Screenshot (259)

Pererat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Melalui Layanan Bimbingan dan Konseling

Manusia adalah mahkluk sosial yang memerlukan pendidikan atau pembelajaran sepanjang hayat (life long learning) dikarenakan lingkungannya terus berkembang dan berubah. Pendidikan secara garis besar merupakan usaha sadar terencana untuk mewujudkan manusia yang memiliki kemampuan yang optimal baik kecerdasan maupun kepribadian berbudi pekerti luhur. Sejalan dengan hal tersebut, maka pendidikan akan memanusiakan manusia itu sendiri secara utuh sehingga kebahagian yang diingkan akan tercapai dalam berbagai bidang, baik kemajuan fikiran ataupun peradaban. Pendidikan akan membawa manusia memiliki kualitas terbaik atau baradab baik itu secara individu, kelompok, atau bahkan bernegara sebab maju dan tidaknya suatu bangsa dan negara tergantung dari kualitas penyelenggaraan pendidikannya. Maka jika suatu bangsa ingin maju harus menciptakan penyelenggaraan pendidikan secara baik dan berkualitas.

Secara teoritis pendidikan akan membentuk manusia yang unggul, beradab. Tetapi apabila diceramati dari berbagai peristiwa faktual di lapangan manusia yang memeroleh pendidikan tidak semuanya memiliki keluhuran adab dan unggul. Di Indonesia saja penyelenggaraan pendidikan begitu banyak juga berkembang pesat namun situai saat ini yang terjadi dimasyarakat kita seolah-olah terjebak oleh suatu permasalahan mengarah pada unsur kebohongan atau hoax, fitnah, anarkis, tindakan main hakim sendiri, dan hal lainnya yang dianggap tidak beradab.

Persoalan tersebut terus bergulir dimasyarakat, sehingga tidak bisa persoalan tersebut dianggap sepele justru jika dibiarkan akan bertambah parah. Nasib persatuan dan kestauan bangsa semakin lama akan semakin terancam. Sebagai contoh persoalan adalah kebohongan atau hoax bila dibiarkan begitu saja terjadi akan semakin menggerus integrasi, dan memecah belah bangsa. Apalagi situasi kondisi polarisasi semakin tajam dimulai sejak beda pilihan di Pilpres (pemilihan Presiden) 2019 hingga saat ini masih diraskan walaupun tidak setegang saat pemilu.

Pentingnya semua unsur masyarakat menjaga persatuan, kesatuan dan kedamaian bangsa dengan cara memberikan pendidikan yang sebenar-benarnya, dan sebaik-baiknya. Agar masyarakat dapat memahami arti penting persatuan dan kesatuan hingga tercipta kedamaian. Pendidikan ini diberikan baik secara formal maupun non formal. Dalam proses pemberian pendidikan baik formal dan non formal harus melalui pendekatan yang tidak hanya sekedar keilmuan semata, perlu pendakatan psikologis agar individu/masyarakat merasakan, meyakini segala sesuatu nilai persatuan dan kesatuan dibutuhkan serta harus segera dilaksanakan unsur-unsur kebersamaan di dalam lingkungannya. Bangsa yang berkembang maju salah satu awalnya dari nilai-nilai kebersamaan untuk membangun bangsanya atau lebih dikenal di Indonesia adalah bergotong royong. Karena persatuan dan kesatuan bangsa ini menjadi besar dan berdaulat.

Pemberian pendidikan melalui pendekatan psikologis tidak semua pendidik dan guru memiliki kemampuan yang mumpuni. Perlu seorang ahli dibidangnya yaitu yang berlatar belakang keilmuan pendidikan psikologi dan bimbingan atau nama lainnya bimbingan dan konseling yang memahami unsur-unsur psikologis seseorang sehingga dalam memberikan bantuan pendidikan terkait materi persatuan dan kesatuan akan diberikan materi lengkap terpadu dengan sentuhan psikologis mendalam dan mengena sasaran.

Mereka yang berlatar belakang pendidik (guru, assatidz, kiyai dan lain sebagainya) akan mendidik, memeberikan bantuan, treatment dengan materi dan program mempersatukan keutuhan bangsa baik di lingkungan sekolah umum maupun pondok pesantren (boarding school). Mengapa dengan mendidik dapat memersatukan kesatuan bangsa? Menurut Sugianto, mendidik bukan hanya sekedar transfer knowledge tetapi transfer value. Dengan pendidikan idealnya adalah mendidik atau menolong umat manusia menuju kebermaknaan. Menolong dalam hal mendidik adalah memahami yang tadinya tidak tahu menjadi tahu, menjadikan manusia lebih bijak dan memiliki akhlak mulia. Bahkan pendidikan merupakan bagian penting dari kehidupan yang sekaligus membedakan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Salah satu layanan dalam mendidik, memahamkan, mengarahkan manusia yang diberikan pendidik adalah dengan bimbingan, layanan diberikan dapat berbentuk  secara individu ataupun kelompok. Yang paling tampak dalam memebrikan proses layanan di sekolah formal adalah peranan konselor. Morse & Russell (1988) BK atau konselor disekolah dasar tugas mereka adalah melakukan layanan indiviu, kelompok dengan siswa untuk membantu mereka dalam mempelajari keterampilan sosial, meningkatkan konsep diri mereka, dan mengembangkan keterampilan memecahkan masalah.  

Layanan disekolah oleh pendidik yaitu konselor dapat memersatukan kesatuan dan persatuan karena  pendidik berlatar belakang konselor yang menjalankan layanan Bimbingan dan Konseling memiliki salah satu tugas memecahkan suatu permasalahan.Permaslahan sering terjadi karena adanya fitnah, hoax, intimidasi yang terjadi di masyarakat. Hal tersebut merupakan permasalahan yang perlu dientaskan khusunya di ruang-ruang pendidikan sehingga persatuan dan kesatuan bangsa dapat utuh.  Layanan  yang diberikan dengan skema terstruktur yaitu: layanan dasar; layanan responsif; perencanaan individual; dan dukungan sistem. Semuanya itu akan memberikan layanan yang dibutuhkan khususnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dengan beberapa aspek yang dicermati dalam pemberian layannya: 1) Subjek layanan adalah semua peserta didik; 2) kegiatan pembelajaran peserta didik dan mendorong perkembangan peserta didik menuju integritas; 3) konselor, guru, dan pendidik merupakan fungsionaris yang bekerja sama; 4) program bimbingan terorganisir dan terencana sebagai bagian vital dari bimbingan komprehensif; 5) peduli kepada penerimaan diri, pemahaman diri, dan peningkatan diri, menjaga nilai-nilai persatuan; 6) taem work dengan layanan profesional kolaboratif; 7) fleksibel, integritas, advokasi, dan kerahaisaan.

Skema tersebut apabila dilakukana dengan optimal di pendidikan formal dan non formal dapat maka akan menguatkan secara preventif, kuratif dan developmental menjaga keutuhan perstauan dan kesatuan bangsa semakin meningkat, ditengah badai karakter nilai bangsa semakin lama semakin merosot. Pada prinsipnya semua masyarakat harus mampu menciptakan perstauan dan kestauan akan tetapi karena situasi dan kondisi yang dianggap perlu penanganan responsif (butuh penanganan segera) maka layanan pendidik oleh konselor menjadi salah satu solusi atau opsi untuk meningkatkan dan memperertat persatuan dan kesatuan bangsa.