Ciri-Ciri Akhir Zaman Diantaranya Cinta Dunia

Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.
SUBHANALLAH WALHAMDULILLAH WALAILLAHAILLOH. WALLAHU AKBAR.

Semoga kita selalu sehat dalam lindungan Allah SWT.
Mari saling mendoakan ;

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَفَتَطْمَعُوْنَ  اَنْ  يُّؤْمِنُوْا  لَـكُمْ  وَقَدْ  كَا نَ  فَرِ يْقٌ  مِّنْهُمْ  يَسْمَعُوْنَ  کَلَا مَ  اللّٰهِ  ثُمَّ  يُحَرِّفُوْنَهٗ  مِنْۢ  بَعْدِ  مَا  عَقَلُوْهُ  وَهُمْ  يَعْلَمُوْنَ
“Maka apakah kamu (muslimin) sangat mengharapkan mereka akan percaya kepadamu, sedangkan segolongan dari mereka mendengar firman Allah, lalu mereka mengubahnya setelah memahaminya, padahal mereka mengetahuinya?”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 75)

Bagaimana seorang muslim memahami bahwa semua agama sama ? Padahal Quran sendiri sudah menyebutkan mereka merubah kitab sucinya. Fitnah dunia…pejabat pejabat negara menyebutkan semua agama sama, ini tanda akhir zaman.

اِنَّ  الدِّيْنَ  عِنْدَ  اللّٰهِ  الْاِ سْلَا مُ   ۗ  م
Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah ialah Islam.
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 19)

Fenomena Akhir Zaman yang Disebut Rasulullah SAW Terbukti?
Rasulullah SAW mengungkap fenomena akhir zaman

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah tanda mengenai akhir zaman telah banyak dijabarkan dan ditemui melalui hadits-hadits Nabi. Ciri-ciri akhir zaman pun ditandai dengan ciri kecil (sugra) dan ciri besar (kubra). Salah satu tanda akhir zaman yakni tersebarnya fitnah dan kejahatan yang semakin semarak.
Di antara hadits yang menunjukkan itu yakni penegasan manusia yang cenderung mencintai dunia, pekerja yang malang, kurangnya ilmu, tersebarnya kejahatan, dan lain sebagainya. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits riwayat Abu Hurairah RA:

عن أبي هريرة ـ رضي الله عنه قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (يأتي على الناسِ زمانٌ ما يُبَالِي الرجلُ من أين أصاب المالَ؟ مِن حلالٍ أو حرامٍ

Rasulullah SAW bersabda: “Ya’ti ala an-naasi zamaanu ma yubaali ar-rajulu min ayna ashaabalmaala? Min halalin wa haramin.”

Yang artinya: “Akan tiba masanya muncul orang-orang yang tidak peduli mempertanyakan, dari mana kekayaan yang dihimpun bersumber? Apakah itu halal ataukah haram.”

Di dalam hadits lain, Rasulullah juga mengingatkan tentang perkara akhir zaman dan pertanda yang menyertainya. Ini sebagaimana hadits riwayat Abu Hurairah RA:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: سيَأتي علَى النَّاسِ سنواتٌ خدَّاعاتُ يصدَّقُ فيها الكاذِبُ ويُكَذَّبُ فيها الصَّادِقُ ويُؤتَمنُ فيها الخائنُ ويُخوَّنُ فيها الأمينُ وينطِقُ فيها الرُّوَيْبضةُ قيلَ وما الرُّوَيْبضةُ قالَ الرَّجلُ التَّافِهُ في أمرِ العامَّةِ

“Saya’ti alannasi sanawaatun khadaa’atun yushodaqu fiha al-kaadzibu wa yukadzzibu fiha as-shaadiqu wa yu’tamanu fiha al-haainu wa yukhawwanu fiha al-amiinu wa yanthiqu qila fihaa ar-ruwaibidhatu qala ar-rajulu at-taafihu fi amri al-aammati,”.

Yang artinya: “Akan datang tahun-tahun penuh kedustaan yang menimpa manusia, pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianatan terhadap amanah yang diberi, orang yang jujur dikhianati, dan ruwaibidhah ikut berkomentar. Lalu ditanya, apa itu ruwaibidhah? Beliau menjawab: orang-orang bodoh yang mengurusi urusan perkara umum.”
Doa terhindar dari fitnah…

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِجَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma inni a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wa min ‘adzaabinnaari jahannama wa min fitnatil mahyaa wal mamaati wa min fitnatil masiihid dajjaal.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal.” (HR. Muttafaq ‘alaih)