Setiap Orang Bertanggung Jawab atas Pilihannya Sendiri

Allah SWT berfirman;
وَاِ نْ كَذَّبُوْكَ  فَقُلْ  لِّيْ  عَمَلِيْ  وَلَـكُمْ  عَمَلُكُمْ  ۚ اَنْـتُمْ  بَرِ يْۤـئُوْنَ  مِمَّاۤ  اَعْمَلُ  وَاَ نَاۡ  بَرِ يْٓءٌ  مِّمَّا  تَعْمَلُوْنَ

“Dan jika mereka (tetap) mendustakanmu (Muhammad) maka katakanlah, Bagiku pekerjaanku dan bagimu pekerjaanmu. Kamu tidak bertanggung jawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku pun tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS. Yunus 10: Ayat 41)

Setiap orang bertanggung jawab atas jalannya sendiri

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah memberikan penjelasan, apabila orang musyrikin itu tetap mendustakan Muhammad saw, maka Allah memerintahkan kepadanya untuk mengatakan kepada mereka bahwa Nabi Muhammad saw berkewajiban meneruskan tugasnya yaitu meneruskan tugas-tugas kerasulannya, sebagai penyampai perintah Allah yang kebenarannya jelas, perintah yang mengandung peringatan dan janji-janji serta tuntunan ibadah berikut pokok-pokok kemaslahatan yang menjadi pedoman untuk kehidupan dunia. Nabi Muhammad saw tidak diperintahkan untuk menghakimi mereka, apabila mereka tetap mempertahankan sikap mereka yang mendustakan Al-Qur’an dan mempersekutukan Allah, Allah berfirman:

Katakanlah (Muhammad), “Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing.” Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya. (al-Isra/17: 84)

Mereka berlepas diri (tidak bertanggung jawab) terhadap apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw dan Nabi Muhammad pun tidak bertanggungjawab terhadap apa yang mereka lakukan. Maksudnya Allah tidak akan menjatuhkan hukuman kepada seseorang karena kesalahan orang yang lain. Allah berfirman:

Katakanlah, “Kamu tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kami kerjakan dan kami juga tidak akan dimintai tanggung jawab atas apa yang kamu kerjakan.” (Saba/34: 25

Katakanlah (Muhammad), “Jika aku mengada-ada, akulah yang akan memikul dosanya, dan aku bebas dari dosa yang kamu perbuat.” (Hud/11: 35)
Dan firman-Nya lagi:

Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.” (asy-Syuara/26: 216).

Hal yang bisa ditadaburi dari QS Yunus 41 ;

1. Tanggung Jawab Pribadi; Ayat ini menekankan bahwa setiap individu bertanggung jawab atas amalnya sendiri. Dalam dakwah atau kehidupan sosial, kita tidak bisa memaksa orang untuk percaya atau mengikuti, karena hidayah adalah urusan Allah dan keputusan adalah milik masing-masing.

2. Sikap Lapang Dada dalam Dakwah; Nabi diajarkan untuk tetap tenang saat ditolak atau didustakan. Ini mengajarkan kita untuk berdakwah tanpa emosi berlebihan, tidak mudah marah atau kecewa, dan tidak merasa gagal saat orang tidak menerima kebenaran.

3. Tidak Memaksakan Diri; Kita diajarkan untuk tidak memikul beban atas kesalahan orang lain. Dalam kehidupan sosial, ini menjadi pengingat agar tidak terlalu terbebani oleh penolakan atau kesalahan orang lain yang berada di luar kendali kita.

4. Kebebasan Berkehendak dan Pilihan; Allah memberi manusia kebebasan untuk memilih, dan dengan itu datang pula tanggung jawab atas konsekuensinya. Ayat ini mengajarkan toleransi: biarkan perbedaan itu ada, selama masing-masing berjalan dengan kesadaran atas pilihannya.

5. Etika Berbeda Pendapat; Ayat ini juga mencerminkan etika Islam dalam menyikapi perbedaan: tanpa mencaci, tanpa memaksa, dan tetap berkomunikasi dengan sikap adil dan tenang.

“Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang yang istiqamah di atas kebenaran, yang tidak goyah karena penolakan atau pendustaan. Anugerahkan kepadaku kelapangan dada, hati yang bersih, dan bukakan jalan antara aku dan manusia dengan kebenaran. Sungguh Engkau sebaik-baik pembuka jalan.”