Harta yang Dikeluarkan Secara tidak Benar akan Mengakibatkan Murka Allah

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

اِنَّ  الَّذِيْنَ  كَفَرُوْا  يُنْفِقُوْنَ  اَمْوَا لَهُمْ  لِيَـصُدُّوْا  عَنْ  سَبِيْلِ  اللّٰهِ  ۗ فَسَيُنْفِقُوْنَهَا  ثُمَّ  تَكُوْنُ  عَلَيْهِمْ  حَسْرَةً  ثُمَّ  يُغْلَبُوْنَ  ۗ وَا لَّذِيْنَ  كَفَرُوْۤا  اِلٰى  جَهَـنَّمَ  يُحْشَرُوْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 36)

  • Infak adalah setiap harta yang dikeluarkan. Kafir mengeluarkan harta disebut juga infak.
  • Zakat adalah kewajiban yang diatur secara ketat dalam Islam,
  • Shodaqoh adalah harta yang dikeluarkan untuk kebaikan tanpa aturan yang ketat

Dalam tafsir Kementrian Agama RI; Para mufassir meriwayatkan dari Ibnu Abbas, Mujahid, Said bin Jubair, dan lain-lainnya sebagai berikut, “Ayat ini turun mengenai diri Abu Sufyan dan harta bendanya yang diserahkan untuk membiayai orang-orang musyrikin pada waktu Perang Badar, serta bantuannya terhadap mereka pada waktu perang Uhud dan lainnya.”

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa, Setelah Abu Sufyan dapat menyelamatkan kafilahnya (dalam Perang Badar) dengan menempuh jalan pantai menuju Mekah ia berjalan dengan disertai satu regu dari tentara kaum musyrikin menghasut orang-orang agar tidak memerangi mereka. Maka datanglah mereka kepada orang-orang yang mempunyai barang dagangan dalam kafilah seraya berkata, “Wahai orang-orang Quraisy, ketahuilah: Bahwa Muhammad telah mengucilkan kamu dan membunuh pemimpin-pemimpinmu. Maka bantulah kami dengan mengorbankan harta bendamu untuk memerangi Muhammad. Barangkali kami dapat mencapai kemenangan dari padanya.” Kemudian mereka melaksanakan anjuran itu. Said bin Jubir berkata, “Bahwasanya Abu Sufyan pada waktu perang Uhud menyewa 2.000 orang dari suku Bani Kinanah untuk memerangi Rasulullah selain orang Arab yang memang sudah menjadi tentara.” (Riwayat Ath-thasti dari Nafi bin Azraq)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan persiapan-persiapan orang-orang kafir Quraisy pada saat menjelang terjadinya Perang Badar, yaitu mereka mengerahkan tenaga dan harta benda mereka untuk menghalang-halangi tersiarnya agama Islam dan perjuangan Rasulullah.
Betapa banyak kekuatan bala tentara yang mereka miliki dan harta benda yang mereka pergunakan, namun mereka akan mengalami kegagalan dalam menafkahkan harta benda itu, tidak lain karena perbuatan mereka seperti perbuatan setan yang tidak disandarkan pada pendirian yang benar.

Akibatnya ialah penyesalan belaka, karena kekuatan jiwa dan harta mereka hilang tanpa faedah dan perjuangan mereka sia-sia. Kemudian perjuangan mereka secara berturut-turut akan dipatahkan, sehingga akhirnya yang menjulang tinggi hanyalah kalimat Allah semata. Allah mengancam orang-orang kafir dengan ancaman yang keras, bahwa pada hari Kiamat nanti mereka akan digiring ke dalam api neraka

Keluarkan zakat secara tepat, tepat jumlah dan tepat sasaran, perbanyak sodakoh karena sodakoh tidak dibatasi jumlah dan tidak dibatasi sasaran, berinfaklah yang diridhai Allah SWT.

Pertanyaan di hari kiamat , di mana setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas lima hal.

*عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَزُولُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيمَا عَلِمَ*

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak akan bergeser kaki seorang anak Adam pada hari kiamat dari sisi Rabbnya hingga dia ditanya tentang lima hal: tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa dia pergunakan, tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan ke mana dia belanjakan, serta tentang ilmunya apa yang dia amalkan dari ilmunya.” (HR. Tirmidzi, no. 2417)

Hadis ini menekankan pentingnya pertanggungjawaban manusia atas nikmat-nikmat yang Allah berikan, khususnya pada umur, masa muda, harta, dan ilmu. Menariknya, soal harta diajukan dua pertanyaan: dari mana diperoleh dan ke mana dibelanjakan, menandakan pentingnya pengelolaan harta secara halal dan penggunaannya untuk hal-hal yang bermanfaat.

Doa Agar Diberikan Kekuatan untuk Berinfak dan Bersedekah dengan Benar
“Allahumma a’thini quwwatan wa niyyatan khaliṣatan li anfaqa wa atazakka wa attashaddaqqa biṭarīqika al-ḥaqq, wa la ajraha’ illā minka.”

“Ya Allah, berikanlah aku kekuatan dan niat yang ikhlas agar aku bisa berinfak, berzakat, dan bersedekah di jalan-Mu yang benar, dan aku mengharapkan balasannya hanya dari-Mu.”