Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

Pendidikan di sekolah tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Lebih dari itu, sekolah memiliki peran penting dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu tumbuh menjadi pribadi yang memiliki nilai moral, tanggung jawab, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya. Hal tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam pendidikan di SMP Al Ma’soem yang memiliki konsep pembentukan generasi melalui tiga karakter utama, yaitu CAGEUR, BAGEUR, dan PINTER.
Dalam konsep tersebut, CAGEUR memiliki makna takwa, disiplin, dan tangguh, sedangkan PINTER bermakna cerdas, adaptif, dan mandiri. Di antara ketiganya terdapat karakter BAGEUR, yang dimaknai sebagai Akhlak, Jujur, dan Manfaat. Ketiga nilai tersebut menjadi bagian dari arah pembentukan karakter siswa di SMP Al Ma’soem.
Lalu, apa sebenarnya makna BAGEUR dan bagaimana nilai tersebut diterapkan dalam budaya sekolah SMP Al Ma’soem?
Istilah BAGEUR dalam konsep pendidikan SMP Al Ma’soem tidak berdiri sendiri. BAGEUR menjadi salah satu bagian dari tujuan membentuk generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mempunyai karakter yang baik. Dalam materi SMP Al Ma’soem, BAGEUR secara langsung dijelaskan melalui tiga nilai utama, yaitu akhlak, jujur, dan manfaat.
Nilai tersebut menjadi penting karena kemampuan akademik perlu berjalan bersama dengan sikap dan perilaku. Seorang siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami pelajaran, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan di sekolah dapat menjadi proses yang menyentuh aspek pengetahuan sekaligus pembentukan kepribadian.
SMP Al Ma’soem sendiri menggunakan konsep Future Skills sebagai bagian dari arah pembentukan generasi. Sekolah juga menerapkan Kurikulum Holistik, kelas internasional, program tahfidz, 10 kokurikuler, peminatan olimpiade, serta program beasiswa akademik dan nonakademik.
Dalam konteks tersebut, BAGEUR dapat dipahami sebagai nilai yang membantu siswa menggunakan kemampuan dan keterampilan yang dimilikinya secara positif.
Unsur pertama dalam BAGEUR adalah akhlak. Dalam lingkungan pendidikan, akhlak berkaitan dengan bagaimana siswa bersikap dan berperilaku terhadap orang lain, baik kepada guru, teman, keluarga, maupun lingkungan.
Pembentukan akhlak di SMP Al Ma’soem tidak hanya ditempatkan sebagai teori. Salah satu pendukungnya terlihat dari adanya program Tahfidz minimal 3 juz, shalat wajib berjamaah, dan Dhuha bersama. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang tercantum dalam materi khusus SMP Al Ma’soem.
Selain itu, bagi siswa yang mengikuti pembelajaran pesantren, terdapat materi seperti Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Keberadaan pembelajaran tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter memiliki keterkaitan dengan pembelajaran keagamaan. Nilai akhlak kemudian diharapkan tidak hanya dipahami sebagai materi pembelajaran, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan siswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari di sekolah.
Dengan demikian, akhlak dalam BAGEUR dapat dimaknai sebagai upaya membangun kebiasaan berperilaku baik dan menjalankan nilai-nilai positif dalam kehidupan sekolah.
Nilai kedua dalam BAGEUR adalah jujur. Kejujuran merupakan salah satu sikap penting dalam proses pendidikan karena berkaitan dengan tanggung jawab siswa terhadap proses belajar dan perilakunya sendiri.
Budaya kejujuran di sekolah dapat dibangun melalui berbagai situasi yang dihadapi siswa. Salah satunya adalah ketika mengerjakan tugas dan mengikuti proses evaluasi pembelajaran. Siswa tidak hanya dituntut untuk mendapatkan hasil, tetapi juga menjalani proses secara benar.
Dalam materi SMP Al Ma’soem, sistem kedisiplinan disebut menggunakan sistem poin dan tidak menerapkan sanksi fisik. Materi tersebut juga menyebutkan bahwa pelanggaran tertentu seperti narkoba, asusila, mencontek, tindakan kriminal, serta menjadi pemukul pertama mendapatkan sanksi tanpa tahapan.
