Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖۤ اَنْجَيْنَا الَّذِيْنَ يَنْهَوْنَ عَنِ السُّوْٓءِ وَاَ خَذْنَا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا بِعَذَا بٍۢ بَـئِيْسٍ بِۢمَا كَا نُوْا يَفْسُقُوْنَ
Maka setelah mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang orang berbuat jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 165)
Azab Allah SWT ditimpakan kepada orang orang yang melupakan peringatan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Orang yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah pada hari Sabat itu disebut “Orang-orang yang melupakan peringatan”. Maksudnya ialah orang-orang yang tidak menghiraukan ancaman-ancaman Allah yang ditujukan kepada orang-orang yang ingkar kepada-Nya, tidak mengindahkan nasihat dan peringatan-Nya, dan tidak melaksanakan ajaran-ajaran-Nya. Bahkan telah berpaling dari ajaran itu. Seolah-olah mereka telah melupakannya dan tidak ada bekas sedikit pun dalam diri mereka tentang peringatan yang telah diberikan itu.
Karena itu, Allah menegaskan bagi mereka berlaku Sunnatullah, yaitu Allah menyelamatkan orang-orang yang taat kepada-Nya, dan mengazab orang-orang yang fasik dan durhaka, Allah menerangkan bahwa Bani Israil itu diazab bukanlah semata-mata karena kefasikan mereka yang melanggar ketentuan-ketentuan Allah pada hari Sabtu itu, tetapi juga perbuatan-perbuatan fasik yang selalu mereka kerjakan. Menurut Sunnatullah pula bahwa Dia mengazab orang-orang yang durhaka secara langsung di dunia, karena perbuatan dosa yang telah mereka lakukan, sebagaimana firman Allah swt:
Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun…. (an-Nahl/16: 61)
Dan Allah memaafkan sebagian besar kesalahan-kesalahan hamba-hamba-Nya seperti dalam firman-Nya:
Dan apa saja musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan banyak (dari kesalahan-kesalahanmu). (asy-Syura/42: 30)
Dalam ayat ini Allah akan langsung mengazab satu umat atau bangsa di dunia sebelum mereka menerima azab di akhirat, jika kezaliman umat atau bangsa itu besar pengaruhnya dan sukar menghilangkannya pada kehidupan manusia dan kemanusiaan, sebagaimana dinyatakan Allah dalam firman-Nya:
“Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksa-Nya.” (al-Anfal/8: 25)
Azab yang dimaksud telah ditimpakan kepada umat-umat yang terdahulu yang mengingkari seruan Nabi-nabi yang diutus kepada mereka.
Nabi diutus kepada semua manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan ;
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan… (Saba/34: 28)
… Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai ( Al-Quran kepadanya)… (al-Anam/6: 19)
فَذَكِّرْ اِنْ نَّفَعَتِ الذِّكْرٰ ى
“oleh sebab itu berikanlah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat,” (QS. Al-A’la 87: Ayat 9)
فَذَكِّرْ ۗ اِنَّمَاۤ اَنْتَ مُذَكِّرٌ
“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan,” (QS. Al-Ghasyiyah 88: Ayat 21).
Peringatan itu ada dari dalam dan peringatan dari luar; peringatan dari dalam rambut beruban, gigi mulai rontok, jalan sudah tidak tegak dan peringatan dari luar kematian kerabat, gempa bumi dll, banyak peringatan jangan sampai peringatan tidak berguna/tidak bermamfaat;
حِكْمَةٌ ۢ بَا لِغَةٌ فَمَا تُغْنِ النُّذُرُ
“(itulah) suatu Hikmah yang sempurna, tetapi peringatan-peringatan itu tidak berguna (bagi mereka),”(QS. Al-Qamar 54: Ayat 5).
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepeda kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.”(QS. Ali Imran ayat 8)