Setiap Perbuatan Dosa akan Diberi Balasan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَذَرُوْا  ظَاهِرَ  الْاِ ثْمِ  وَبَا طِنَهٗ  ۗ اِنَّ  الَّذِيْنَ  یَکْسِبُوْنَ  الْاِ ثْمَ  سَيُجْزَوْنَ  بِمَا  كَا نُوْا  يَقْتَرِفُوْنَ

“Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sungguh, orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 120)

Jangan berbuat dosa, setiap perbuatan dosa akan diberi balasan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah melarang kaum Muslimin berbuat dosa, baik yang tampak dalam perilaku maupun yang tersembunyi. Dosa-dosa yang tampak ialah yang dilakukan oleh manusia dengan mempergunakan anggota badannya, sedang dosa-dosa yang tersembunyi ialah yang tercermin dalam sikap dan hal lain yang tidak ditampakkan (perbuatan buruk yang disembunyikan), seperti menyombongkan diri, merencanakan kejahatan dan penipuan kepada manusia. Allah menyatakan dengan tegas, bahwa semua dosa harus ditinggalkan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi dan Allah memberikan ancaman bahwa siapa pun yang berbuat dosa akan ditimpa siksaan yang berat, sebagai akibat dari pelanggaran-pelanggaran yang dilakukannya, dengan cara sengaja dan terang-terangan.

Adapun orang-orang yang berbuat dosa dan kejahatan karena kebodohan, kemudian mereka berhenti dengan melaksanakan tobat yang sungguh-sungguh, maka terhadap mereka, Allah akan memberikan ampunan dan menghapus dosa-dosanya, karena mereka telah berbuat kebajikan sebagai bukti tobatnya.

Berbuat dosa dapat merugikan diri sendiri, orang lain, atau masyarakat secara keseluruhan.
Berbuat dosa dilarang oleh agama bukan berdosa pada saat melakukannya tapi perbuatan dosa juga bisa membuat kecanduan orang berbuat dosa, orang yang biasa berbohong seperti nyaman dengan kebiasaan bohongnya, minum khamar, berzina, mencuri dan perbuatan dosa dosa lainya, seperti berulang karena seperti ada kecanduan.

Sebenarnya manusia mahluk yang tidak luput dari perbuatan dosa tapi yang terbaik, berbuat dosa langsung bertobat, dan Allah juga bukan mencintai orang yang tidak pernah berbuat dosa, tapi mencintai orang yang bertobat.

اِنَّ  اللّٰهَ  يُحِبُّ  التَّوَّا بِيْنَ  وَيُحِبُّ  الْمُتَطَهِّرِ يْنَ

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 222)

Rasulullah SAW menyebutkan, segala perbuatan dosa sebaik-baiknya selalu diiringi dengan amalan-amalan yang baik agar dosa yang diperbuat gugur.

“Bertakwalah kamu di manapun kamu berada. Bila kamu berbuat kejahatan, segera iringi dengan perbuatan baik, sehingga dosamu terhapus lalu pergauliah manusia dengan akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi).

وَاَ قِمِ  الصَّلٰوةَ  طَرَفَيِ  النَّهَا رِ  وَزُلَـفًا  مِّنَ  الَّيْلِ  ۗ اِنَّ  الْحَسَنٰتِ  يُذْهِبْنَ  السَّيِّاٰتِ  ۗ ذٰلِكَ  ذِكْرٰ ى  لِلذّٰكِرِ يْنَ

“Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).” (QS. Hud 11: Ayat 114)

Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan.

Doa penghapus dosa yang bisa kita amalkan:

Allahumma anta rabbi la ilaha illa anta, khalaqtani wa ana abduka wa ana ‘ala ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’udzu bika min syarri ma shana’tu, abu’u laka bini’matika ‘alayya wa abu’u bidzanbi faghfirli fa innahu laa yaghfirudz dzunuba illa anta.

“Ya Allah, Engkau adalah lah Tuhanku, tiada tuhan selain Engkau yang telah menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu dan aku berada di atas sumpahku dan janjiku kepada-Mu semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang aku lakukan. Aku mengakui atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku dan aku mengakui dosa (yang aku perbuat). Maafkanlah aku. Sesungguhnya tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa selain Engkau”