Penyebutan tindakan mencontek secara khusus menunjukkan bahwa kejujuran menjadi bagian yang diperhatikan dalam budaya sekolah. Kejujuran bukan sekadar berkata benar, tetapi juga menjalankan proses belajar tanpa mengambil jalan yang tidak sesuai dengan aturan.
Dengan membiasakan siswa untuk jujur, sekolah membantu membangun rasa tanggung jawab. Siswa belajar memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi dan bahwa prestasi seharusnya diperoleh melalui proses yang benar.
Unsur ketiga dari BAGEUR adalah manfaat. Makna manfaat dapat dikaitkan dengan bagaimana keberadaan seorang siswa dapat memberikan nilai positif bagi orang lain dan lingkungan.
Seorang siswa yang memiliki ilmu, keterampilan, dan kemampuan tentu diharapkan tidak hanya menggunakannya untuk kepentingan diri sendiri. Pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat menjadi bekal untuk membantu orang lain, bekerja sama, menyelesaikan masalah, serta berkontribusi dalam lingkungan sosial.
Budaya sekolah SMP Al Ma’soem menyediakan berbagai kegiatan yang dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan sekaligus belajar memberikan manfaat. Salah satunya adalah kegiatan kokurikuler yang cukup beragam, seperti Math Day, Cooking Day, Expression Day, Moeslim Day dan Manasik Haji, Sains Day, Sport Day, Independence Day, Batik Day, English Day, Career Day, serta Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Kegiatan-kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada siswa di luar pembelajaran akademik sehari-hari. Misalnya, kegiatan yang berkaitan dengan sains dapat mendorong siswa untuk menggunakan pengetahuan dalam memahami berbagai persoalan. Kegiatan olahraga dapat mengembangkan kerja sama dan sportivitas, sementara kegiatan yang berkaitan dengan bahasa, budaya, dan kemerdekaan dapat memperluas pengalaman siswa dalam mengenal lingkungan sosial dan kebangsaan.
Nilai manfaat juga dapat terlihat melalui kegiatan ekstrakurikuler. SMP Al Ma’soem menyediakan ekstrakurikuler yang variatif dan mewajibkan siswa memilih setidaknya satu kegiatan ekstrakurikuler.
Melalui kegiatan tersebut, siswa mempunyai kesempatan untuk menemukan dan mengembangkan potensi yang dimilikinya. Ketika potensi tersebut berkembang, siswa dapat menggunakannya dalam berbagai kegiatan yang memberikan kontribusi bagi sekolah maupun lingkungan di sekitarnya.
Dengan demikian, manfaat dalam BAGEUR dapat dimaknai sebagai dorongan agar siswa tidak berhenti pada kemampuan untuk dirinya sendiri, tetapi mampu menggunakan pengetahuan, keterampilan, dan karakter yang dimiliki untuk memberikan dampak positif.
Karakter BAGEUR akan lebih bermakna apabila tidak hanya menjadi sebuah slogan, tetapi diterapkan dalam kebiasaan sehari-hari. Budaya sekolah merupakan salah satu lingkungan yang memungkinkan nilai tersebut dipraktikkan secara terus-menerus.
Di sekolah, penerapan BAGEUR dapat terlihat dari cara siswa berinteraksi dengan guru dan teman, menjalankan aturan, mengikuti kegiatan pembelajaran, serta bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya. Akhlak dapat diterapkan melalui sikap sopan dan menghargai orang lain. Kejujuran dapat diterapkan dengan mengerjakan tugas secara mandiri dan menaati aturan. Sementara itu, nilai manfaat dapat diwujudkan melalui kesediaan membantu, bekerja sama, dan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk kegiatan yang positif.
SMP Al Ma’soem juga menerapkan sistem kedisiplinan melalui sistem poin dan tidak menggunakan sanksi fisik. Hal ini menjadi bagian dari pengelolaan perilaku siswa dalam lingkungan sekolah.
Budaya tersebut menunjukkan bahwa pembentukan karakter membutuhkan aturan yang jelas sekaligus pembiasaan. Siswa diberikan ruang untuk belajar memahami konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, sehingga karakter tidak hanya dibicarakan, tetapi juga dihubungkan dengan perilaku nyata.
