Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
وَاِ نْ يُّرِ يْدُوْۤا اَنْ يَّخْدَعُوْكَ فَاِ نَّ حَسْبَكَ اللّٰهُ ۗ هُوَ الَّذِيْۤ اَيَّدَكَ بِنَصْرِهٖ وَبِا لْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan jika mereka hendak menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu. Dialah yang memberikan kekuatan kepadamu dengan pertolongan-Nya dan dengan (dukungan) orang-orang mukmin,”(QS. Al-Anfal 8: Ayat 62)
Cukuplah Allah sebagai pelindung
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Bila kaum Yahudi dan kaum musyrikin hendak menipu atau hendak mencari kesempatan untuk menyerang dengan adanya perdamaian, maka Allah memberikan jaminan kepada Nabi Muhammad saw bahwa hal itu tidak akan membahayakan kaum Muslimin. Cukuplah Allah (sebagai pelindung), Allah senantiasa melindungi Rasul-Nya dan melindungi umat Islam dan akan memberikan kemenangan kepada mereka bila musuh-musuh itu menyerang kembali. Allah telah memperkuat kedudukan Rasul-Nya dengan pertolongan yang diberikan-Nya kepada kaum Muslimin di masa-masa yang lalu seperti yang terjadi pada Perang Badar, di mana kaum Muslimin dalam keadaan lemah dan sedikit jumlahnya.
Mereka dapat mengalahkan kaum musyrikin yang berlipat ganda dan lengkap per-senjataannya. Allah telah mempersatukan hati kaum Muslimin sehingga mereka hidup rukun dan damai, cinta mencintai, dan saling menolong, sehingga mereka merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan, padahal mereka sebelumnya hidup bersuku-suku dan bermusuhan antara satu golongan dengan golongan yang lain. Mereka pada mulanya terdiri dari kaum Muslimin yang datang ke Medinah dan kaum Anshar penduduk Medinah yang menyambut kedatangan kaum Muslimin itu. Kaum Anshar sendiri dahulunya terpecah-belah terdiri dari suku Aus dan Khazraj. Antara kedua suku ini senantiasa terjadi permusuhan dan peperangan. Tetapi dengan kehendak Allah mereka semuanya menjadi umat yang bersatu di bawah panji-panji iman, bersedia mengorbankan harta dan jiwa untuk menegakkan kalimah Allah. Ini adalah satu karunia dari Allah yang tidak ternilai harganya yang tidak dapat dicapai walaupun dengan mengorbankan semua harta dan kekayaan.
Kesatuan hati, kesatuan tekad dan kesatuan cita-cita dan ideologi adalah hal yang amat penting dan berharga untuk mencapai satu cita-cita. Inilah karunia Allah yang telah dimiliki oleh kaum Muslimin pada masa itu. Karena pentingnya karunia itu dan amat tinggi nilainya Allah mengingatkan mereka agar selalu mengingat Allah dengan firman-Nya:
Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara. (Ali ‘Imran/3: 103)
Maka dengan pertolongan Allah dan persatuan kaum Muslimin serta rasa cinta, kasih sayang yang terjalin antara sesama mereka, betapa pun kesulitan dan bagaimana pun besar bahaya yang akan menimpa tentu akan dapat ditanggulangi dan diatasi. Allah memperingatkan pula dalam ayat ini bagaimana tingginya nilai persatuan itu, sehingga bila Nabi Muhammad sendiri menghabiskan semua kekayaan yang ada di bumi untuk mencapainya pasti dia tidak akan berhasil. Tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka dengan iman yang kuat dan rasa kasih-sayang yang tinggi. Ini adalah satu tanda bahwa Allah meridai kaum Muslimin dan merestui perjuangan mereka dan mereka tidak perlu merasa khawatir sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Suka timbul pertanyaan, kenapa Allah SWT tidak menolong rakyat Palestina atau warga muslim lainnya di muka bumi ini yang teraniaya atau tertindas ? Jawabannya membutuhkan pemahaman yang holistik atau menyeluruh tentang kehidupan, ujian, serta hikmah dari ketetapan Allah.
1. Ujian dalam Kehidupan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an bahwa kehidupan ini adalah ujian. Setiap orang akan diuji dengan berbagai macam kesulitan, termasuk penindasan dan penderitaan. Allah SWT berfirman:
“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, ‘Kami telah beriman,’ dan mereka tidak diuji?” (QS. Al-Ankabut: 2).
Bagi kaum Muslimin, ujian ini bisa menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, menguatkan keimanan, dan memperbaiki diri.
2. Hikmah di Balik Penundaan Pertolongan.
Pertolongan Allah tidak selalu datang segera seperti yang diharapkan manusia. Ada hikmah di balik penundaan ini, yang mungkin tidak kita pahami sepenuhnya. Allah memiliki rencana yang lebih besar, yang mungkin baru kita pahami di akhirat nanti. Allah berfirman:
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216).
3. Menguji Kesabaran dan Tawakkal.
Penindasan dan penderitaan sering kali merupakan ujian bagi umat Islam untuk melihat sejauh mana kesabaran dan tawakkal mereka kepada Allah. Nabi Muhammad SAW dan para sahabat juga menghadapi banyak penindasan, namun mereka tetap sabar dan terus berjuang. Sabar dalam menghadapi ujian adalah salah satu cara Allah mengangkat derajat hamba-Nya di dunia dan akhirat.
4. Peran Usaha Manusia.
Allah SWT juga memerintahkan manusia untuk berusaha dan berjuang melawan kezaliman. Pertolongan Allah datang kepada mereka yang berjuang dan bersabar. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’d: 11).
Oleh karena itu, selain berdoa, kaum Muslimin juga dituntut untuk terus berusaha dalam menegakkan keadilan dan melawan penindasan.
5. Akhirat sebagai Tempat Keadilan Sejati.
Kita harus ingat bahwa dunia ini bukanlah tempat keadilan sejati. Allah SWT telah menyiapkan keadilan sempurna di akhirat. Setiap orang yang teraniaya dan tertindas akan mendapatkan balasan yang sepadan di akhirat jika mereka bersabar dan tetap beriman. Dunia adalah sementara, sedangkan akhirat adalah kekal.
Pada akhirnya, meskipun terkadang kita tidak bisa memahami mengapa pertolongan Allah tampak tertunda, kita harus tetap yakin bahwa Allah Maha Adil dan Maha Mengetahui segala sesuatu. Yakinlah Allah akan menolong rakyat Palestina dan akan menghancurkan Israel.
Doa Memohon Keadilan dan Pertolongan
“Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu keadilan bagi saudara-saudara kami yang tertindas. Ya Allah, ringankanlah penderitaan mereka, lindungilah mereka dari segala bentuk kezaliman, dan turunkanlah pertolongan-Mu kepada mereka. Berikanlah kekuatan kepada mereka untuk menghadapi ujian ini dan angkatlah derajat mereka di sisi-Mu.”