Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
لِيَمِيْزَ اللّٰهُ الْخَبِيْثَ مِنَ الطَّيِّبِ وَ يَجْعَلَ الْخَبِيْثَ بَعْضَهٗ عَلٰى بَعْضٍ فَيَرْكُمَهٗ جَمِيْعًا فَيَجْعَلَهٗ فِيْ جَهَـنَّمَ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ
“agar Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam Neraka Jahanam. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 37)
Allah mengalahkan mereka yang membelanjakan harta untuk menghalang-halangi orang dari jalan Allah dan mengumpulkan mereka di neraka jahannam
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah menjelaskan, bahwa Dia akan memberikan kemenangan kepada orang-orang mukmin dan memberikan kekalahan kepada orang-orang kafir. Maksudnya ialah untuk memisahkan golongan yang buruk dari yang baik dan menjadikan golongan yang buruk itu sebagai kesatuan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lain. Golongan yang baik ialah, mereka yang bergerak dibawah naungan agama tauhid dan berjuang untuk meninggikan kalimat Allah di bawah pimpinan Rasulullah untuk mewujudkan apa yang diperintahkan oleh Allah serta untuk menghancurkan segala sesuatu yang merintanginya.
Dan mencegah segala sesuatu yang menjadi larangan Allah serta menghancurkan segala sesuatu yang menyebabkan terjadinya larangan itu. Mereka ini berjuang dengan tenaga, pikiran dan harta benda untuk kepentingan agama. Sedang golongan yang buruk ialah mereka yang bergelimang dalam kemusyrikan dan menghalang-halangi agama Islam serta melanggar hukum-hukum Allah dan mengobarkan permusuhan dan kekejaman. Pemisahan antara kedua golongan tersebut merupakan suatu ketentuan yang berlaku terus. Sedang yang kekal ialah yang baik di antara kedua golongan.
اَنْزَلَ مِنَ السَّمَآءِ مَآءً فَسَا لَتْ اَوْدِيَةٌ بِۢقَدَرِهَا فَا حْتَمَلَ السَّيْلُ زَبَدًا رَّا بِيًا ۗ وَمِمَّا يُوْقِدُوْنَ عَلَيْهِ فِى النَّا رِ ابْتِغَآءَ حِلْيَةٍ اَوْ مَتَا عٍ زَبَدٌ مِّثْلُهٗ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْحَـقَّ وَا لْبَا طِلَ ۗ فَاَ مَّا الزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۚ وَاَ مَّا مَا يَنْفَعُ النَّا سَ فَيَمْكُثُ فِى الْاَ رْضِ ۗ كَذٰلِكَ يَضْرِبُ اللّٰهُ الْاَ مْثَا لَ
“Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah ia (air) di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti (buih arus) itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan tentang yang benar dan yang batil. Adapun buih, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada gunanya; tetapi yang bermanfaat bagi manusia, akan tetap ada di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan.”(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 17)
Allah juga menjelaskan bahwa golongan yang buruk itu akan ditumpuk menjadi satu tumpukan seperti barang-barang yang tidak berguna dan mereka akan dimasukkan ke dalam api neraka Jahanam. Mereka ini digambarkan oleh Allah sebagai orang-orang yang benar-benar merugi akibat harta benda dan jiwa mereka dikorbankan kepada perjuangan yang sia-sia. Mereka akan mengalami penyesalan yang tak berguna lagi, karena mereka tidak dapat melepaskan diri dari siksaan Allah yang sangat pedih itu.
Orang-orang yang Rugi: Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang memilih keburukan pada akhirnya akan menjadi orang yang rugi. Kerugian di sini bukan hanya di dunia tetapi, yang lebih penting, di akhirat. Mereka mungkin merasa mendapat keuntungan sesaat di dunia, namun pada akhirnya mereka akan kehilangan sesuatu yang jauh lebih berharga: kebahagiaan di akhirat. Peringatan dan Pengingat untuk Taubat: Ayat ini juga menjadi pengingat bagi orang-orang yang berbuat salah atau terjerumus dalam keburukan agar segera bertaubat dan kembali ke jalan yang benar sebelum terlambat. Allah selalu memberikan kesempatan bagi mereka yang mau memperbaiki diri dan meninggalkan keburukan.
Kesimpulannya, Al-Anfal ayat 37 mengajarkan kita tentang pentingnya membedakan antara yang baik dan yang buruk dalam hidup, serta memahami bahwa keburukan akan memiliki konsekuensi besar di akhirat. Ayat ini mendorong kita untuk selalu berusaha berada di pihak kebaikan dan menjauhi keburukan agar tidak menjadi orang yang rugi.
Ya Allah, berilah aku petunjuk untuk dapat melakukan amalan dan akhlak yang terbaik. Tidak ada yang dapat memberi petunjuk kepada yang terbaik kecuali Engkau. Dan jauhkanlah aku dari amalan serta akhlak yang buruk. Tidak ada yang dapat menjauhkanku dari yang buruk kecuali Engkau.