أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْا بَعْضُهُمْ اَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۗ اِلَّا تَفْعَلُوْهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِى الْاَ رْضِ وَفَسَا دٌ كَبِيْرٌ
“Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka melindungi sebagian yang lain. Jika kamu tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah (saling melindungi), niscaya akan terjadi kekacauan di Bumi dan kerusakan yang besar.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 73)
Kaum Muslimin harus menggalang persatuan yang kokoh dan janganlah sekali-kali mengadakan janji setia dengan kaum kafir atau mempercayakan kepada mereka mengurus urusan kaum Muslimin, karena hal itu akan membawa kepada kerugian besar atau malapetaka
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Pada ayat ini Allah menegaskan bahwa semua orang kafir meskipun berlainan agama dan aliran, karena ada di antara mereka yang musyrik, Nasrani, Yahudi dan sebagainya, dan meskipun antara mereka sendiri terjadi perselisihan dan kadang-kadang permusuhan, mereka semua bisa menjadi kawan setia antara sesama mereka dalam berbagai urusan. Sebagian mereka menjadi pemimpin bagi yang lain bahkan kadang-kadang mereka sepakat untuk memusuhi dan menyerang kaum Muslimin seperti terjadi pada perang Khandaq. Pada waktu turunnya ayat ini, dapat dikatakan bahwa yang ada di Hijaz hanya kaum musyrikin dan Yahudi.
Orang Yahudi sering mengadakan persekutuan dengan kaum musyrikin dan menolong mereka dalam memusuhi kaum Muslimin bahkan kerap kali pula mengkhianati perjanjian sehingga mereka diperangi oleh kaum Muslimin dan diusir dari Khaibar ke luar kota Medinah. Jadi kaum Muslimin harus menggalang persatuan yang kokoh dan janganlah sekali-kali mereka mengadakan janji setia dengan mereka atau mempercayakan kepada mereka mengurus urusan kaum Muslimin, karena hal itu akan membawa kepada kerugian besar atau malapetaka. Allah memperingatkan bila hal ini tidak diindahkah maka akan terjadilah fitnah dan kerusakan di muka bumi.
Ada beberapa ayat dalam Al-Qur’an yang menyerukan persatuan umat Muslim dan larangan untuk mengadakan perjanjian atau bergantung pada pihak-pihak yang mungkin merugikan umat Islam. Berikut adalah beberapa ayat yang relevan:
1. Al-Imran (3:103).
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, maka jadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara…”
Ayat ini menekankan pentingnya persatuan dan mengingatkan agar tidak berpecah belah.
2. Al-Maidah (5:51).
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin (mu), sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barang siapa di antara kamu yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”
Ayat ini melarang menjadikan non-Muslim sebagai pemimpin atau pihak yang diandalkan dalam hal-hal yang menyangkut urusan umat Islam, karena hal itu bisa membawa dampak buruk. Ayat ini yang menyeret Ahok masuk penjara.
3. An-Nisa (4:144)
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi pemimpin dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah kamu hendak memberi alasan yang nyata bagi Allah (untuk menghukummu)?”
Di sini, Allah mengingatkan agar umat Islam tidak meninggalkan sesama Muslim dalam urusan penting dengan mempercayakan kekuasaan atau tanggung jawab kepada pihak yang mungkin merugikan mereka.
4. Al-Anfal (8:73).
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai kaum muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.”
Ayat ini mengingatkan bahwa jika umat Islam tidak bersatu, akan timbul kekacauan dan kerusakan.
Ayat-ayat ini menegaskan pentingnya persatuan umat Islam dan memperingatkan agar tidak menyerahkan urusan penting kepada pihak yang dapat berpotensi merugikan.
Doa Agar Umat Islam Bersatu dan Terhindar dari Ketergantungan pada Non-Muslim:
اللَّهُمَّ اجْمَعْ شَمْلَ الْمُسْلِمِينَ وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَاحْفَظْهُمْ مِنَ التَّفَرُّقِ وَالتَّمَزُّقِ، وَاجْعَلْ أَمْرَهُمْ فِي أَيْدِي الصَّالِحِينَ وَالْمُؤْمِنِينَ مِنْهُمْ، وَلَا تَجْعَلْ لِلْكَافِرِينَ سَبِيلًا عَلَيْهِمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Allahumma ajma’ syamla al-muslimin, wa wahhid shufufahum, wahfazhum minat-tafaruq wa at-tamazuq, waj’al amrahum fi aydi ash-shalihin wal-mu’minin minhum, wa la taj’al lil-kafirina sabilan ‘alaihim, ya Rabbal ‘alamin.
“Ya Allah, satukanlah barisan umat Islam dan perkokohlah persatuan mereka. Lindungilah mereka dari perpecahan dan kerusakan. Jadikanlah urusan mereka berada di tangan orang-orang saleh dan mukmin dari kalangan mereka, dan janganlah Engkau berikan kepada orang-orang kafir jalan (untuk menguasai) mereka, wahai Tuhan semesta alam.”