Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
فَعَقَرُوا النَّا قَةَ وَعَتَوْا عَنْ اَمْرِ رَبِّهِمْ وَ قَا لُوْا يٰصٰلِحُ ائْتِنَا بِمَا تَعِدُنَاۤ اِنْ كُنْتَ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
“Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, Wahai Saleh! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 77)
Menantang Tuhan sudah ada sejak nabi Saleh
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Setelah itu mereka berbuat durhaka dengan menyembelih unta dan menentang perintah-perintah Allah yang disampaikan kepada mereka oleh Nabi Saleh. Mereka memanggil seorang sesamanya untuk membunuh unta itu
فَنَا دَوْا صَا حِبَهُمْ فَتَعَا طٰى فَعَقَرَ
“Maka mereka memanggil kawannya, lalu dia menangkap (unta itu) dan memotongnya.” (QS. Al-Qamar 54: Ayat 29).
فَعَقَرُوْهَا فَقَا لَ تَمَتَّعُوْا فِيْ دَا رِكُمْ ثَلٰثَةَ اَ يَّا مٍ ۗ ذٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوْبٍ
“Maka mereka menyembelih unta itu, kemudian dia (Saleh) berkata, Bersukarialah kamu semua di rumahmu selama tiga hari. Itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.” (QS. Hud 11: Ayat 65)
Yang menyembelih satu orang tapi disebutkan mereka, ini menunjukkan semua setuju untuk membunuh unta tersebut. Hal mana menunjukkan perbuatan kejahatan (tindak pidana) seseorang, dipandang perbuatan pidana orang banyak apabila orang yang melakukan pidana itu atas persetujuan orang banyak atau perintah mereka. Maka tanggung jawab atas tindak pidana itu dipikulkan kepadanya dan orang banyak secara bersama-sama, dan azab ditimpakan kepada mereka. Mereka kemudian menantang Nabi Saleh agar mendatangkan azab yang dijanjikan kepada mereka, yaitu azab Allah, jika benar-benar Saleh utusan Allah yang menyampaikan ancaman dari Allah.
Orang orang yang menantang Allah selalu hadir pada zamannya, selain mengingkari ayat ayat Allah mereka menantang Allah untuk mengazab mereka.
Ayat lain yang memperlihatkan orang musryk menantang Allah SWT;
وَإِذْ قَالُوا۟ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
“Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata: “Ya Allah, jika betul (Al Quran) ini, dialah yang benar dari sisi Engkau, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih”. (QS Al-Anfal Ayat 32)
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI / Surat Al-Anfal Ayat 32 menjelaskan bahwa Mereka bukan hanya melecehkan rasulullah dan Al-Qur’an yang diturunkan kepadanya, tetapi juga menantang Allah. Dan ingatlah wahai nabi Muhammad, ketika mereka, yakni orang-orang musyrik berkata guna mengelabui orang lain seakan-akan apa yang mereka ucapkan tentang Al-Qur’an memang benar dan sesuai keyakinan mereka, ya Allah, jika Al-Qur’an yang dibawa oleh Muhammad ini benar wahyu dari sisi engkau, maka hujanilah kami dengan batu-batu yang benar-benar turun, atau batu-batu sebanyak hujan dari langit, atau kalau siksa itu bukan berupa batu, maka datangkanlah kepada kami azab yang pedih.
Akan tetapi permohonan mereka yang bersifat menantang itu, tidak segera dikabulkan oleh Allah, sebab dengan hikmah-Nya Allah sekali-kali tidak akan menghukum mereka sekarang dengan siksa duniawi yang berat dan memusnahkan, selama engkau nabi Muhammad berada di antara mereka dengan harapan mereka menyambut seruanmu itu. Dan sekali-kali tidaklah pula Allah akan menghukum mereka secara mantap dan langgeng di masa yang akan datang, sedang mereka masih memohon ampunan, menyadari dan meninggalkan kekeliruan mereka.
Kalau sekarang orang menantang Allah SWT, dan Allah SWT tidak langsung mengazabnya padahal nabi Muhammad SAW sudah tidak ada, tapi selama ajaran nabi Muhammad banyak yang menjalankannya, Allah SWT tidak akan mengazabnya.
سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِqqيْرُ
“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)