Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ اِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ اِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّا بُ
“(Mereka berdoa), Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 8)
Kita tidak tahu ujung kehidupan kita, apakah Husnul khotimah atau Su’ul khotimah…
“Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata; bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam telah bersabda: “Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama itu juga. Kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan celaka/bahagianya.
Perjuangan hidup kita adalah ke depan harus baik di ujung, hari ini baik belum tentu di ujung baik atau hari ini tidak baik bisa jadi di ujung baik. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli neraka dan ia masuk neraka.
Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)
Manusia tak punya kemampuan untuk berbuat sesuatu kecuali atas apa yang Dia kehendaki.
Bahkan untuk beribadah dan melazamkam sebuah amalan, betapa diri tak punya daya selain atas izin-Nya, sebagaimana firman-Nya dalam surah At-Taqwir ayat 26 – 29:
“Al-Qur’an itu tidak lain adalah peringatan bagi seluruh alam. Yaitu bagi siapa yang menghendaki menempuh jalan yang lurus. Dan kamu tidak dapat menghendaki menempuh jalan itu, kecuali apabila dikehendaki Allah, Tuhan seluruh alam.
Kita berharap agar Allah Yang Maha Pemurah senantiasa menetapkan keimanan dalam dada dan selalu melimpahkan rahmat agar bisa tetap istiqomah dalam beribadah dan berbuat kebaikan.
Banyaknya amalan belum bisa menjamin bagusnya kedudukan seorang hamba di dalam surga. Kita tidak tahu apakah amalan kita murni ikhlas hanya karena mengharap ridho-Nya, ataukah bercampur dengan riya dan sum’ah. Hanya Dia Yang Maha Tahu. Juga tak ada jaminan bahwa hati kita akan senantiasa berada dalam ketaqwaan hingga akhir hayat, sebagaimana hadist di atas.
Inilah salah satu alasan mengapa doa yang terdapat dalam Qur’an surah Ali Imran ayat 8 ini menjadi salah satu doa yang harus didawamkan setiap selesai solat
Doa yang sangat sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :
“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Sebagaimana pesan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Ummu Salamah:
“Wahai Ummu Salamah, yang namanya hati manusia selalu berada di antara jari-jemari Allah. Siapa saja yang Allah kehendaki, maka Allah akan berikan keteguhan dalam iman. Namun siapa saja yang dikehendaki, Allah pun bisa menyesatkannya.”
Semoga Allah Yang Maha Pemurah senantiasa menjaga keimanan kita, dan menetapkan hati kita untuk selalu condong kepada kebenaran dan memudahkan kita untuk memperbaiki ibadah kita hingga akhir hayat. Aamiin
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)”.