Allah Sangat Dekat dengan Hamba Nya yang Berdoa

doa

سْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْ

‎ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

‎سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ.

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَاِ ذَا  سَاَ لَـكَ  عِبَا دِيْ  عَنِّيْ  فَاِ نِّيْ  قَرِ يْبٌ   ۗ اُجِيْبُ  دَعْوَةَ  الدَّا عِ  اِذَا  دَعَا نِ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا  لِيْ  وَلْيُؤْمِنُوْا  بِيْ  لَعَلَّهُمْ  يَرْشُدُوْنَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

Kedekatan Allah dengan hamba-Nya merupakan kedekatan yang sinergis, kedekatan yang aplikatif, tidak kedekatan yang hampa dan kosong, karena kedekatan ini terkait erat dengan doa dan amal shalih yang ditunjukkan oleh seorang hamba setiap harinya.

Ungkapan lembut Allah “Sesungguhnya Aku dekat” merupakan komitmen Allah untuk senantiasa dekat dengan hamba-Nya, kapanpun dan dimanapun mereka berada. Terlebih hamba-Nya melakukan pendekatan yang lebih intens dengan berbagai amal keshalihan yang mendekatkan diri mereka lebih dekat dengan Rabbnya.

Dalam sebuah hadits Qudsi Allah memberikan jaminan bagi hamba-hamba-Nya yang mendekatkan dirinya (Taqarrub) kepada Allah: “Aku berada dalam sangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya bila ia berdoa kepada-Ku. Tidaklah hambaKu mendekat kepada Ku sejengkal melainkan Aku akan mendekat kepadanya sehasta. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu sehasta melainkan Aku akan men- dekat kepadanya sedepa. Tidaklah hambaKu mendekat kepadaKu dengan berjalan melainkan Aku akan mendekat kepadanya dengan berlari”.

(Muttafaqun alaih)

Hadits ini memotivasi kita untuk selalu bersegera mendekatkan diri kepada Allah Ta’alaa. Bagaimanapun cara kita mendekatkan diri kepada Allah, maka Allah akan meresponnya dengan cara yang lebih baik yang dilakukan hamba-hamba-Nya. Ketika hamba-Nya berdoa dan bermohon kepada-Nya, maka dengan cara yang tidak disangka-sangka hamba-Nya, doa dan permohonanya dikabulkan oleh Allah.
Di akhir ayat Allah SWT menyampaikan ;
Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”

Setiap berdoa pasti selalu ada harapan ingin doanya dikabulkan, tapi ada syaratnya ; mengikuti dan memenuhi perintah perintah Allah SWT dan beriman kepada Allah SWT.

Semoga kita semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT (karena kita akan kembali) dan sami’na wa atho’na mengikuti perintah-perintah Nya.