Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kualitas santri putri dalam membaca al-qur’an sangat penting untuk diperhatikan. Karena bagaimana pun juga pondok pesantren harus memiliki output yang berkarakter baik sekaligus memiliki kualitas bacaan al-qur’an yang juga tergolong bagus.
Memperbaiki kualitas bacaan al-qur’an merupakan salah satu hal yang penting untuk dilakukan, karena merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah. Selain itu, kualitas bacaan al-qur’an yang baik akan membuat hati lebih tentram dan orang di sekitar yang mendengarkan akan turut merasa nyaman.
Baik mempertahankan ataupun menambah kualitas bacaan al-qur’an, kedua sama-sama memiliki nilai yang positif. Beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan memperbaiki kualitas bacaan al-qur’an adalah sebagai berikut;
Kualitas bacaan dapat diperbaiki mulai dari penggunaan tajwidnya. Seperti cara membaca hukum-hukum bacaan dalam al-qur’an, kalimat yang tepat untuk berhenti atau waqaf, dan lain-lain. Jika hal ini telah dikuasai maka atu langkah penyempurnaan kualitas bacaan al-qur’an telah terlampaui.
Membaca Al-Qur’an memiliki perbedaan dengan membaca hadist atau kalimat berbahasa arab yang lainnya. Karena kesalahan sepele dalam membaca harakat, huruf, serta kalimatnya dapat mengubah paksa seluruh penafsiran atau arti dari Al-Qur’an.
Kita juga tidak diperbolehkan untuk mengganti salah stau kalimat yang ada di dalam alqur’an meskipun itu memiliki arti yang sama menurut bahasa arab. Karena setiap huruf, kalimat, harakat, serta susunan kalimat yang terdapat di dalam al-qur’an merupakan syair berbahasa arab dan memiliki arti yang sangat mendalam.
Dengan memperbaiki bacaan al-qur’an maka kesalahan seperti ini dapat diminimalisir dengan sempurna. Selain itu, kesalahan dalam membaca al-qur’an juga dapat menyebabkan dosa bagi si pembacanya.
Ayat-ayat yang terdapat pada kitab suci al-qur’an merupakan firman mulia dari Allah swt. Jadi, tidak sepantasnya kita membaca al-qur’an dengan asal-asalantanpa memperhatikan hukum bacaan, mahroj, dan kebenaran bacaan lainnya. Oleh sebab itu, memperbaiki kualitas bacaan juga sangat diperlukan sebagai wujud adab atau tata krama ketika membaca firman Allah Swt.
4. Sebagai Salah Satu Bentuk Ibadah
Membaca al-qur’an tentunya dapat bernilai ibadah bagi setiap muslim yang membacanya. Terlebih lagi kalau kita meniatkan untuk memperbaiki kualitas bacaan al-qur’an hanya untuk Allah swt saja. Tentunya hal ini akan membuat apa yang kita lakukan yaitu memperbaiki bacaan dan membaca al-qur’an inyaAllah akan mendapatkan dua nilai kebaikan sekaligus di mata Allah swt.
5. Menjaga Kemurniaan Bacaan Al-Qur’an
Di zaman yang memiliki kemudahan dalam segala sesuatu ini, tentunya dapat membuat potensi dari penjagaan kemurnian bacaan al-qur’an semakin menurun. Bisa saja cara membaca al-qur’an diajarkan secara temurun dengan tidak memperhatikan kaidah bacaan yang seharusnya. Oleh sebab itu, memperbaiki kualitas bacaan al-qur’an sangat diperlukan.
Pada umumnya, kegiatan belajar al-qur’an dan ilmu keagamaan lainnya dilaksanakan di pondok pesantren selama tiga kali dalam sehari. Yaitu setelah magrib, setelah subuh, dan setelah dhuhur. Para santri juga diwajibkan untuk mengikuti kelas tahsin untuk memperbaiki bacaannya.
Ketika para santri telah berhasil melafalkan ayat-ayat al-qur’an dengan benar, maka mereka juga diwajibkan untuk menyetorkan hasil hafalannya kepada ustadz/gurunya. Apabila santri tidak berhasil memenuhi target setoran yang telah ditetapkan maka ia akan dikenakan sanksi yang mendidik.
Selain itu, ada juga kegiatan sima’an al-qur;an. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan pada waktu tertentu atau sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Kegiatan ini berupa pembacaan ayat-ayat suci al-qur’an oleh salah satu santri dan kemudian yang lainnya menyimak kebenaran dari pelafalan bacaannya yang kemudian akan disimak dan dibenarkan oleh pembimbing masing-masing.
Di samping belajar untuk melafalkan bacaan al-qur’an dengan benar dan sesuai kaidah-kaidahnya, santri juga akan mendapatkan pelajaran tambahan berupa dasar ilmu agama yang pokok dan bermanfaat bagi santri dan berfungsi untuk penyeimbang dengan ilmu yang lain, baik ilmu formal maupun ilmu keagamaan.
Ilmu yang pokok tersebut adalah ilmu tauhid, ilmu fiqih, ilmu adab, akidah dan akhlak, ilmu hadis, dan lain-lain. Dengan memahami mengenai fungsi dari bacaan al-qur’an yang berkualitas, maka santri akan mudah dalam menghafalkannya, dan yang sudah dihafal juga tidak akan hilang dari ingatan.
Secara umum, metode yang paling sering digunakan oleh pondok pesantren untuk memperbaiki kualitas bacaan para santri adalah metode maisura dan metode baghdadi. Metode maisura sendiri merupakan sebuah metode yang menerapkan sistem talaqi dan musyafahah dalam membaca ayat-ayat suci al-qur’an.
Sedangkan metode al-baghdadi merupakan sebuah metode yang tersusun atau tarkibiyah, artinya metode ini tersusun secara berurutan dan merupakan sebuah proses ulang. Metode ini akan membuat kemampuan membaca al-qur’an menjadi lebih mningkat.
Dari sekian banyak jumlah metode yang dapat diterapkan dalam memperbaiki kualitas membaca al-qur’an, semuanya bertujuan untuk memperbaiki bacaannya, terutama dari sisi kualitas makhrijul hurufnya, sifatul hurufnya, dan dari segi pemahaman mengenai ilmu tajwid atau hukum bacaan yang lainnya.
Memperbaiki bacaan al-qur’an juga dapat membuat kualitas diri kita meningkat di mata Allah Swt. Selain itu, kita juga akan menjadi lebih dekat dengan al-qur’an. Semangat kita juga bisa terpacu untuk mempelajari ilmu lainnya. Dan santri yang berkualitas adalah santri yang cenderung memiliki perilaku yang baik, aktif, serta punya kualitas bacaan al-qur’an yang bagus.