Orang yang Tidak Percaya pada Akhirat, Berusaha Membelokkan Jalan Allah dan Menghalangi Orang Lain dari Mengikuti Kebenaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
الَّذِيْنَ  يَصُدُّوْنَ  عَنْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  وَيَبْغُوْنَهَا  عِوَجًا  ۗ وَهُمْ  بِا لْاٰ خِرَةِ  هُمْ  كٰفِرُوْنَ
“(yaitu) mereka yang menghalangi dari jalan Allah dan menghendaki agar jalan itu bengkok. Dan mereka itulah orang yang tidak percaya adanya hari Akhirat.” (QS. Hud 11: Ayat 19)
Orang yang tidak percaya pada akhirat, berusaha membelokkan jalan Allah dan menghalangi orang lain dari mengikuti kebenaran
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Kemudian Allah swt menjelaskan bahwa sesungguhnya orang-orang yang zalim itu ialah yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allah dan memalingkan mereka dari agama yang benar dan jalan yang lurus. Mereka berusaha menyesatkan manusia dengan cara mengajak mereka kepada agama yang menyimpang agar mereka lari menjauhkan diri dari agama yang benar. Mereka sengaja berbuat demikian, karena pada dasarnya mereka tidak percaya pada hari akhirat.
Allah berfirman: Orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah, Kami tambahkan kepada mereka siksaan demi siksaan disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan. (an-Nahl/16: 88).
Jalan yang tidak lurus karena tidak percaya akherat, sehari minimal 17 kali berdoa supaya ditunjuki jalan yang lurus.
اِهْدِنَا  الصِّرَا طَ  الْمُسْتَقِيْمَ
“Tunjukilah kami jalan yang lurus,” (QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)
  • “Jalannya tidak lurus” → maksudnya: mereka ingin agar agama terlihat salah atau menyimpang.
  • “Yang tidak percaya adanya akhirat” → mereka adalah kafir terhadap kehidupan akhirat, tidak meyakini hari pembalasan. diingatkan dalam al Fatihah
مٰلِكِ  يَوْمِ  الدِّيْنِ
“Pemilik hari pembalasan.” (QS. Al-Fatihah 1: 4)
Percaya adanya akhirat QS Al Baqarah ayat 4;
وَا لَّذِيْنَ  يُؤْمِنُوْنَ  بِمَاۤ  اُنْزِلَ  اِلَيْكَ  وَمَاۤ  اُنْزِلَ  مِنْ  قَبْلِكَ  ۚ وَبِا لْاٰ خِرَةِ  هُمْ  يُوْقِنُوْنَ
“dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur’an) yang diturunkan kepadamu (Muhammad) dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, dan mereka yakin akan adanya akhirat.”
Agar agama terlihat salah atau menyimpang, tidak meyakini hari pembalasan dan akhirat mereka aktif menghalangi orang lain dari kebenaran, bukan hanya sesat, tapi menyesatkan.
Quran Surat Al-Kahfi ayat 10 bisa digunakan sebagai doa untuk memohon petunjuk ke jalan yang lurus;
 رَبَّنَآ ءَاتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةًۭ وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًۭا
”‘Wahai Tuhan kami, berikanlah kami rahmat dari sisi-Mu, dan berilah petunjuk yang lurus bagi urusan kami.’”