baqarah ayat 219 :
Artinya : Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya.” Dan mereka menanyakan kepadamu (tentang) apa yang (harus) mereka infakkan. Katakanlah, “Kelebihan (dari apa yang diperlukan).” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu memikirkan.
Dalam dunia pendidikan, kemerdekaan juga bermakna sebagai kebebasan yaitu kebebasan dalam memilih pendidikan, kebebasan menyatakan sikap dan pikiran dan kebebasan dari kekerasan dan diskriminasi. Kebebasan di sekolah juga bersifat mengikat artinya meskipun siswa diberikan kemerdekaan untuk memilih jurusan atau memilih ekstrakurikuler secara mandiri, tapi siswa tetap diberikan sebuah peraturan yang tidak bisa dilanggar jika dilanggar tetap diberikan sanksi. Kemerdekaan bagi seorang peserta didik adalah belajar dan menuntut ilmu. Maka dari itu kebebasan ini harus bisa dimaksimalkan oleh peserta didik itu sendiri, bukan karena paksaan dari orang tua atau karena merasa itu adalah sebuah beban.
Kemerdekaan bagi peserta didik adalah ketika mereka mendapatkan ilmu yang bermanfaat di sekolah, disaat orang orang zaman kolonial kesulitan dalam bersekolah, siswa jaman now lebih diberikan kebebasan dalam memilih sekolah, lebih mudah memilih sekolah antara swasta dan negeri. Tapi meski begitu mereka tetap terikat dengan peraturan seperti sistem zonasi sekolah dan lain sebagainya.
Sebagai peserta didik yang bijaksana berikut beberapa makna lainnya kemerdekaan bagi peserta didik diantaranya adalah sebagai berikut :
Yang pertama adalah kebebasan dalam mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan standar negara kita. Standar pendidikan kita terikat dengan kurikulum yang dimuat dalam sekolah itu sendiri. Baik itu sekolah swasta maupun negeri, setiap sekolah menggunakan sistem kurikulum yang sama. Bedanya, sekolah swasta biasanya memiliki kurikulum tambahan yang tidak dimiliki negeri. Namun dasarnya sama, yaitu berpegang pada kurikulum yang diakui oleh pemerintah.
Dalam pendidikan siswa juga diberikan kebebasan untuk menyatakan sikap. Tentu saja setiap sikap yang dilakukan siswa akan menjadi bumerang bagi siswa itu sendiri. Bersikap baik di dunia pendidikan menjadikan anda manusia yang akan disegani orang lain baik di sekolah dan di lingkungan masyarakat. Maka dari itu makna “adab lebih baik meski sedikit daripada ilmu meski banyak harus diterapkan tenaga didik untuk memberikan edukasi kepada peserta didik tentang pentingnya ber attitude baik meskipun siswa diberikan kebebasan dalam menyatakan sikap. Karena bersikap buruk juga akan terjerat poin pelanggaran di sekolah.
Makna kebebasan lainnya bagi peserta didik adalah bebas dalam menentukan cita cita. Sekolah tidak akan menghalangi cita cita peserta didiknya, justru sekolah yang baik adalah memberikan wadah dan peluang bagi siswa untuk menggapai cita citanya. Sekolah juga memberikan masukan kepada siswa yang belum tahu tentang cita citanya, baik melalui psikotes ataupun bimbingan dan konseling sekolah.
Makna lainnya adalah kebebasan bagi peserta didik untuk mendapatkan fasilitas penunjang pendidikan. Karena fasilitas sekolah merupakan wadah penunjang minat dan bakat siswa yang bisa membantu siswa untuk bisa mengekspresikan diri secara positif dan maksimal.
Sudah selayaknya pendidikan memberikan perlindungan bagi peserta didik, salah satunya adalah perlindungan dari tindakan kriminalitas, perlindungan dari bullying, pemalakan dan lain sebagainya.
Sebagai sekolah yang memberikan kemerdekaan bagi peserta didiknya, Al Ma’soem memberikan beberapa kebebasan bagi siswa untuk mampu mengekspresikan diri sesuai dengan generasinya. Umar bin Khattab pernah berpesan : “Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu” dengan penerapan konsep seperti itu Al Ma’soem memberikan kebebasan bagi peserta didik untuk bisa memaksimalkan teknologi dan berbagai macam fasilitas yang ada. Selama itu positif, jika itu sudah keluar dari norma islam maka siswa akan diberikan punishment atau poin pelanggaran.
Makna kebebasan di Al Masoem juga bersifat mengikat maka dari itu, baik peserta didik dan tenaga didik diberikan sebuah pembatas atau tata tertib agar bisa menjalankan sistem pendidikan dengan baik.