Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَاُ دْخِلَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ جَنّٰتٍ تَجْرِ يْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَ نْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا بِاِ ذْنِ رَبِّهِمْ ۗ تَحِيَّتُهُمْ فِيْهَا سَلٰمٌ
“Dan orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam (surga) itu ialah salam.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 23)
Masuk Surga dan Kekal di Dalamnya
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa demikianlah nasib buruk orang kafir di hari Pembalasan. Penyesalan mereka tidak lagi berguna. Dan orang yang beriman kepada Allah dan rasul-Nya dan membuktikan keimanan mereka dengan mengerjakan kebajikan dimasukkan ke dalam surga-surga yang mengalir di bawah pepohonan dan istana-nya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya untuk selama-lamanya dengan izin Tuhan mereka Yang Maha Pemurah. Ucapan penghormatan yang mereka terima dari Allah, malaikat, dan sesama kaum mukmin dalam surga itu ialah “salam.”
Tadabbur QS Ibrahim: 23 tentang balasan abadi bagi orang beriman. Allah Subhanahu wa Ta’ala menggambarkan dengan sangat indah balasan bagi orang-orang beriman dalam QS Ibrahim ayat 23. Ayat ini bukan sekadar janji, tetapi kabar pasti tentang masa depan orang yang beriman dan beramal saleh.
1. Surga: Balasan bagi Iman dan Amal Saleh. Ayat ini diawali dengan syarat yang jelas:
Artinya, surga bukan sekadar harapan kosong, tetapi buah dari keyakinan yang benar dan amal yang nyata. Iman tanpa amal tidak sempurna, dan amal tanpa iman tidak bernilai di sisi Allah.
2. Gambaran Kenikmatan Surga. Allah menggambarkan surga dengan bahasa yang menenangkan hati:
Ini menunjukkan bahwa surga adalah tempat kesempurnaan nikmat, bukan sekadar tempat tinggal.
3. Kekekalan: Nikmat Tanpa Akhir. Inilah poin utama ayat ini: “Mereka kekal di dalamnya…”
Berbeda dengan dunia: Bahagia di dunia selalu sementara, sedangkan kenikmatan dunia selalu dibatasi waktu. Surga abadi, selamanya, tanpa batas.
4. “Dengan Izin Tuhan Mereka”. Ayat ini juga mengingatkan: “Dengan izin Tuhan mereka…”
Amal adalah sebab, tetapi rahmat Allah adalah penentu.
5. Salam: Suasana Kedamaian Abadi. Penutup ayat ini sangat menyentuh: “Ucapan penghormatan mereka di dalamnya adalah: ‘salam.’” Maknanya:
Yang ada hanyalah: Kedamaian, keselamatan dan kasih sayang antar penghuni surga.
Bagaimana dengan Neraka? Al-Qur’an juga menjelaskan balasan neraka, namun dengan rincian yang berbeda:
1. Kekal bagi orang kafir. Beberapa ayat menegaskan:
Ini berlaku bagi orang kafir, yang menolak iman hingga akhir hayat.
2. Tidak kekal bagi sebagian orang beriman. Ada dalil yang menunjukkan bahwa tidak semua penghuni neraka kekal:
Ini menunjukkan:
Dari QS Ibrahim ayat 23 dan ayat-ayat lainnya, kita memahami:
Ini menunjukkan dua sifat Allah:
Tadabur;
Masuk surga tanpa singgah di neraka adalah cita-cita setiap Muslim. Dalam ajaran Islam, hal itu sangat mungkin dengan rahmat Allah, iman yang lurus, dan amal saleh yang istiqamah. Doa memohon surga dan dijauhkan dari neraka
“Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, wa fil-aakhirati hasanah, wa qinaa ‘adzaaban naar.”
“Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa neraka. (QS A Baqarah 201)