Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا ضَرَبْتُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ فَتَبَـيَّـنُوْا وَلَا تَقُوْلُوْا لِمَنْ اَ لْقٰۤى اِلَيْكُمُ السَّلٰمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا ۚ تَبْـتَـغُوْنَ عَرَضَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۖ فَعِنْدَ اللّٰهِ مَغَا نِمُ كَثِيْرَةٌ ۗ كَذٰلِكَ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلُ فَمَنَّ اللّٰهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَـيَّـنُوْا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah (carilah keterangan) dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu, Kamu bukan seorang yang beriman, (lalu kamu membunuhnya) dengan maksud mencari harta benda kehidupan dunia, padahal di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu, lalu Allah memberikan nikmat-Nya kepadamu, maka telitilah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 94).
Allah meminta orang-orang yang berperang di daerah musuh agar teliti kepada siapa pun yang mereka temui; tidak begitu saja menuduhnya tidak beriman. Hal ini bertujuan melindungi darah setiap mukmin agar tidak ditumpahkan tanpa sebab yang dibenarkan oleh syariat
Firman Allah SWT dalam ayat ini ditujukan kepada orang-orang mukmin, bahwa apabila mereka pergi ke daerah kaum kafir untuk berperang, maka hendaklah mereka bersikap hati-hati dan teliti terhadap orang-orang yang mereka temui, dan jangan tergesa-gesa menuduhnya sebagai “orang yang tidak beriman”, lalu membunuhnya. Lebih-lebih apabila orang yang ditemui itu telah mengucapkan “Assalamualaikum”, yaitu ucapan secara Islam, maka orang tersebut tidak boleh dituduh “kafir” sebagai alasan untuk membunuhnya karena ucapan salamnya itu menunjukkan bahwa ia telah tunduk kepada agama Islam menurut lahirnya.
Allah SWT memerintahkan kepada orang-orang mukmin agar mengadakan penelitian lebih dahulu sebelum membunuh seseorang yang dianggapnya musuh, agar jangan sampai membunuh seseorang yang telah menganut agama Islam. Apalagi jika pembunuhan itu dilakukan hanya karena keinginan untuk memiliki harta bendanya. Allah SWT memperingatkan bahwa orang-orang mukmin tidak boleh berbuat demikian, sebab ia telah menyediakan rahmat yang banyak bagi orang-orang yang beriman kepada Nya dan mematuhi segala ketentuan-ketentuan-Nya.
Sesudah itu Allah SWT memperingatkan pula kepada orang mukmin bahwa merekapun dulunya, pada waktu mereka mula-mula memeluk agama Islam, menyembunyikan imannya. tetapi mereka mengucapkan salam ! “Assalamualaikum” bila berjumpa dengan orang-orang mukmin yang telah ! lebih dahulu memeluk agama Islam. Dan hal itu mereka lakukan untuk memberitahukan bahwa mereka telah memeluk agama Islam.
Dengan demikian, mereka mengharapkan keamanan diri, keluarga dan harta benda dari kaum muslimin yang telah masuk Islam lebih dahulu. Apabila mereka dulunya telah berbuat demikian, dan Allah SWT telah memberikan keamanan yang mereka inginkan itu, maka sewajarnya pulalah mereka menghormati orang-orang yang berbuat semacam itu terhadap mereka, dan tidak tergesa-gesa menuduh seseorang sebagai musuh Islam, lalu membunuhnya, dan merampas harta bendanya. Pada akhir ayat ini, Allah SWT memperingatkan bahwa Dia senantiasa mengetahui segala perbuatan hamba-Nya dan Dia akan memberinya balasan -yang setimpal, baik atau buruk.
ISLAMABAD, SELASA — Bom bunuh diri di sebuah masjid kompleks polisi di Peshawar, Pakistan, Senin (30/1/2023), menewaskan sedikitnya 100 orang. Otoritas Pakistan mengakui kecolongan atas serangan bom itu. Mereka tengah menyelidiki bagaimana pengebom bisa menembus penjagaan di kompleks kepolisian tersebut….
Bom bunuh diri terjadi pelaku tidak memahami QS An Nisa 92. – 94, larangan membunuh terhadap sesama manusia.
Semoga Islam menjadi Rahmatan lil allamin, menciptakan kedamaian bagi seluruh umat manusia.