Aktivitas siswa di sekolah dan pesantren (70)

Ironi Pendidikan di Indonesia

Potret pendidikan di Indonesia yang mungkin pernah anda rasakan juga ketika bersekolah di sekolah anda selama ini. Indonesia merupakan negara yang unik dengan keragaman budayanya, kami selaku orang orang yang sudah pernah merasakan sekolah pasti memiliki cerita cerita menarik selama di sekolah. Tidak seperti kakek dan nenek kami semua yang lahir sebelum kemerdekaan Indonesia yang menceritakan betapa susahnya dalam mencari sekolah dan mengakses sekolah, di era pasca kemerdekaan Indonesia sekolah sudah mulai bisa dirasakan setiap orang yang “beruntung”, apalagi di era revolusi industri 4.0 seperti saat ini sudah banyak orang yang paham betul pentingnya fungsi sekolah dan pendidikan di Indonesia. Ditambah lagi jenis dan fungsi sekolah di Indonesia yang tergolong banyak pilihan, anak akan menjadi apa akan seperti apa dan akan mendapatkan ilmu yang seperti apa tinggal pilih saja sesuai dengan bajet yang orang tua miliki, jika anda orang yang kurang beruntung karena tidak memiliki materi yang kuat anda bisa masuk ke sekolah negeri yang notabene “gratis” secara pendaftaran meskipun masih banyak uang lain lain yang harus dikeluarkan untuk menunjang kesejahteraan guru yang mungkin masih kurang.

Kami tidak bisa memungkiri juga jika itu memang realita yang ada di pendidikan Indonesia saat ini. Ditambah di beberapa sekolah ada hal yang menjadi ironi pendidikan di negara Indonesia, ironi yang mungkin pernah anda rasakan juga selama di sekolah lantas ironi apa sajakah itu? berikut penjelasannya.

Pertanyaan dan jawaban dari siswa sering tidak diapresiasi

Ada pepatah yang mengatakan bahwa malu bertanya sesat di jalan. Tapi kadang apa yang siswa tanyakan malah membuat siswa merasa menjadi orang yang tersesat. Mungkin itu ungkapan yang layak kami ungkapkan ketika kami bersekolah di salah satu sekolah di masa lalu. Bahkan hal ini masih dibawa hingga saat ini. Seperti ketika ada anak siswa yang tidak mengerti akan sebuah pelajaran kemudian anak tersebut menanyakan kepada guru yang mengajar hal yang normal dilaksanakan di kelas dan yang menjadi ironi adalah beberapa oknum guru malah membalas pertanyaan siswa dengan hal yang kurang pantas atau tepatnya tidak diberikan apresiasi. 

patrick

Hal seperti ini yang membuat menjadi trauma tersendiri bagi siswa, terkadang siswa itu membutuhkan waktu lama untuk memberanikan diri untuk bisa bertanya jika guru membalas dengan hal seperti itu hanya membuat sebuah hal kecil itu menjadi jelek. Hal ini berdampak pada psikologis siswa bahwa mereka merasa percuma untuk bertanya jika respon gurunya saja tidak baik. Hal sederhana seperti ini yang kadang tidak terpikirkan oleh guru. Kita menganggap semua itu secara manusiawi, guru juga manusia tapi yang namanya guru dan orang dewasa sebisa mungkin untuk bisa profesional di bidangnya sebagai tenaga didik, maka penting bagi mereka juga untuk mendapatkan apresiasi sesuai dengan pekerjaannya.

Teman sekelas yang kadang mencemooh yang mungkin dengan nada bercanda tapi tetap saja itu hal yang tidak baik dilakukan

Pentingnya attitude itu seperti ini, dalam sebuah kasus ketika di dalam kelas seorang guru kadang menyuruh siswanya untuk kedepan kelas untuk mengisi pertanyaan dengan jawaban yang sudah mereka tulis. Dalam beberapa kasus yang sering terjadi di sekolah adalah ketika ada siswa yang mengisi dengan jawaban yang salah, teman temannya dengan nada bercanda banyak yang berteriak dan bersorak bahwa itu salah. Hal simpel dan sederhana tapi itu membuat anak yang ke depan mereka akan down dan merasa mereka bodoh. Padahal hal seperti ini lumrah, manusia itu tidak luput dari kesalahan begitu juga manusia itu memiliki skill masing masing. Bisa jadi seorang anak tidak pandai dalam menghitung tapi mereka bisa hafal atau pandai dalam olahraga dan hal lainnya. Maka dari itu attitude adalah hal paling penting dalam pendidikan dibalik itu apresiasi bagi guru juga penting karena dengan guru yang makmur dan sejahtera pendidikan di sekolah pun akan berjalan dengan semestinya.

Pertanyaan yang tidak berfaedah yang selalu terlantunkan di saat presentasi

EISpWDxXkAE2FXE

Hal ini yang kadang menjadi hal yang menjadi ironi di pendidikan di negara kita yaitu pertanyaan yang unfaedah yang ditanyakan teman kepada teman mereka yang sedang melakukan presentasi dengan alasan karena guru mereka akan memberikan “nilai” tambahan bagi mereka yang bertanya dan bisa menjawab pertanyaan temannya. Memang metode pembelajaran seperti ini baik, tapi filter ini harus diterapkan guru kepada siswanya di kelas dan ini penting. Agar pertanyaan pertanyaan yang “receh” dan menjadikan itu bercandaan tidak hadir dalam sebuah presentasi. Seperti “Dalam sebuah komputer terdapat beberapa komponen yang bisa membuat komputer berjalan dengan baik, lantas komponen ini apa dan fungsinya apa? (sembari menunjuk kepada komponen kecil yang ada di Motherboard) Simpel, receh tapi itu tidak berfaedah. Bahkan beberapa anak menjadikan itu sebagai bahan mereka untuk menekan teman teman mereka yang sedang berpresentasi di depan kelas apakah itu bagus? jelas tidak !

Guru yang selalu menggunakan metode pembelajaran yang sederhana tapi tidak efektif

Hal yang terakhir adalah banyak guru yang selalu berada di zona nyaman dan menyuruh anak didiknya untuk keluar dari zona nyaman. Ini Ironi yang memang sering terjadi di pendidikan kita saat ini. Alasannya simpel, karena guru gaptek atau karena guru yang malas untuk memaksimalkan fasilitas yang ada. Jika seperti ini yang ada adalah guru akan mengajar seadanya dan anak akan mendapatkan pendidikan seadanya.

Al Masoem sebagai sekolah yang memfilter beberapa hal yang merugikan siswa

aktivitas siswa di sekolah dan pesantren (17)

Al Masoem selalu memfilter hal hal yang akan merugikan siswa dengan beberapa hal seperti penyeragaman pemahaman visi misi, penyeragaman dalam menindak siswa yang bermasalah dan penyeragaman dalam memberikan metode pembelajaran yang layak dan bijak sesuai dengan kemampuan guru itu sendiri. Guru Al Masoem juga dibagi menjadi 2 yaitu Guru dan Guru Tetap Yayasan. Guru Tetap Yayasan ini harus memiliki metode yang sangat bagus dan harus mampu mengikuti perkembangan zaman, seperti menggunakan metode internet sebagai bahan pembelajaran, slide presentasi dan berbagai macam hal lainnya. Ini berguna agar guru tidak gaptek dan agar guru bisa memaksimalkan potensi siswanya dengan baik agar ironi pendidikan di Indonesia seperti yang kami rasakan dulu tidak bisa dirasakan oleh siswa dan santri Al Masoem.