Perbedaan Kafir Harbi dan Kafir Dzimmi

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

قُلْ  لِّلَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  سَتُغْلَبُوْنَ  وَتُحْشَرُوْنَ  اِلٰى  جَهَنَّمَ   ۗ وَبِئْسَ  الْمِهَا دُ

“Katakanlah (Muhammad) kepada orang-orang yang kafir, Kamu (pasti) akan dikalahkan dan digiring ke dalam Neraka Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 12).

Kafir menjadi salah satu kata yang disebut berulang kali dalam Al Quran. Istilah ini seringkali merujuk pada orang-orang yang ingkar dan dusta terhadap Allah dan rasul-Nya. Secara bahasa, kafir (كافر) berasal dari kata kufr yang artinya menyembunyikan atau menutupi.

Allah SWT menyebut kata kafir sebanyak 525 kali dalam Al Quran. Bahkan, terdapat satu surat yang menjelaskan tentang orang-orang kafir. Sebagaimana firman-Nya dalam surat Al Kafirun berikut ini :

قُلْ يٰٓاَيُّهَا الْكٰفِرُوْنَۙ – ١ لَآ اَعْبُدُ مَا تَعْبُدُوْنَۙ – ٢ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۚ – ٣ وَلَآ اَنَا۠ عَابِدٌ مَّا عَبَدْتُّمْۙ – ٤ وَلَآ اَنْتُمْ عٰبِدُوْنَ مَآ اَعْبُدُۗ – ٥ لَكُمْ دِيْنُكُمْ وَلِيَ دِيْنِ ࣖ – ٦

Artinya: “Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang kafir! aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah, dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah, dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah, dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukku agamaku.” (QS. Al Kafirun: 1-6)

Selalu menjadi polemik kata kafir, ada sekelompok orang yang menginginkan kata kafir diganti yang lebih halus, disisi lain Al Quran menyebutkan kata kafir, boleh diperangi dan kafir identik dengan neraka.

Kafir itu dibagi menjadi dua kategori, kafir Harbiun dan kafir Dzimmi.

Kafir Harbiun dapat diartikan sebagai orang musyrik dan ahli kitab yang boleh diperangi atau semua orang kafir yang menampakkan permusuhan dan menyerang kaum muslimin.

“Orang kafir yang memerangi, membunuh, menyakiti kaum muslimin, harus dilawan dengan seimbang.

Sedangkan kafir Dzimmi, merupakan orang non-muslim yang dengan kaum muslim secara rukun dan damai. Golongan inilah yang wajib dilindungi oleh umat muslim.
Kita tidak perlu menyebut nyebut kafir, Islam tidak boleh memaksa supaya non muslim masuk Islam. la iqro ha fidzin, walaupun dalam al Quran kafir akan digiring masuk neraka.

Neraka adalah seburuk-buruknya tempat yang diciptakan Allah SWT bagi orang-orang yang durhaka. Mereka tinggal di tempat kembali yang buruk; sebuah tempat yang menjadi balasan dari perbuatan jahat dan dosa yang dilakukan dalam kehidupan dunia.

Neraka jahanam dikenal dengan api yang menyala-nyala. Sebuah tempat penyiksaan yang memiliki tujuh pintu. Setiap pintu dari neraka jahanam itu diisi oleh orang-orang durhaka. Masing-masing dari mereka berbeda kadar kedurhakaannya. Penjagaan pintu neraka jahanam dipimpin oleh Malaikat Malik. Di neraka kasta tertinggi ini, ada malaikat penyiksa yang disebut dengan nama Malaikat Zabaniyah.

سَنَدْعُ  الزَّبَا نِيَةَ
“Kelak Kami akan memanggil Malaikat Zabaniyah (penyiksa orang-orang yang berdosa),”
(QS. Al-‘Alaq 96: Ayat 18)

رَبَّنَاۤ  اٰتِنَا  فِى  الدُّنْيَا  حَسَنَةً  وَّفِى  الْاٰ خِرَةِ  حَسَنَةً  وَّ  قِنَا  عَذَا بَ  النَّا رِ

“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)