Ibrah dari Kisah Nabi Nuh dan Kaum ‘Ad; Menuruti Penguasa Dibandingkan Rassulnya

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَتِلْكَ  عَا دٌ  ۗ جَحَدُوْا  بِاٰ يٰتِ  رَبِّهِمْ  وَعَصَوْا  رُسُلَهٗ  وَا تَّبَعُوْۤا  اَمْرَ  كُلِّ  جَبَّا رٍ  عَنِيْدٍ

“Dan itulah (kisah) kaum ‘Ad yang mengingkari tanda-tanda (kekuasaan) Tuhan. Mereka mendurhakai rasul-rasul-Nya dan menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi durhaka.” (QS. Hud 11: Ayat 59)

Menuruti penguasa dibandingkan menuruti rassul

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah swt menerangkan bahwa itulah kisah kaum ad yang telah mengingkari tanda-tanda kekuasaan Allah dan mendurhakai rasul-Nya yang diutus untuk memberikan petunjuk kepada mereka menuju jalan yang benar, yaitu mengesakan-Nya dan mematuhi perintah-Nya. Tetapi mereka hanya mau mematuhi perintah penguasa yang sewenang-wenang yang tidak mau mengikuti kebenaran walaupun dengan dalil-dalil dan bukti-bukti yang cukup meyakinkan.

Pada ayat ini diterangkan bahwa bangsa ‘Ad (kaum Hud a.s.) itu mendurhakai rasul-rasul Allah. Apakah memang demikian? Atau hanya mereka durhakai seorang rasul Allah saja yaitu Hud a.s.? Para mufasir menjelaskan bahwa yang mereka dustakan itu adalah Hud a.s., tetapi mendustakan atau mendurhakai seorang rasul Allah berarti mendustakan atau mendurhakai semua rasul-Nya. Sebab, semua rasul mengemban tugas yang sama, yaitu mengajak supaya bertauhid kepada Allah dan mematuhi perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya.

Kaum ‘Ād lebih memilih menaati penguasa zalim daripada menaati Rasul Hud ‘alaihissalām.

  • Ini menunjukkan bahwa ada fenomena ketaatan buta pada penguasa yang membawa manusia kepada kebinasaan, ketika perintah penguasa bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
  • Para ulama menjelaskan bahwa taat kepada pemimpin diperintahkan, tetapi selama bukan dalam hal maksiat.

Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim).

Hud 59 memberi pelajaran jangan sampai kita mengulangi kesalahan kaum ‘Ād: mendahulukan penguasa zalim daripada ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Doa Agar Selalu Taat kepada Allah dan Rasul;

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يُطِيعُونَكَ وَيُطِيعُونَ رَسُولَكَ، وَلَا تَجْعَلْنَا مِمَّنْ أَطَاعَ الْجَبَّارِينَ الْعَنِيدِينَ

Allāhummaj‘alnā mina alladzīna yuṭī‘ūnaka wa yuṭī‘ūna rasūlaka, wa lā taj‘alnā mimman aṭā‘a al-jabbārīna al-‘anīdīn.

“Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang taat kepada-Mu dan kepada Rasul-Mu, dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang yang taat kepada para penguasa yang sombong lagi keras kepala”