Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لَ الَّذِيْنَ اسْتَكْبَرُوْۤا اِنَّا بِا لَّذِيْۤ اٰمَنْتُمْ بِهٖ كٰفِرُوْنَ
“Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 76)
Tidak mengakui kerasulan Nabi Saleh
Dalam tafsir ringkas Kementrian Agama RI; Menanggapi perkataan orang-orang yang beriman, orang-orang yang menyombongkan diri dari kaum Nabi Saleh berkata masih dengan nada ejekan dan penolakan, “Sesungguhnya kami mengingkari dan tidak mempercayai sama sekali apa yang kamu, wahai orang-orang yang lemah, percayai.” Mereka menyatakan pengingkaran terhadap apa yang diimani kaum yang lemah itu dan menghindari untuk menyatakan ingkar kepada apa yang dibawa Nabi Saleh, karena khawatir adanya kesan seolah-seolah mereka mengakui kerasulan Nabi Saleh.
Iman kepada rasul memiliki arti meyakini dan memercayai bahwa Allah SWT mengutus kepada tiap umat seorang dari kalangan mereka yang menyeru untuk beribadah kepada Allah semata.
Umat Islam diwajibkan beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT karena termasuk orang yang sempurna (insani kamil), memiliki sifat terjaga dari segala perbuatan dosa (maksum), serta apa yang disampaikan merupakan wahyu Allah dan bukan hawa nafsu sendiri.
Dalam Quran surat Al An’am ayat 48 Allah SWT berfirman
: وَمَا نُرْسِلُ الْمُرْسَلِيْنَ اِلَّا مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَۚ فَمَنْ اٰمَنَ وَاَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
Para rasul yang Kami utus itu adalah untuk memberi kabar gembira dan memberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Juga sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Jibril yang terkenal, ketika ditanya tentang iman, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab :
أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْقَدَرِ كُلِّهِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ
Beriman kepada Allah, malaikatNya, kitab-kitab suciNya, para RasulNya dan hari akhirat serta taqdir yang baik dan yang buruk.
Dalam hadits ini, Rasulullah menjadikan iman kepada para rasul termasuk salah satu rukun iman. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: “Satu keharusan dalam iman, (yaitu) seorang hamba beriman kepada Allah, Malaikat, kitab-kitab suciNya, para RasulNya dan hari akhir. Dia harus beriman kepada seluruh rasul yang diutus dan seluruh kitab suci yang diturunkan.
Tidak beriman kepada salah satu rassul sama dengan tidak mempercayai salah satu ayat al Quran karena dalam al Quran sendiri setiap rassul disebutkan dalam al Quran, nabi Saleh saja dalam al Quran disebutkan sebanyak 9 kali.
Nabi Saleh dapat memunculkan unta betina yang sedang hamil 10 bulan dari batu besar yang terbelah. Ia diutus berdakwah menyerukan kepada kaum Samud agar mau menyembah dan bertakwa kepada Allah SWT.
سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا غُفْرَا نَكَ رَبَّنَا وَاِ لَيْكَ الْمَصِيْرُ
Sami’na wa atho’na ghufronaka robana wa ilaykal mashir
“Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 285)