Smartphone ke Sekolah

Dampak Negatif Smartphone Bagi Anak Sekolah Menengah

Smartphone banyak sekali memberikan dampak negatif terutama bagi anak sekolah, salah satunya adalah gangguan tidur, tantrum, ketergantungan dan juga potensi gangguan mental.

Tingkat pemakaian smartphone atau handphone saat ini semakin meningkat. Mengingat harga smartphone yang sangat mudah dijangkau ditambah fashion anak anak saat ini lebih sering menggunakan smartphone terutama untuk mengakses media sosial ataupun untuk bermain game. Bahkan beberapa orang tua mengijinkan putra putrinya menggunakan smartphone sebagai bahan edukasi anak sejak dini.

Mengingat beberapa channel youtube banyak sekali yang memang mengajarkan tentang berbagai macam hal yang memang diperuntukan untuk anak anak. Memang itu hal yang positif selama orang tua memberikan porsi yang pas bagi anak anaknya, tapi beberapa orang tua lost control terhadap hal itu, sehingga anak tidak bisa mengatur kapan waktu belajar dan kapan waktu untuk bermain gadget. Akhirnya ketergantungan anak terhadap smartphone ini akan sukar untuk dihentikan yang berakibat fatal bagi tumbuh kembang anak.

02-prestasi-0120
Tanpa smartphone siswa Al Masoem mampu berprestasi

Dampak negatif smartphone ini tidak hanya dirasakan oleh anak usia dini, tapi juga bagi anak sekolah menengah. Dampak yang paling dirasakan oleh anak yang tidak bisa lepas dari smartphone adalah kerusakan mata sejak dini, apalagi jika penggunaan smartphone dengan backlight yang tinggi. Resiko kerusakan mata semakin tinggi yang berakibat mata anak akan cepat lelah dan bahkan harus menggunakan alat bantu seperti kacamata untuk menanggulanginya. Selain itu ada beberapa dampak negatif smartphone bagi anak sekolah menengah, diantaranya adalah sebagai berikut :

Gangguan Tidur terhadap anak

Menggunakan smartphone sebelum tidur, baik itu scrolling media sosial, bermain game ataupun menonton anime atau film favorit merupakan hal yang seakan biasa saja. Tapi dampaknya sangat luar biasa, memang beberapa smartphone menggunakan berbagai macam tipe layar dari TFT, IPS, AMOLED, SUPER AMOLED hingga Dynamic AMOLED smartphone juga memiliki mode layar malam hari yang lebih kuning untuk meminimalisir rusaknya mata pengguna dimalam hari, tapi tetap saja radiasi layar dan radiasi dari smartphone tetap ada.

Maka radiasi layar ini yang dapat membuat gangguan tidur terhadap anak.Gangguan tidur pada anak ini bisa berdampak pada prestasi anak disekolah dan juga gangguan pada pelajaran anak selama disekolah. Karena otak dan tubuh anak yang menggunakan smartphone tidak dapat beristirahat dengan baik bahkan kekurangan tidur karena terlalu asik menggunakan smartphonenya.

Ketergantungan terhadap smartphone

Dampak negatif yang sering dikhawatirkan oleh orang tua adalah ketergantungan gadget atau smartphone. Coba hitung berapa kali anak anda menggunakan smartphone? Kapan anak meninggalkan smartphone nya selain sedang di charger? Bahkan kadang ada anak yang menggunakan smartphonenya yang sedang diisi daya. Ada beberapa orang juga yang sampai membawa smartphone nya ketika sedang mandi. 

Ketergantungan smartphone ini jelas mengakibatkan efek yang buruk terhadap perkembangan anak sekolah menengah, yang paling akan sangat terasa adalah rasa gugup ketika anak berinteraksi dengan orang lain secara langsung. Selain itu juga akan ada gangguan motorik pada anak dan membuat anak menjadi anak yang sibuk sendiri dengan teman teman dunia maya nya. 

Ketergantungan terhadap smartphone juga dapat merusak silaturahmi dengan orang sekitar, karena biasanya orang yang sudah fokus pada smartphone akan ogah untuk berinteraksi dengan orang sekitar bahkan orang tuanya sendiri.

Membuat sifat agresif pada anak

Penggunaan smartphone oleh anak yang tidak terkontrol akan mengakibatkan sifat agresif pada anak. Sifat agresif ini bisa muncul karena beberapa hal seperti konten media sosial atau youtube yang kurang mendidik, dan pergaulan didunia game online yang menggunakan bahasa yang kurang sopan.

ekstrakurikuler Robotik
KIR atau Kelompok ilmiah remaja

Beberapa kasus bahkan anak bebas mengekspresikan dirinya dengan bahasa yang kurang pantas, komentar yang tidak baik dan menggunakan kata kata kotor. Mungkin orang tua tidak tahu karena kurang mengontrol anak di media sosialnya, bisa jadi juga mungkin anak lebih pintar dengan menggunakan fake account untuk media sosialnya untuk mengekspresikan dirinya yang kurang baik agar tidak terlihat oleh orang tua.

Mungkin untuk tayangan youtube bisa diminimalisir bagi anak usia dini dengan menggunakan aplikasi youtube for kids atau ada beberapa pengaturan yang memfilter konten konten yang kurang mendidik tapi tidak semua orang tua bisa mengontrol hal seperti itu terutama pada anak sekolah menengah. Maka dari itu cara terbaik mengontrol anak dalam penggunaan smartphone adalah dengan menyekolahkan anak ke sekolah berasrama yang bebas dari smartphone.

Ada beberapa boarding school dan pesantren yang melarang santri dan siswanya membawa, menggunakan smartphone bahkan menyita smartphonenya jika dibawa ke pondok pesantren. Salah satunya adalah pesantren Al Masoem sebagai pesantren yang menindak tegas bagi santri dan siswa yang membawa smartphone. 

PORSAK 2022 (19)
Al Masoem sebagai sekolah berpesantren yang melarang penggunaan smartphone bagi siswanya

Alasannya sangat jelas, karena tujuan pendidikan dan sekolah adalah untuk belajar, tempat menuntut ilmu dan tempat dimana siswa dididik agar menjadi siswa yang berprestasi. Maka dari itu, smartphone bukan hal yang dapat menunjang semua itu karena smartphone pada dasarnya adalah alat untuk mempermudah seorang pengguna atau user untuk bisa mengakses segala hal hanya dengan satu genggaman.

Pada masa sekolah menengah, fungsi smartphone tidak lain tidak bukan adalah sebagai alat komunikasi dan sebagai alat untuk mengakses berbagai macam informasi. Selebihnya tidak ada. Memang kami juga masih mengijinkan beberapa siswa yang boleh membawa smartphone jika diperlukan untuk beberapa hal, seperti anak atau TIM Kumpulan Ilmiah Remaja (KIR) yang membutuhkan smartphone untuk alat yang dibuatnya. Itu juga tetap saja dibatasi dan boleh digunakan hanya pada saat ekstrakurikuler saja selebihnya smartphone disita oleh guru atau wali kelas agar tidak digunakan pada jam KBM ataupun jam istirahat.