Bukti-bukti bahwa Yahudi Sangat Memusihi Islam

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُوْلُوْۤا  اٰمَنَّا  بِا للّٰهِ  وَمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلَيْنَا  وَمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلٰۤى  اِبْرٰهٖمَ  وَاِ سْمٰعِيْلَ  وَاِ سْحٰقَ  وَيَعْقُوْبَ  وَ  الْاَ سْبَا طِ  وَمَاۤ  اُوْتِيَ  مُوْسٰى  وَعِيْسٰى  وَمَاۤ  اُوْتِيَ  النَّبِيُّوْنَ  مِنْ  رَّبِّهِمْ   ۚ لَا  نُفَرِّقُ  بَيْنَ  اَحَدٍ  مِّنْهُمْ   ۖ وَنَحْنُ  لَهٗ  مُسْلِمُوْنَ
“Katakanlah, Kami beriman kepada Allah, dan kepada apa yang diturunkan kepada kami, dan kepada apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kepada apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta kepada apa yang diberikan kepada nabi-nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan kami berserah diri kepada-Nya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 136)

Mempertegas….semua nabi adalah muslim/berserah dirihanya kepada Allah SWT (QS 2:112, 2:128, 2:131, 2:133).
Kenapa Yahudi dan Nasrani…tidak berubah jadi muslim…suatu organisasi/institusi kalau peraturan yang diberlakukan harusnya SK terakhir.

Pertama, kaum Yahudi terbiasa dengan mempermainkan ayat-ayat Allah SWT serta mengubah yang halal menjadi haram atau sebaliknya sesuai dengan selera dan keinginannya (QS Annisa: 46).
Kedua, mereka terbiasa membunuh para nabi Allah yang mulia hanya karena ajarannya tidak sesuai dengan tradisi dan kebiasaan hidupnya (QS Ali Imran: 112).

Tercatat dalam sejarah, nabi yang dibunuh oleh kaum Yahudi antara lain adalah Nabi Zakaria dan Nabi Yahya. Bahkan, mereka pun mengejar-ngejar Nabi Isa untuk dibunuh meskipun kemudian Nabi Isa diselamatkan dan diangkat oleh Allah SWT ke langit. Yang dibunuh adalah orang yang diserupakan Allah SWT seperti Nabi Isa. Nabi Isa tidak dibunuh dan tidak pula disalib oleh mereka (QS Annisa: 157-158).

Ketiga, kaum Yahudi juga sering membunuh orang-orang atau para dai yang menyuruh manusia lain untuk berbuat keadilan dan kebajikan. Pembunuhan ini hanya karena mereka dengki dan hasad. Allah SWT berfirman dalam QS Ali Imran: 21-22.

“Sesungguhnya, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil, maka gembirakanlah mereka bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih. Mereka itu adalah orang-orang yang lenyap (pahala) amal-amalnya di dunia dan akhirat dan mereka sekali-kali tidak memperoleh penolong.”

Dalam sejarahnya, meskipun kelahiran akan Nabi Muhammad SAW sebagai nabi akhir zaman telah diceritakan bahkan sejak nabi-nabi terdahulu, namun kaum Yahudi enggan mengikuti ajaran Muhammad. Kaum Yahudi merasa tersaingi dan merasa lebih senior dibandingkan Muhammad dan ajaran yang dibawanya.

Nabi Muhammad merupakan keturunan Nabi Ismail (Bani Qurais) dan bukan keturunan Nabi Ishaq. Sedangkan kaum Yahudi berprasangka nabi akhir zaman adalah keturunan dari Nabi Ishaq dan Nabi Yakub (Bani Israil).

“Mereka (kaum Yahudi) lebih tahu Muhammad utusan Allah yang terakhir, Yahudi meyakini Muhammad sebagai Nabi, hanya saja mereka tidak mau beriman kepada Muhammad karena hasad dan dengki,”

Yahudi dan Nasrani jangankan jadi muslim, mereka malah berusaha menarik muslim ke agama mereka.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (QS Al-Baqarah [2]: 120).

Pada ayat 120 ini Allah SWT memberitahukan kepada Rasul-Nya dan umat yang mengikutinya, bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepada mereka sampai orang-orang muslim mengikuti agama Yahudi atau Nasrani.

Pada ayat ini disebutkan larangan agar tidak mengikuti mereka (Yahudi dan Nasrani), kemudian Allah SWT memerintahkan rasul-Nya agar memberitahukan umatnya bahwa hidayah yang sesungguhnya adalah hidayah milik Allah, yaitu agama Islam dan bukan agama Yahudi atau Nasrani.

Karena dua agama tersebut penuh dengan ajaran melenceng yang dibuat-buat oleh para rahib dan pendeta yang tamak lagi mengikuti hawa nafsunya. Lantas Allah SWT memperingatkan Rasul dan hamba-Nya agar tidak mengikuti orang-orang Yahudi dan Nasrani setelah datangnya ilmu dan kenikmatan yang sempurna, yaitu agama Islam. Allah SWT berfirman:

وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

“Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”(QS Al Baqoroh 120).
Nasrani tidak akan masuk Islam dan akan
berusaha mengajak yang tidak seagama untuk masuk agama mereka, mereka mengganggap yang tidak seagama dengan sebutan domba yang tersesat.
Perumpamaan tentang domba yang hilang/tersesat adalah sebuah perumpamaan yang diajarkan oleh Yesus kepada murid-muridnya. Kisah ini tercantum di dalam Matius 18:12-14 dan Lukas 15:3-7.

Doa diberi kesabaran dan perlindungan kejahatan dari orang kafir.

“Robbanaa Afrigh Alainaa Shobron, wa Tsabbit Aqdaamanaa, wanshurnaa ‘Alal Qoumil Kaafiriin.”

“Ya Tuhan, limpahkan kesabaran di hati dan diri kami, teguhkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami dari orang-orang kafir.