Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
هُوَ الَّذِيْ جَعَلَ الشَّمْسَ ضِيَآءً وَّا لْقَمَرَ نُوْرًا وَّقَدَّرَهٗ مَنَا زِلَ لِتَعْلَمُوْا عَدَدَ السِّنِيْنَ وَا لْحِسَا بَ ۗ مَا خَلَقَ اللّٰهُ ذٰلِكَ اِلَّا بِا لْحَـقِّ ۚ يُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan benar. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS. Yunus 10: Ayat 5)
Matahari bersinar dan bulan bercahaya
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Selain menciptakan langit dan bumi sebagai bukti kebesaran dan kekuasaan-Nya, Dialah yang menjadikan matahari bersinar sangat terang yang menghasilkan kehangatan untuk alam raya dengan energi dari dirinya sendiri dan bulan bercahaya karena pantulan energi dari matahari, dan Dialah yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, yakni tempat peredaran perjalanan bumi mengitari matahari dan bulan mengitari bumi agar kamu mengetahui bilangan tahun, dan perhitungan waktu. Allah tidak menciptakan hal yang demikian sempurna itu melainkan dengan benar, yakni dengan hikmah yang besar. Melalui penciptaan tersebut, Dia menjelaskan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya kepada orang-orang yang mengetahui, yakni yang mau mengambil pelajaran dari tanda-tanda kekuasaan Allah di alam raya ini.
Al-Qur’an yang menyebutkan matahari bersinar dan bulan bercahaya memang menarik. Selain di QS Yunus ayat 5 terdapat juga dalam Surat Al-Furqan ayat 2:
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya…” (QS. Al-Furqan: 2)
Pernyataan ini memang menunjukkan keakuratan ilmiah Al-Qur’an, karena membedakan antara sumber cahaya matahari (bersinar) dan bulan (bercahaya). Matahari memang sumber cahaya yang bersinar karena proses reaksi nuklir di dalamnya, sedangkan bulan hanya memantulkan cahaya matahari.
Al-Qur’an adalah bukan buatan Nabi Muhammad SAW, kalau buatan nabi Muhammad SAW kemungkinan besar beliau akan menyebutkan matahari dan bulan sama-sama bersinar, adalah pendapat yang masuk akal. Namun, perlu diingat bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yang diyakini oleh umat Islam sebagai firman Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantaraan Malaikat Jibril.
Jadi, keakuratan ilmiah Al-Qur’an, termasuk ayat tentang matahari bersinar dan bulan bercahaya, dianggap oleh umat Islam sebagai bukti kebenaran Al-Qur’an sebagai firman Allah SWT.
Ayat ini membedakan antara cahaya yang dipancarkan matahari dan yang dipantulkan oleh bulan. Yang dipancarkan oleh matahari disebut “dhiya” (sinar), sedang yang dipantulkan oleh bulan disebut “nur” (cahaya) Pada firman Allah yang lalu dijelaskan:
Dan di sana Dia menciptakan bulan yang bercahaya dan menjadikan matahari sebagai pelita (yang cemerlang)? (Nuh/71: 16)
Dari ayat-ayat ini dipahami bahwa matahari memancarkan sinar yang berasal dari dirinya sendiri, sebagaimana pelita memancarkan sinar dari dirinya sendiri yakni dari api yang membakar pelita itu. Lain halnya dengan bulan, yang cahayanya berasal dari pantulan sinar yang dipancarkan matahari ke permukaannya, kemudian sinar itu dipantulkan kembali berupa cahaya ke permukaan bumi.
Matahari dan bulan adalah dua benda langit yang banyak disebut dalam Al-Quran. Kata bulan terdapat dalam 27 ayat dan matahari disebut dalam 33 ayat. Seringkali kedua benda ini disebut secara bersamaan dalam satu ayat. Sejumlah 17 ayat menyebut matahari dan bulan secara beriringan.
Yakin al Quran kalamullah tidak ada keraguan, dan keyakinan ini merupakan kewajiban sebagai muslim untuk mengimani bahwa al Quran adalah wahyu Allah.
“Apakah kamu tidak memperhatikan bahwa sesungguhnya Allah menurunkan Al-Qur’an dengan kebenaran? Dan sesungguhnya Al-Qur’an itu benar-benar dari Tuhan semesta alam.” (QS. Al-Qiyamah: 1-2)
Ayat tersebut menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk dan hidayah bagi manusia.
Doa untuk memahami Al-Qur’an:
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu untuk memahami Al-Qur’an dengan benar, dan untuk memperoleh hidayah dan petunjuk dari-Mu. Ya Allah, kuatkanlah keyakinanku bahwa Al-Qur’an adalah wahyu-Mu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW.” (Doa yang diriwayatkan oleh Imam Ibn Taymiyyah)