Tantangan Kaum Nabi Nuh, Agar Azab Disegerakan

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قَا لُوْا  يٰـنُوْحُ  قَدْ  جَا دَلْتَـنَا  فَاَ كْثَرْتَ  جِدَا لَـنَا  فَأْتِنَا  بِمَا  تَعِدُنَاۤ  اِنْ كُنْتَ  مِنَ  الصّٰدِقِيْنَ‏
“Mereka berkata, Wahai Nuh! Sungguh, engkau telah berbantah dengan kami, dan engkau telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang engkau ancamkan, jika kamu termasuk orang yang benar.” (QS. Hud 11: Ayat 32)
Tantangan kaum Nabi Nuh, agar azab disegerakan
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat-ayat ini menerangkan tantangan kaum Nabi Nuh a.s. yang menolak kebenaran Nuh sebagai utusan Allah untuk memberi petunjuk bagi mereka kepada jalan yang benar, demi keselamatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat. Ucapan-ucapan mereka yang bernada menentang itu pada hakekatnya pembangkangan, karena mereka sudah kehabisan alasan.
Mereka tidak dapat lagi memberikan bantahan-bantahan dengan alasan yang wajar yang dapat diterima oleh akal pikiran yang sehat, kecuali mengatakan, “Hai Nuh, kamu telah demikian banyaknya berdebat dengan kami, tidak ada suatu alasan dari kami yang tidak kamu bantah, sehingga kami merasa jemu dan bosan, dan tidak ada yang kami katakan lagi kecuali suatu hal, yaitu kalau memang benar apa yang kamu katakan itu semua, datangkanlah segera azab yang kamu peringatkan itu di dunia ini sebelum azab akhirat.” Tantangan ini adalah sebagai jawaban mereka terhadap perkataan Nuh a.s. kepada mereka seperti yang telah diterangkan pada permulaan kisah ini yaitu: Dan sungguh, Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), “Sungguh, aku ini adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Aku benar-benar khawatir kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih.” (Hud/11: 25-26).
  • Kaum Nabi Nuh merasa bosan dan jenuh terhadap dakwah beliau.
  • Mereka menantang Nabi Nuh agar menyegerakan azab, sebagai bentuk ejekan dan penolakan terhadap risalah beliau.
  • Ini adalah bentuk kesombongan dan penolakan terhadap peringatan Allah.
Menantang azab atau mempermainkan ancaman Allah adalah tanda kesombongan dan kebodohan spiritual, dan merupakan sikap kaum yang dibinasakan dalam banyak kisah para nabi.
Inti Surah Hud ayat 32 adalah tantangan kaum Nabi Nuh kepada beliau agar azab disegerakan, karena mereka tidak percaya dan mengejek kebenaran yang disampaikan.
Doa Khusus Agar Tidak Mengundang Azab Allah
اللَّهُمَّ لاَ تُؤَاخِذْنَا بِمَا فَعَلَ السُّفَهَاءُ مِنَّا، وَلاَ تَهْلِكْنَا بِذُنُوبِنَا، وَارْزُقْنَا التَّوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ، وَالسَّلاَمَةَ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَالْمَغْفِرَةَ بَعْدَ الْمَوْتِ
“Ya Allah, jangan Engkau hukum kami karena ulah orang-orang bodoh di antara kami. Jangan Engkau binasakan kami karena dosa-dosa kami. Anugerahkanlah kepada kami taubat sebelum mati, keselamatan saat mati, dan ampunan setelah mati.”