IMG

Apakah Pembelajaran Kurikulum Internasional Bisa Dipadukan dengan Ekstrakurikuler Seni Musik Tradisional?

Memilih sekolah dengan program internasional tidak berarti siswa harus meninggalkan budaya lokal. Justru, pendidikan dengan perspektif global dapat berjalan berdampingan dengan pengenalan seni dan budaya Indonesia. Hal tersebut menjadi penting karena siswa SMP tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik dan bahasa asing, tetapi juga wawasan mengenai identitas budaya serta lingkungan sosialnya.

Pada SMP Internasional Al Ma’soem, pembelajaran internasional diterapkan melalui standar Cambridge pada Mathematics, Science, dan English. Di sisi lain, siswa tetap memiliki kesempatan mengembangkan minat melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler, termasuk bidang seni dan musik.

Lalu, apakah kurikulum internasional dapat dipadukan dengan ekstrakurikuler musik tradisional? Jawabannya dapat, selama keduanya ditempatkan sebagai bagian yang saling melengkapi dalam pengalaman pendidikan siswa.

Kurikulum Internasional Tidak Berarti Meninggalkan Budaya Lokal

Istilah “internasional” sering dikaitkan dengan Bahasa Inggris, teknologi, atau kurikulum dari luar negeri. Padahal, wawasan internasional justru dapat menjadi lebih bermakna ketika siswa memiliki pemahaman terhadap budaya sendiri.

Siswa yang mengenal musik tradisional Indonesia memiliki kesempatan memahami bahwa budaya dunia sangat beragam. Mereka dapat belajar menghargai budaya lain sekaligus memahami warisan budaya di negaranya sendiri.

Dengan perspektif tersebut, pendidikan internasional dan seni tradisional tidak perlu dipertentangkan.

Cambridge Berfokus pada Bidang Akademik Tertentu

Dalam program SMP Internasional, standar Cambridge diterapkan pada Mathematics, Science, dan English.

Artinya, penggunaan standar tersebut tidak membuat seluruh pengalaman pendidikan siswa harus mengikuti satu pendekatan yang sama.

Siswa tetap dapat mengikuti kegiatan lain di luar tiga mata pelajaran tersebut. Ekstrakurikuler menjadi ruang untuk mengembangkan minat, bakat, kreativitas, dan keterampilan sosial.

Musik Tradisional Memberikan Pengalaman Berbeda

Musik tradisional memiliki karakter yang berbeda dari pembelajaran akademik.

Siswa dapat mempelajari alat musik, pola irama, teknik bermain, serta konteks budaya dari musik tersebut.

Proses belajar tersebut memberikan pengalaman langsung. Siswa tidak hanya membaca mengenai budaya, tetapi juga berinteraksi dengan salah satu bentuk ekspresinya.

Melatih Koordinasi dan Konsentrasi

Memainkan alat musik membutuhkan koordinasi antara pendengaran, penglihatan, dan gerakan.

Siswa harus mengikuti ritme, memperhatikan instruksi, serta menjaga konsistensi permainan.

Latihan seperti ini membutuhkan konsentrasi dan kesabaran.

Jika dilakukan secara rutin, siswa dapat belajar bahwa keterampilan seni berkembang melalui proses, bukan hasil instan.

Musik Tradisional dan Kreativitas

Kegiatan seni memberikan ruang bagi siswa untuk berekspresi.

Mereka dapat belajar memainkan lagu, bekerja sama dalam kelompok, dan menampilkan karya di depan orang lain.

Pengalaman tampil dapat menjadi kesempatan untuk membangun rasa percaya diri.

Tidak semua siswa harus menjadi musisi profesional. Bagi sebagian siswa, musik dapat menjadi hobi yang membuat kegiatan sekolah lebih beragam.

Mengembangkan Kemampuan Sosial

Musik tradisional sering dimainkan secara berkelompok. Dalam kondisi tersebut, setiap anggota memiliki peran.

Siswa harus mendengarkan permainan teman, menjaga tempo, dan menyesuaikan diri dengan kelompok.

Hal tersebut mengajarkan bahwa kemampuan individu perlu berjalan bersama kemampuan bekerja sama.

Membentuk Apresiasi Budaya

Pendidikan budaya tidak hanya berkaitan dengan mengetahui nama alat musik atau asal daerah.

Siswa dapat diajak memahami mengapa sebuah kesenian berkembang, bagaimana musik digunakan dalam masyarakat, serta bagaimana generasi muda dapat ikut melestarikannya.

Pendekatan seperti ini membuat seni tradisional menjadi pengalaman yang lebih bermakna.

Sejalan dengan Perspektif Global

Mengenal budaya sendiri justru dapat membantu siswa memahami keberagaman dunia.

Ketika siswa belajar bahwa Indonesia memiliki banyak tradisi musik, mereka dapat membandingkannya secara positif dengan budaya musik dari negara lain.

Dengan demikian, perspektif global tidak harus berarti meninggalkan identitas lokal.

Bagaimana Orang Tua Menilai Program Ekstrakurikuler?

Orang tua dapat melihat apakah sekolah memberikan pilihan kegiatan yang beragam.

Selain melihat nama ekstrakurikuler, tanyakan bagaimana kegiatan dilaksanakan, siapa pembinanya, jadwal latihan, fasilitas yang tersedia, dan kesempatan siswa untuk menampilkan hasil latihan.

Informasi tersebut dapat membantu menentukan apakah kegiatan sesuai dengan minat anak.

Keseimbangan Akademik dan Seni

Siswa SMP tetap perlu memiliki waktu belajar yang cukup. Karena itu, kegiatan ekstrakurikuler perlu diatur agar tidak mengganggu kewajiban akademik.

Kegiatan seni dapat menjadi pelengkap, bukan pengganti pembelajaran utama.

Dengan jadwal yang seimbang, siswa dapat mengembangkan kemampuan akademik sekaligus minat non-akademiknya.

Kesimpulan

Pembelajaran dengan standar internasional dapat dipadukan dengan ekstrakurikuler seni musik tradisional. Kurikulum Cambridge pada Mathematics, Science, dan English memberikan pengalaman akademik dengan perspektif internasional, sementara musik tradisional dapat memperkaya kreativitas, koordinasi, kerja sama, dan apresiasi budaya siswa.

Perpaduan keduanya menunjukkan bahwa pendidikan global tidak harus membuat siswa menjauh dari budaya lokal. Justru, siswa dapat belajar membuka wawasan terhadap dunia sambil tetap memahami kekayaan budaya Indonesia.