Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَا جَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ ۙ اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
“Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 20)
Paling tinggi derajatnya beriman, berhijrah, berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan bahwa orang-orang yang beriman dengan iman yang kokoh yang mendorongnya rela hijrah meninggalkan kampung halamannya, harta kekayaan dan karya usahanya, berpisah dengan anak istrinya, orang tua dan sanak saudaranya, mereka adalah orang-orang yang melaksanakan amal perbuatan yang berat dan membutuhkan banyak pengorbanan. Apalagi jika amal-amal yang tersebut diikuti dengan jihad di jalan Allah yaitu dengan mengorbankan harta kekayaan dan jiwa raganya.
Untuk orang-orang yang berbuat demikian Allah akan memberikan penghargaan yang tinggi serta keberuntungan dan kebahagiaan. Adapun orang-orang mukmin yang tidak hijrah dan tidak jihad di jalan Allah, meskipun mereka menyediakan minumam bagi para jemaah haji dan memakmurkan Masjidilharam, penghargaan Allah kepada mereka dan pahala yang diberikan kepada mereka tidak sebesar apa yang diterima oleh orang-orang yang hijrah dan berjihad. Tentang amal seseorang yang tidak didasari dengan iman kepada Allah akan sia-sialah amal itu. Karena orang kafir tidak akan memperoleh pahala di akhirat.
Iman, hijrah, dan jihad di jalan Allah merupakan amalan yang sangat tinggi derajatnya dalam Islam. Namun, dalam kondisi sekarang di mana hijrah fisik atau jihad dengan harta dan jiwa mungkin sulit dilakukan, ada banyak amalan lain yang juga bernilai besar dan relevan. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang fleksibel dan penuh kemudahan. Berikut beberapa amalan yang bisa dilakukan sesuai kondisi sekarang:
1. Memperbaiki Iman dan Hubungan dengan Allah
2. Berbuat Baik kepada Orang Lain
3. Amalan Jihad Non-Fisik
-Melawan hawa nafsu: Ini disebut jihad akbar. Jihad ini bisa dilakukan dengan menjaga diri dari godaan syaitan, menahan amarah, dan terus memperbaiki diri.
-Menyebarkan kebaikan: Gunakan media sosial untuk menyampaikan pesan-pesan Islami, atau mendukung dakwah melalui tulisan atau karya.
4. Mendidik dan Membina Keluarga
-Jika Anda memiliki keluarga, mendidik anak-anak dengan nilai-nilai Islam dan membimbing mereka ke jalan Allah adalah bentuk jihad yang sangat mulia.
5. Mencari Ilmu
-Rasulullah SAW bersabda: “Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap Muslim.” (HR. Ibnu Majah). Belajar ilmu agama atau dunia yang bermanfaat juga termasuk amalan besar.
6. Doa
-Doa adalah senjata orang beriman. Perbanyaklah memohon kepada Allah agar diberikan kekuatan iman dan kesempatan untuk melakukan amalan-amalan besar.
7. Sabar dan Ridha
-Dalam kondisi sulit seperti sekarang, bersabar atas ujian dan ridha dengan ketentuan Allah adalah bentuk keimanan yang tinggi.
Allah tidak membebani seseorang di luar kemampuannya (QS. Al-Baqarah: 286). Maka dari itu, fokuslah pada amalan yang mungkin dilakukan dalam situasi saat ini. Semua amal, jika dilakukan dengan ikhlas, akan bernilai besar di sisi-Nya.
Doa Agar Mendapat Keutamaan Jihad:
اللَّهُمَّ ارْزُقْنِي أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُجَاهِدِينَ فِي سَبِيلِكَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ، وَاجْعَلْ كُلَّ عَمَلِي نُصْرَةً لِدِينِكَ.
Allahumma arzuqnī an akūna minal-mujāhidīna fī sabīlika bi-amwālihim wa-anfusihim, waj‘al kulla ‘amalī nuṣratan lidīnika.
“Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku kesempatan untuk menjadi bagian dari para pejuang di jalan-Mu dengan harta dan diriku, serta jadikanlah setiap amalanku sebagai penolong bagi agama-Mu.”