Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَوْ عَلِمَ اللّٰهُ فِيْهِمْ خَيْرًا لَّاَسْمَعَهُمْ ۗ وَلَوْ اَسْمَعَهُمْ لَـتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Dan sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentu Dia jadikan mereka dapat mendengar. Dan jika Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka berpaling, sedang mereka memalingkan diri.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 23)
Dalam hati mereka telah bersarang keingkaran dan kekafiran, sehingga sulit memahami seruan Rassul apalagi mengamalkannya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah memberikan pernyataan terhadap orang-orang munafik dan orang-orang musyrik bahwa andaikata mereka mempunyai kemauan untuk beriman dan harapan untuk mengikuti petunjuk yang disampaikan oleh Rasulullah, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Tetapi lantaran bakat mereka, untuk menerima petunjuk Allah telah dikotori dengan noda-noda kemusyrikan dan kenifakan, maka tidak ada jalan lain lagi untuk mengarahkan bakat-bakat mereka untuk menerima petunjuk.
Seumpama Allah menjadikan mereka dapat memahami seruan Rasul itu tentulah mereka enggan melaksanakan apa yang mereka dengar, apa lagi untuk mengamalkannya, karena di dalam hati mereka telah bersarang keingkaran dan kekafiran. Dari firman Allah itu dapat dipahami bahwa derajat orang yang mendengarkan seruan Rasul itu bertingkat-tingkat.
Semoga kita diberi kemudahan untuk mengikuti dan mentaati seruan rassul nabi Muhammad SAW;
“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan di atas agama-Mu, kelapangan dalam ketaatan kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad ﷺ dengan segala kemudahan dan taufik. Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang mendengarkan seruan, lalu mengikuti yang terbaik darinya. Berilah kami hati yang khusyuk dan akal yang bercahaya.”