Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَلَا يَنْفَعُكُمْ نُصْحِيْۤ اِنْ اَرَدْتُّ اَنْ اَنْصَحَ لَكُمْ اِنْ كَا نَ اللّٰهُ يُرِ يْدُ اَنْ يُّغْوِيَكُمْ ۗ هُوَ رَبُّكُمْ ۗ وَاِ لَيْهِ تُرْجَعُوْنَ
“Dan nasihatku tidak akan bermanfaat bagimu sekalipun aku ingin memberi nasihat kepadamu, kalau Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Hud 11: Ayat 34)
Petunjuk hanya datang dari Allah, dan jika Dia menghendaki kesesatan seseorang, maka tidak ada yang bisa memberinya petunjuk
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini, Allah menerangkan lanjutan jawaban dan penjelasan Nabi Nuh a.s. kepada kaumnya yang membangkang itu, bahwa apapun yang disampaikan kepada mereka yang berupa nasihat dalam rangka mengajak kepada jalan yang benar dan memperingatkan mereka supaya terhindar dari azab Allah di dunia dan di akhirat, tidak akan ada manfaatnya, jika mereka masih tetap disesatkan oleh bujukan hawa nafsu mereka. Itulah yang menjadi sebab kebinasaan mereka di dunia dan azab yang abadi di akhirat. Selanjut-nya Nabi Nuh a.s. menjelaskan kepada mereka, bahwa sesungguhnya Allah adalah Tuhan mereka yang memiliki dan mengatur dunia ini, sehingga segala sesuatu terjadi menurut ketentuan, ukuran, dan kehendak-Nya. Semuanya akan kembali kepada-Nya di akhirat, untuk menerima balasan amalnya dengan balasan yang baik atau buruk, sesuai dengan amal perbuatannya di dunia.
Berikut beberapa hal yang bisa ditadaburi (diambil pelajaran) dari Surah Hud ayat 34:
1. Hidayah adalah hak prerogatif Allah
“Dan nasihatku tidak akan berguna bagi kamu, jika Allah hendak menyesatkan kamu.” Ayat ini mengingatkan bahwa sekuat apa pun seorang nabi atau dai menyampaikan kebenaran, hidayah tetap berada di tangan Allah. Ini menanamkan kerendahan hati dan ketergantungan penuh kepada Allah dalam berdakwah.
2. Dakwah adalah kewajiban, bukan menjamin hasil
Nabi Nuh berdakwah selama ratusan tahun, tapi tetap banyak yang menolak. Ayat ini mengajarkan bahwa kita hanya diperintahkan menyampaikan, bukan menjamin orang lain akan menerima.
3. Jangan putus asa dalam menyampaikan kebenaran
Meski tahu bahwa hanya Allah yang bisa memberi hidayah, Nabi Nuh tetap menyampaikan peringatan. Ini menunjukkan pentingnya istiqamah dalam berdakwah, meskipun hasilnya belum tampak.
4. Kesesatan bisa menjadi bentuk hukuman Allah
Ketika manusia menolak kebenaran terus-menerus dengan kesombongan, bisa jadi Allah membiarkan mereka dalam kesesatan sebagai bentuk keadilan. Ini memperingatkan kita untuk tidak meremehkan dosa penolakan terhadap kebenaran.
5. Tugas manusia terbatas, kuasa Allah tak terbatas
Ini menanamkan akidah penting: manusia tidak bisa menyelamatkan orang lain tanpa izin Allah. Maka kita perlu berdoa, tawakal, dan terus memperbaiki diri dalam proses dakwah dan kehidupan.
Doa Memohon Hidayah dan Keteguhan di Atas Kebenaran
اللَّهُمَّ اهْدِنَا وَاهْدِ بِـنَا، وَاجْعَلْنَا سَبَبًا لِمَنِ اهْتَدَى، وَلاَ تَجْعَلْ قُلُوبَنَا زَائِغَةً بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَارْزُقْنَا الْإِخْلاَصَ وَالثَّبَاتَ عَلَى الْحَقِّ.
Allāhumma ihdinā wahdi binā, waj‘alnā sababān limanihtadā, wa lā taj‘al qulūbanā zāighatan ba‘da idh hadaytanā, warzuqnā al-ikhlāsha wa ath-thabāta ‘alal-ḥaqq.
“Ya Allah, berilah kami petunjuk dan jadikanlah kami sebagai sebab orang lain mendapat petunjuk. Janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan anugerahkanlah kepada kami keikhlasan serta keteguhan di atas kebenaran.”