Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Siswa SMP memiliki berbagai macam potensi. Sebagian menonjol dalam bidang akademik, sementara yang lain memiliki kemampuan kuat dalam olahraga, seni, musik, teknologi, atau kegiatan organisasi. Karena itu, pendidikan yang memberikan ruang bagi pengembangan berbagai potensi menjadi semakin menarik bagi orang tua.
Di SMP Al Ma’soem, kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan nonakademik. Dalam bidang seni, terdapat pilihan seperti seni tari dan musik tradisional yang dapat memberikan pengalaman berbeda.
Namun, muncul pertanyaan penting: apakah prestasi seni tari dan musik tradisional dapat membantu nilai akhir atau daftar nilai ujian siswa?
Jawabannya perlu dipahami secara proporsional. Prestasi ekstrakurikuler dapat menjadi bagian dari perkembangan siswa, tetapi tidak otomatis menggantikan nilai akademik atau menjadi satu-satunya penentu kelulusan.
Prestasi akademik berkaitan dengan pencapaian siswa dalam proses pembelajaran mata pelajaran.
Sementara itu, prestasi nonakademik dapat berupa pencapaian dalam olahraga, seni, organisasi, maupun kegiatan lainnya.
Keduanya sama-sama memiliki nilai dalam perjalanan pendidikan, tetapi indikatornya berbeda.
Seorang siswa yang mendapatkan penghargaan dalam seni tari tetap harus mengikuti pembelajaran akademik dan evaluasi sesuai ketentuan sekolah.
Orang tua perlu membedakan antara daftar nilai ujian dengan catatan atau portofolio kegiatan siswa.
Daftar nilai ujian berhubungan dengan hasil evaluasi akademik.
Sementara prestasi ekstrakurikuler dapat dicatat atau didokumentasikan sebagai bagian dari kegiatan pengembangan diri sesuai sistem sekolah.
Karena itu, tidak tepat apabila dikatakan bahwa satu prestasi seni secara otomatis menambah nilai ujian mata pelajaran.
Namun, kegiatan tersebut tetap dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan siswa secara keseluruhan.
Latihan tari membutuhkan konsistensi.
Siswa perlu menghafal gerakan, mengikuti irama, memperhatikan posisi, dan melakukan latihan berulang.
Kegiatan tersebut mengajarkan bahwa keterampilan membutuhkan proses.
Disiplin latihan juga dapat membantu anak membangun kebiasaan.
Mereka belajar datang tepat waktu, mengikuti arahan, dan menyelesaikan latihan.
Dalam musik tradisional, siswa perlu memahami pola ritme.
Ketika bermain secara kelompok, mereka harus menyesuaikan permainan dengan anggota lain.
Hal tersebut melatih pendengaran dan koordinasi.
Siswa belajar bahwa permainan musik tidak hanya bergantung pada kemampuan individu.
Mereka harus mendengarkan orang lain agar hasilnya terdengar harmonis.
Baik tari maupun musik tradisional dapat dilakukan secara berkelompok.
Dalam tari, setiap siswa harus mengetahui formasi.
Dalam musik, setiap pemain memiliki bagian tertentu.
Situasi tersebut mengajarkan tanggung jawab.
Jika satu orang tidak mempersiapkan diri, kelompok dapat terkena dampaknya.
Siswa belajar bahwa keberhasilan kelompok bergantung pada kontribusi setiap anggota.
Ketika siswa memperoleh prestasi, mereka dapat merasa lebih percaya diri.
Namun, motivasi sebaiknya tidak hanya berasal dari penghargaan.
Anak juga perlu belajar menikmati proses.
Jika tujuan utama hanya mendapatkan piala, siswa mungkin mudah kehilangan motivasi ketika tidak menang.
Sebaliknya, jika mereka menikmati latihan dan perkembangan kemampuan, motivasi dapat lebih bertahan.
Hubungannya lebih bersifat tidak langsung.
Latihan seni dapat mengembangkan kebiasaan seperti disiplin, konsentrasi, pengelolaan waktu, dan ketekunan.
Kebiasaan tersebut juga dapat membantu siswa menjalankan aktivitas akademik.
Misalnya, siswa yang terbiasa berlatih gerakan berkali-kali dapat memahami pentingnya mengulang materi pelajaran yang belum dikuasai.
Namun, hal ini bukan berarti bermain tari atau musik otomatis membuat nilai ujian meningkat.
