Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.
Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ جَعَلْنَا الْبَيْتَ مَثَا بَةً لِّلنَّا سِ وَاَ مْنًا ۗ وَا تَّخِذُوْا مِنْ مَّقَا مِ اِبْرٰهٖمَ مُصَلًّى ۗ وَعَهِدْنَاۤ اِلٰۤى اِبْرٰهٖمَ وَاِ سْمٰعِيْلَ اَنْ طَهِّرَا بَيْتِيَ لِلطَّآئِفِيْنَ وَا لْعٰكِفِيْنَ وَا لرُّکَّعِ السُّجُوْدِ
“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism’ail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 125)
Dalam Alquran kata Ka`bah ditemukan dua kali (selain kata al bait yang juga berarti Ka`bah), yaitu pada surat Al Maidah ayat 95 dan 97. Di ayat 97, yang artinya `Allah SWT telah menjadikan Ka`bah rumah suci tempat manusia berkumpul (Ka`bah dan sekitarnya menjadi tempat yang aman bagi manusia untuk mengerjakan urusan-urusan yang berhubungan dengan dunia dan akhirat dan pusat ibadah haji). Ka`bah dibangun oleh Nabi Ibrahim as bersama putranya Nabi Ismail as. Ketika pembangunan sampai pada sebuah sudut, Nabi Ibrahim meletakkan sebuah batu berwarna putih cemerlang yang dibawakan oleh Jibril kepada mereka.
Batu ini dalam pembangunan selanjutnya berubah menjadi hitam dan hingga sekarang dikenal dengan Hajar Aswad. Ketika bangunan Ka`bah sudah tinggi, Nabi Ibrahim terus menyusun batu-batu dengan berpijak pada sebuah batu yang kemudian disebut dengan `Maqam Ibrahim` atau tempat pijakan kaki Nabi Ibrahim A.S. Setelah Nabi Ismail A.S wafat, tanggungjawab pemeliharaan Ka`bah berpindah ke tangan keturunan Nabi Ismail A.S.
Selanjutnya, pada generasi kelima, oleh suku Amaliqah, dilakukan pemugaran terhadap Ka`bah. Selanjutnya suku Jurhum (generasi keenam), diperbaharui oleh Qushai bin Qilab (generasi ketujuh) yang melakukan perubahan terhadap dinding-dinding Ka`bah. Pembangunan selanjutnya (kedelapan) oleh Abdul Muthalib, kakek Rasulullah SAW. Generasi kesembilan yang melakukan pembaruan adalah suku Quraisy. Ka`bah mengalami upaya pemusnahan oleh orang dan kaum tertentu yang merasa cemburu melihat sakralnya Ka`bah.
Pertama, ketika Raja Himyar, Tubba` bin Hasan yang beragama Yahudi kembali dari perang antara Aus dan Khazraj. Ia ingin menghancurkan Ka`bah, namun tidak berhasil.
Kedua, peristiwa Ghatafan, yaitu upaya yang dilakukan orang-orang Ghatafan untuk menjadikan tanah suci tandingan dari kota Mekah. Inipun gagal.
Ketiga, peristiwa tentara Abraha, yaitu upaya yang dilancarkan oleh tentara Abraha, gubernur wilayah Najdan untuk membuat Ka`bah tandingan, Upaya ini gagal setelah tentara Abrahah dihancurkan oleh tentara burung Ababil.
Keempat, peristiwa Qaramitah di bawah pimpinan Abu Thair pada masa pemerintahan al Muqtadir (295-320 H) dengan upaya membuat Ka`bah tandingan. Juga berusaha menghancurkan Ka`bah.
Kelima, peristiwa Amrillah, yaitu sebuah usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang yang ingin menghancurkan Hajar Aswad dengan besi. Usaha ini juga gagal karena mendapat perlawanan dari penduduk kota Mekah.
Diriwayatkan oleh Bukhari bahwa orang yang pertama mencuci Ka`bah adalah Rasulullah SAW. Setelah berhasil menaklukan kota Mekah dan menghancurkan segala bentuk berhala yang ditemukan di sekitar Ka`bah. Sampai saat ini praktek pencucian Ka`bah menjadi tradisi yang terus dilestarikan oleh pihak Kerajaan Arab Saudi, dua kali dalam setahun. Yaitu pada awal bulan Zulkaidah dan pada awal bulan Rabiul Awal.
Salah satu bukti bahwa Al Quran perkataan Allah SWT, yaitu Alquran menubuatkan kejadian di masa yang datang
Alquran meramalkan banyak hal yang tidak terlihat dan membuat beberapa nubuatan yang semuanya digenapi persis seperti yang dinubuatkan. Misalnya, Persia mengalahkan Bizantium dalam salah satu pertempuran mereka. Alquran mencatat kekalahan ini dengan meramalkan bahwa Bizantium akan mengalahkan Persia, dan inilah yang sebenarnya terjadi.
Quran Surat Ar-Rum Ayat 2:
غُلِبَتِ ٱلرُّومُ
فِىٓ أَدْنَى ٱلْأَرْضِ وَهُم مِّنۢ بَعْدِ غَلَبِهِمْ سَيَغْلِبُونَ
Artinya: “Telah dikalahkan bangsa Romawi di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.”
Dan QS Al Baqoroh 125, menubuatkan tentang Kabah, sampai sekarang kondisinya tidak berubah,padahal upaya penghancuran telah berulang berkali kali,
Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Ka’bah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat sholat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ism’ail, Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang rukuk, dan orang yang sujud!”
Sebagai muslim kita harus yakin bahwa al Quran adalah perkataan Allah…
Semoga kita bisa menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup yang mengantarkan kita mendapatkan kemuliaan dan kebahagiaan, bahagia di dunia dan bahagia di akherat.