Penerapan BAGEUR juga tidak dapat dipisahkan dari pendekatan pendidikan yang lebih menyeluruh. SMP Al Ma’soem menyebutkan Kurikulum Holistik sebagai salah satu bagian dari program sekolah. Selain pembelajaran umum, terdapat pula program tahfidz, kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, peminatan olimpiade, dan berbagai fasilitas pendukung.
Lingkungan pendidikan yang beragam tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang dari berbagai sisi. Kemampuan akademik dapat dikembangkan melalui pembelajaran, sementara karakter dapat dibentuk melalui pembiasaan, kegiatan keagamaan, interaksi sosial, dan aktivitas pengembangan diri.
Bagi siswa yang mengikuti program pesantren, pembentukan karakter juga didukung oleh pembelajaran seperti Al Quran Tajwid, Tahfidz, Kitab Kuning, Fiqih Ibadah, Aqidah Akhlaq, dan Bahasa Arab.
Hal ini memperlihatkan adanya keterkaitan antara pendidikan akademik, pendidikan keagamaan, dan pembentukan karakter. Dalam konteks BAGEUR, ketiganya dapat menjadi bagian dari proses membangun siswa yang memiliki akhlak, kejujuran, dan kepedulian untuk memberikan manfaat.
Masa sekolah menengah pertama merupakan salah satu tahap penting dalam perkembangan seorang siswa. Pada masa ini, siswa tidak hanya mendapatkan berbagai pengetahuan, tetapi juga mulai membangun kebiasaan, sikap, dan cara berinteraksi dengan lingkungan.
Karena itu, karakter BAGEUR dapat menjadi bekal yang penting bagi siswa dalam menghadapi jenjang pendidikan dan kehidupan berikutnya. Akhlak menjadi dasar dalam bersikap, kejujuran menjadi pedoman dalam menjalankan tanggung jawab, sedangkan manfaat menjadi dorongan untuk menggunakan kemampuan yang dimiliki secara positif.
Ketiga nilai tersebut juga saling berkaitan. Siswa yang memiliki akhlak baik diharapkan mampu menjaga perilakunya. Kejujuran membantu siswa menjalankan tanggung jawab dengan benar. Sementara itu, kemampuan untuk memberikan manfaat mendorong siswa agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi, tetapi juga memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Dengan demikian, BAGEUR bukan hanya terdiri dari tiga kata, melainkan dapat dipahami sebagai satu kesatuan karakter. Akhlak membentuk cara seseorang bersikap, jujur membentuk cara seseorang menjalankan tanggung jawab, dan manfaat mengarahkan kemampuan seseorang agar memberikan nilai positif bagi orang lain.
Karakter BAGEUR (Akhlak, Jujur, Manfaat) merupakan salah satu bagian dari konsep pembentukan generasi di SMP Al Ma’soem. Bersama dengan CAGEUR dan PINTER, BAGEUR menjadi bagian dari arah pendidikan yang tidak hanya memperhatikan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter siswa.
Dalam budaya sekolah, nilai akhlak didukung melalui pembiasaan ibadah dan pembelajaran keagamaan. Nilai jujur diperkuat melalui budaya disiplin serta aturan sekolah, termasuk ketentuan mengenai tindakan mencontek. Sementara itu, nilai manfaat dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan kokurikuler, ekstrakurikuler, pembelajaran, dan aktivitas pengembangan diri yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kemampuan mereka secara positif.
Pada akhirnya, makna BAGEUR dalam budaya sekolah SMP Al Ma’soem dapat dilihat sebagai upaya membentuk siswa yang baik dalam perilaku, benar dalam menjalankan tanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat. Pendidikan tidak hanya bertujuan membuat siswa mengetahui banyak hal, tetapi juga membantu mereka menjadi pribadi yang mampu menerapkan pengetahuan tersebut dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab.
Melalui pembiasaan yang dilakukan dalam kehidupan sekolah, nilai BAGEUR diharapkan dapat menjadi bagian dari karakter siswa, bukan sekadar sebuah konsep. Dengan demikian, proses pendidikan dapat membekali siswa untuk terus berkembang sebagai pribadi yang berakhlak, jujur, dan mampu memberikan manfaat di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan mereka selanjutnya.