Hasil akademik tetap bergantung pada proses pembelajaran dan usaha siswa dalam memahami mata pelajaran.
Siswa yang aktif dalam kegiatan seni harus pandai membagi waktu.
Tugas sekolah harus tetap diselesaikan.
Belajar untuk ujian juga perlu mendapat perhatian.
Latihan ekstrakurikuler kemudian disusun berdasarkan waktu yang tersedia.
Dengan pengaturan yang baik, siswa dapat menjalankan keduanya.
Keterampilan manajemen waktu ini sendiri merupakan salah satu manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan ekstrakurikuler.
Guru dan pembina dapat membantu siswa menemukan keseimbangan.
Ketika jadwal akademik padat, latihan dapat disesuaikan dengan kondisi siswa.
Pembina juga dapat membantu siswa memahami bahwa prestasi bukan alasan untuk mengabaikan pembelajaran.
Sebaliknya, guru akademik dapat memberikan dukungan agar siswa tetap menjalankan tanggung jawab sekolah.
Selain manfaat pengembangan diri, musik dan tari tradisional memiliki nilai budaya.
Siswa dapat mengenal seni yang berkembang di Indonesia.
Mereka dapat memahami bahwa budaya bukan hanya sesuatu yang dipelajari secara teoritis, tetapi dapat dipraktikkan.
Pengalaman tersebut dapat menumbuhkan apresiasi terhadap seni dan budaya.
Siswa yang mengikuti tari atau musik tradisional mungkin memiliki kesempatan untuk tampil.
Tampil di depan orang lain melatih keberanian.
Siswa belajar mengelola rasa gugup dan mempersiapkan diri.
Kemampuan tersebut dapat berguna ketika mereka harus melakukan presentasi di kelas atau berbicara di depan kelompok.
Jika siswa memperoleh penghargaan atau pengalaman pertunjukan, dokumentasinya dapat menjadi bagian dari portofolio pribadi.
Portofolio tersebut dapat membantu menunjukkan minat dan aktivitas siswa.
Namun, penggunaannya bergantung pada kebutuhan.
Yang lebih penting adalah pengalaman yang diperoleh siswa selama mengikuti kegiatan tersebut.
Orang tua terkadang hanya memberikan perhatian besar ketika anak mendapatkan nilai ujian tinggi.
Padahal, perkembangan anak dapat muncul melalui banyak bentuk.
Ketika anak berhasil menguasai gerakan tari atau memainkan alat musik tradisional setelah latihan panjang, pencapaian tersebut juga layak diapresiasi.
Apresiasi tidak harus berupa hadiah.
Pujian terhadap usaha dan konsistensi dapat membantu anak merasa dihargai.
Pilihan ekstrakurikuler seni di SMP Al Ma’soem dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengeksplorasi minat.
Siswa dapat memilih kegiatan sesuai ketertarikannya.
Ada yang lebih nyaman dengan olahraga, ada yang menyukai musik, ada pula yang tertarik pada teknologi.
Keberagaman tersebut memberikan ruang bagi perkembangan individu.
Prestasi memang menyenangkan, tetapi tidak boleh berubah menjadi tekanan.
Jika anak dipaksa selalu menang, kegiatan yang awalnya menyenangkan dapat menjadi beban.
Orang tua sebaiknya menekankan proses.
Target dapat dibuat bertahap dan realistis.
Anak perlu memahami bahwa gagal dalam kompetisi bukan berarti gagal sebagai siswa.
Jadi, prestasi dalam ekstrakurikuler seni tari dan musik tradisional tidak secara otomatis menambah nilai ujian atau menjadi penentu kelulusan siswa SMP Al Ma’soem. Nilai akademik tetap memiliki sistem evaluasi tersendiri.
Meski demikian, kegiatan seni dapat memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan siswa. Tari dapat melatih koordinasi, disiplin, ekspresi, dan kepercayaan diri. Musik tradisional dapat mengembangkan konsentrasi, ritme, kerja sama, dan apresiasi budaya.
Kebiasaan yang terbentuk dari latihan juga dapat mendukung kemampuan siswa dalam mengelola waktu dan menghadapi tantangan akademik.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mempertentangkan prestasi akademik dengan prestasi seni. Keduanya dapat dikembangkan secara seimbang.
Bagi siswa yang memiliki minat terhadap seni tari atau musik tradisional, ekstrakurikuler di sekolah dapat menjadi ruang untuk mengeksplorasi kemampuan dan memperoleh pengalaman yang berharga selama masa SMP.