Orang Nasrani Melanggar dan Mengingkari Perjanjian

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَمِنَ  الَّذِيْنَ  قَا لُوْۤا  اِنَّا  نَصٰرٰۤى  اَخَذْنَا  مِيْثَا قَهُمْ  فَنَسُوْا  حَظًّا  مِّمَّا  ذُكِّرُوْا  بِهٖ  ۖ فَاَ غْرَ يْنَا  بَيْنَهُمُ  الْعَدَاوَةَ  وَا لْبَغْضَآءَ  اِلٰى  يَوْمِ  الْقِيٰمَةِ  ۗ وَسَوْفَ  يُنَبِّئُهُمُ  اللّٰهُ  بِمَا  كَا نُوْا  يَصْنَعُوْنَ

“Dan di antara orang-orang yang mengatakan, Kami ini orang Nasrani, Kami telah mengambil perjanjian mereka, tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian pesan yang telah diperingatkan kepada mereka, maka Kami timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka hingga hari Kiamat. Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 14)

Nasrani = Yahudi melanggar dan mengingkari perjanjian

Dalam tafsir Ibnu Katsir, Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir menjelaskan bahwa di antara orang-orang yang mengakui dirinya Nasrani meng­ikuti Isa ibnu Maryam a.s., padahal kenyataannya mereka tidak demi­kian, telah kami ambil janji atas diri mereka untuk mengikuti Rasulullah Saw. dan menolongnya, mendukungnya, dan mengikuti jejaknya, mau beriman kepada semua nabi yang telah diutus oleh Allah ke bumi ini. Tetapi mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Dengan kata lain, mereka melanggar dan mengingkari perjanjian tersebut. Karena itulah disebutkan dalam firman selanjutnya:

…tetapi mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang me­reka telah diberi peringatan dengannya, maka Kami timbulkan di antara mereka permusuhan dan kebencian sampai hari kiamat.

Maksudnya, Kami timpakan atas mereka kebencian dan permusuhan di antara mereka, sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain, dan yang demikian itu masih terus berkelanjutan hingga hari kiamat. Demikian pula golongan Nasrani dengan berbagai sekte-sektenya masih senantiasa saling membenci dan saling memusuhi, mengalirkan sebagian dari mereka terhadap sebagian yang lain, dan mengutuk se­bagian dari mereka terhadap sebagian yang lain.

Setiap sekte dari mereka mengharamkan sekte lainnya dan melarang mereka memasuki tempat peribadatannya. Sekte Malikiyah mengafirkan sekte Ya’qubiyah, demikian pula yang lainnya. Hal yang sama dilakukan oleh sekte Nusturiyah dan Al-Aryusiyah, masing-masing golongan mengafirkan golongan lain di dunia ini hingga hari para saksi bangkit nanti (yakni hari kiamat).

Kemudian Allah Swt. berfirman:

Dan kelak Allah akan memberitakan kepada mereka apa yang selalu mereka kerjakan.

Di dalam ayat ini terkandung ancaman dan kecaman yang tegas ditu­jukan kepada orang-orang Nasrani yang telah melakukan kedustaan terhadap Allah dan Rasul-Nya, dan perbuatan mereka yang berani menisbatkan kepada Allah hal-hal yang Allah Mahatinggi lagi Maha­suci dari hal-hal itu dengan ketinggian yang setinggi-tingginya. Yaitu mereka menjadikan bagi Allah istri dan anak, Mahatinggi Allah lagi Mahasuci Tuhan Yang Maha Esa yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu, tidak diperanakkan, dan tidak beranak, serta tiada seorang pun yang menyerupai-Nya.

Sedangkan dalam tafsir Quraish Shihab, Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa Allah juga mengambil perjanjian dari orang-orang Nasrani yang berkata, “Dengan beriman kepada Injîl dan dengan mengakui konsep keesaan Tuhan, kami adalah orang-orang Nasrani.” Tetapi kemudian mereka melupakan sebagian besar dari apa yang diperintahkan kepada mereka dalam Injîl. Allah akan menyiksa mereka dengan menimbulkan permusuhan di antara mereka, sehingga mereka menjadi beberapa kelompok yang saling bermusuhan sampai hari kiamat nanti. Allah akan memberitahukan apa yang mereka perbuat dan akan memberi balasannya.

Nasrani, termasuk yang telah sesat.
“Mereka telah sesat sebelum (kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus” (Al-Maidah: 77).

صِرَا طَ  الَّذِيْنَ  اَنْعَمْتَ  عَلَيْهِمْ  ۙ غَيْرِ  الْمَغْضُوْبِ  عَلَيْهِمْ  وَلَا  الضَّآلِّيْنَ
“(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 7)

Djumhur ulama sepakat bahwa; orang-orang Yahudi adalah mereka yang dimurkai, dan orang-orang Nasrani adalah orang-orang yang sesat’

Doa supaya teguh dalam Islam

رَبَّنَا  لَا  تُزِغْ  قُلُوْبَنَا  بَعْدَ  اِذْ  هَدَيْتَنَا  وَهَبْ  لَنَا  مِنْ  لَّدُنْكَ  رَحْمَةً  ۚ اِنَّكَ  اَنْتَ  الْوَهَّا بُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 8)