Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Social entrepreneurship adalah kewirausahaan sosial yang berjalan dengan misi atau tujuan sosial secara eksplisit yaitu menjadikan dunia lebih baik. Social entrepreneurship ini didorong dengan semangat menolong orang lain, dan membuat perubahan banyak orang. Cara terbaik mengukur kesuksesan kewirausahaan sosial adalah bukan dengan menghitung jumlah profit yang dihasilkan melainkan bagaimana mereka telah menghasilkan nilai nilai sosial.
Satu hal, yang selalu muncul ketika sedang membahas kewirausahaan sosial adalah semangat pemberian manfaat kepada orang banyak dengan cara yang inovatif dan pendekatan yang sistemik. kewirausahaan sosial adalah usaha usaha yang identik dengan nilai nilai kemanusian manusia. Tujuan perusahaan ini adalah membangun bisnis untuk menghasilkan profit dan mengambil sebagian dari keuntungannya untuk mengatasi masalah-masalah sosial.
Para wirausahawan bertindak sebagai agen perubahan dalam sektor sosial dan berperan sebagai penuntasan masalah sosial. Beberapa masalah sosial yang diujarkan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia, yaitu: kemiskinan, keterlantaran, kecacatan, ketunaan sosial, korban bencana, korban tindak kekerasan, serta keterpencilan, beserta Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).
PMKS meliputi 26 penyandang yaitu keluarga fakir miskin, keluarga bermasalah sosial psikologis, anak balita terlantar, korban bencana alam, anak nakal, penyandang cacat penderita penyakit kronis, tuna susila, anak terlantar, wanita korban tindak kekerasan, wanita rawan sosial ekonomi, anak jalanan, pengemis, anak korban tindak kekerasan, anak cacat, lanjut usia terlantar, lanjut usia korban tindak kekerasan, komunitas adat terpencil, penyandang cacat, korban NAPZA, gelandangan, bekas narapidana, keluarga tak layak huni, masyarakat di daerah rawan bencana, dan korban bencana sosial. Masalah-masalah sosial tersebut diatasi melalui suatu pendekatan potensi dan sumber kesejahteraan sosial salah satunya adalah dunia usaha/pengusaha.
Di Indonesia, ada social entrepreneur yang bisa diikuti aksi nyatanya oleh kita semua, yaitu Hafiza Elfira yang berperan besar dalam kemajuan komunitas ibu penyandang penyakit kusta. Hafiza Elfira membekali ibu-ibu tersebut dengan kemampuan menjahit manik-manik jilbab yang dapat menjadi produk jual dalam berbisnis. Dengan kegiatannya itu, ibu-ibu penyandang kusta menjadi mandiri dan mampu beraktualisasi diri dalam kehidupannya.
Kecakapan yang perlu dimiliki oleh seorang wirausahawan sosial adalah :
Adapun trik untuk menjadi social entrepreneur adalah: