Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Kurikulum merdeka menjadi kurikulum kita di Indonesia, ya kurikulum kita berganti sesuai dengan siapa pemimpinnya. Unik memang tapi begitulah adanya, setiap orang memiliki pola pikir tersendiri yang jadi pertanyaan mana yang paling baik untuk bangsa ini saat ini? Apakah perlu kurikulum mendapatkan perubahan setiap waktu? Kami secara pribadi menganggap perlu, tapi dengan penyamarataan kepada setiap sekolah khususnya sekolah negeri agar bisa memfasilitasi setiap sekolah supaya program kurikulum pemerintah ini bisa berjalan dengan baik dan merata.
Dalam beberapa kasus di beberapa sekolah negeri menganggap bahwa kurikulum merdeka belajar hanya gimmick yang realitanya tidak ada perubahan sama sekali terutama dari cara guru mengajar. Unik memang, beberapa guru beranggapan bahwa kurikulum merdeka belajar hanya perubahan nama dari KURTILAS yang di ganti jadi Merdeka belajar. Bahkan beberapa guru yang pernah ikut serta ke dalam pelatihan guru penggerak pernah berbicara tentang kurikulum yang berlaku di sekolah kami di Al Masoem, kami menjelaskan bahwa Al Masoem menggunakan kurikulum Merdeka Belajar sama seperti yang Bapak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Indonesia.

Pada dasarnya beberapa sekolah kadang memang “kurang melek” akan kurikulum karena beberapa faktor salah satunya adalah kurangnya dukungan manajemen sekolah dalam menentukan suksesnya sebuah kurikulum terutama kurikulum merdeka. Kenapa itu bisa? Bisa saja jika kepala sekolah saja tidak paham makna dari kurikulum yang berlaku saat ini. Ini yang penting dan perlu digaris bawahi, bahwa sukses atau tidaknya sebuah sekolah adalah dari bagaimana cara manajemen sekolah menanggapi secara serius sebuah perubahan. Jangan sampai ada kekeliruan.
Tujuan utama kenapa bapak Nadiem Makarim menjadikan kurikulum merdeka belajar menjadi kurikulum yang harus diikuti oleh semua sekolah adalah agar wajah pendidikan kita bisa belajar dengan nyaman, tidak terkekang oleh tembok kelas, anak siswa diberikan kebebasan berekspresi sesuai dengan hal yang ingin mereka pelajari, jadi tidak akan ada penjurusan lebih kepada peminatan siswa terhadap sebuah pelajaran. Manfaat dari kurikulum merdeka belajar bagi siswa adalah mereka bisa mendapatkan pengalaman belajar di dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Suksesnya kurikulum merdeka belajar ini juga didampingi karena 4 faktor. Dan 4 Faktor Penentu Kesuksesan Kurikulum Merdeka belajar adalah sebagai berikut :
Kepala sekolah menjadi bagian utama dalam suksesnya kurikulum mereka belajar di sekolah. Karena jika sekolah saja tidak memahami dan tidak mengerti akan kurikulum mereka belajar bagaimana guru dan segenap manajemen sekolah bisa menjalankan perannya untuk mengajar? Karena kepala sekolah adalah promotor dalam setiap sekolah sehingga keberadaannya memang dibutuhkan untuk berjalannya setiap program dan kurikulum yang ada di sekolah.
Faktor kedua adalah Guru. Guru harus bisa menjalankan kurikulum yang berlaku di setiap sekolah. Ini penting karena setiap guru memiliki metode mengajar yang berbeda beda. Memang itu menjadi nilai lebih tapi guru juga harus paham akan sebuah kurikulum yang berlaku di sekolahnya. Artinya tidak hanya siswa yang belajar tapi guru juga belajar lagi. Biasanya juga setiap guru akan diberikan pelatihan secara online tentang implementasi kurikulum merdeka belajar. Pelatihan sendiri biasanya dilaksanakan oleh komunitas belajar atau bahkan oleh dinas pendidikan.

Faktor ke 3 adalah peserta didik atau siswa yang ikut belajar. Karena pada dasarnya kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Perubahan dari teacher-sentris ke student-sentris; dari materi ajar sebagai objek pembelajaran menjadi materi ajar sebagai sarana belajar-refleksi. Pada kurikulum ini peserta didik akan lebih aktif untuk memaksimalkan setiap minat dan bakatnya maka dari itu Aktivitas Peserta didik menjadi salah satu faktor penentu suksesnya kurikulum merdeka belajar di sekolah.
Faktor keempat jelas fasilitas sekolah yang mendukung. Karena konsep kurikulum merdeka adalah sekolah tak terbatas dinding kelas yang artinya siswa bisa ambil kelas lain jika mereka tidak berminat pada pelajaran tertentu maka penting untuk setiap sekolah memiliki fasilitas sekolah yang baik dan layak digunakan untuk pembelajaran. Tidak hanya kelas tapi juga fasilitas lainnya seperti lab komputer yang layak, Lab IPA yang layak, dan Lapangan dan berbagai macam fasilitas lainnya yang layak juga.
Al Ma’soem menggunakan kurikulum merdeka belajar sebagai kurikulum utama baik itu untuk siswa SD, SMP dan SMA yang berbeda adalah Al Masoem menyempurnakannya dengan kurikulum khas Al Ma’soem yaitu kurikulum yang mengedepankan pendidikan karakter siswanya. Kurikulum pendidikan karakter ini berlaku sudah sejak lama bahkan jauh sebelum kurikulum merdeka belajar berlaku di Indonesia. Kurikulum Al Ma’soem juga 11-12 dengan kurikulum merdeka belajar yaitu memaksimalkan potensi dan minat serta bakat siswa secara maksimal dengan program sekolah. Yang berbeda hanya dari cara pembagian pembelajaran di sekolah yang dimana dalam kurikulum merdeka belajar ada 7 mata pelajaran inti dan masih menggunakan penjurusan sebagai bahan pilihan siswa. Tapi dengan kurikulum merdeka belajar ini siswa bisa memiliki tujuan yang lebih terperinci, yaitu sesuai dengan minat dan bakat mereka masing masing.