Sabar dan Taqwa sebagai Dasar Menghadapi Ujian

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنْ  تَمْسَسْكُمْ  حَسَنَةٌ  تَسُؤْهُمْ   ۖ وَاِ نْ  تُصِبْكُمْ  سَيِّئَةٌ  يَّفْرَحُوْا  بِهَا   ۗ وَاِ نْ  تَصْبِرُوْا  وَتَتَّقُوْا  لَا  يَضُرُّكُمْ  كَيْدُهُمْ  شَيْــئًا   ۗ اِنَّ  اللّٰهَ  بِمَا  يَعْمَلُوْنَ  مُحِيْطٌ

“Jika kamu memperoleh kebaikan, (niscaya) mereka bersedih hati, tetapi jika kamu tertimpa bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, tipu daya mereka tidak akan menyusahkan kamu sedikit pun. Sungguh, Allah Maha Meliputi segala apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 120)

Bersabar dan bertakwa

Manusia dalam kehidupannya tidak pernah lepas dari dinamika kehidupan, ada yang menyenangkan dan ada yang mengecewakan.
Kalau menyenangkan ;

فَاَ مَّا  الْاِ نْسَا نُ  اِذَا  مَا  ابْتَلٰٮهُ  رَبُّهٗ  فَاَ كْرَمَهٗ  وَنَعَّمَهٗ   ۙ فَيَقُوْلُ  رَبِّيْۤ  اَكْرَمَنِ
“Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka dia berkata, Tuhanku telah memuliakanku.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 15)

Kalau mengecewakan/menyedihkan ;

وَاَ مَّاۤ  اِذَا  مَا  ابْتَلٰٮهُ  فَقَدَرَ  عَلَيْهِ  رِزْقَهٗ     ۙ فَيَقُوْلُ  رَبِّيْۤ  اَهَا نَنِ
“Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, Tuhanku telah menghinaku.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 16)

Manusia akan selalu diuji, hadapi dengan sabar dan takwa;

لَـتُبْلَوُنَّ  فِيْۤ  اَمْوَا لِكُمْ  وَاَ نْفُسِكُمْ   ۗ وَلَـتَسْمَعُنَّ  مِنَ  الَّذِيْنَ  اُوْتُوا  الْكِتٰبَ  مِنْ  قَبْلِكُمْ  وَمِنَ  الَّذِيْنَ  اَشْرَكُوْۤا  اَذًى  كَثِيْـرًا   ۗ وَاِ نْ  تَصْبِرُوْا  وَتَتَّقُوْا  فَاِ نَّ  ذٰلِكَ  مِنْ  عَزْمِ  الْاُ مُوْرِ
“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 186).

Sabar dan Takwa menjadi dua unsur yang sangat penting dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan dan bukan tanpa Alasan Allah swt. menggandengkan keduanya dalam beberapa ayat yang berhubungan dengan berbagai kesulitan yang dihadapi Muslimin. Islam merupakan agama yang di dalamnya terdapat prinsip-prinsip dasar yang akan mengantarkan manusia kepada kebahagiaan, di satu sisi Allah swt. tidak pernah meninggalkan hamba-Nya dalam kesulitan tanpa memberikan solusi untuk mengatasi berbagai kesulitan tersebut. Namun di sisi lain manusia harus mengoptimalkan usaha dalam kehidupannya sesuai dengan ajaran dan bimbingan yang terangkum dalam ajaran Islam yang telah diturunkan melalui Nabi Muhammad saw.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang sabar dan terus meningkatkan kualitas takwa.