Tujuan Allah Betanya “Allah mengetahui segala yang gaib?” dalam QS At taubah Ayat 78

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَلَمْ  يَعْلَمُوْۤا  اَنَّ  اللّٰهَ  يَعْلَمُ  سِرَّهُمْ  وَنَجْوٰٮهُمْ  وَاَ نَّ  اللّٰهَ  عَلَّا مُ  الْغُيُوْبِ
“Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib?” (QS. At-Taubah 9: Ayat 78)
Allah mengetahui segala yang gaib?
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Dalam ayat ini Allah swt memperingatkan orang-orang munafik bahwa bagaimanapun pintarnya mereka menyimpan rahasia dalam hati mereka dan bagaimanapun liciknya mereka berbisik-bisik menjelekkan orang-orang yang beriman dan menjelek-jelekkan Rasulullah atau berbisik-bisik sesama mereka untuk mengatur siasat buruk dalam memusuhi orang-orang yang beriman, namun Allah swt akan mengetahuinya. Tidak ada yang tersembunyi bagi Allah sesuatupun juga, baik yang di bumi ataupun yang di langit, demikian pula yang tersembunyi dalam hati, Allah Maha Mengetahui semua yang tersembunyi.
Ayat ini diakhiri dengan kalimat tanya untuk memberikan efek retorik yang mendalam. Dalam Al-Qur’an, sering kali Allah menggunakan kalimat tanya retoris untuk menggugah hati manusia, membangkitkan kesadaran, dan mengingatkan mereka akan keagungan dan pengetahuan-Nya yang tanpa batas.
Kalimat tanya di sini bukan bertujuan untuk meminta jawaban, tetapi untuk:
1. Menguatkan pernyataan bahwa Allah mengetahui segala yang gaib.
2. Menggugah perenungan agar manusia sadar bahwa segala sesuatu baik yang tersembunyi maupun yang nyata tidak luput dari pengetahuan Allah.
3. Mengajak introspeksi: Apakah mereka benar-benar memahami bahwa Allah Maha Mengetahui, sehingga tidak sepatutnya mereka menyembunyikan niat buruk atau merasa bisa lolos dari pengawasan-Nya?
Dengan gaya retorik ini, Al-Qur’an menekankan bahwa keyakinan kepada pengetahuan Allah adalah bagian dari keimanan yang harus terus dipupuk oleh setiap hamba.
Doa Memohon Hati yang Bersih dan Niat yang Baik
“Allahumma inni as’aluka qalban saliman wa niyyatan shalihah wa a’malan maqbulan.”
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu hati yang bersih, niat yang baik, dan amal yang diterima