4 Pedoman Hidup yang Bisa Diambil dari QS Al Anfal Ayat 26

‎أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

وَا ذْكُرُوْۤا  اِذْ  اَنْـتُمْ  قَلِيْلٌ  مُّسْتَضْعَفُوْنَ  فِى  الْاَ رْضِ  تَخَا فُوْنَ  اَنْ  يَّتَخَطَّفَكُمُ  النَّا سُ  فَاٰ وٰٮكُمْ  وَاَ يَّدَكُمْ  بِنَصْرِهٖ  وَرَزَقَكُمْ  مِّنَ  الطَّيِّبٰتِ  لَعَلَّكُمْ  تَشْكُرُوْنَ

“Dan ingatlah ketika kamu (para Muhajirin) masih (berjumlah) sedikit, lagi tertindas di bumi (Mekah), dan kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, maka Dia memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki yang baik agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Anfal 8: Ayat 26)

Harus ingat asal usul dan keadaan sebelumnya, mengakui pertolongan Allah, bersyukur atas segala nikmat-Nya, dan menggantungkan harapan hanya kepada-Nya dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah mengingatkan kaum Muslimin kepada nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka pada peristiwa hijrah. Pada saat itu mereka yang berhijrah dari Mekah ke Medinah berjumlah sedikit, dan mereka termasuk golongan yang tertindas. Pada saat permulaan Islam, kaum Muslimin merasa khawatir apabila orang-orang musyrik Quraisy menculik mereka. Kemudian Allah menghilangkan kekhawatiran itu. Allah, memberikan tempat yang aman buat mereka yaitu Medinah. Sesudah itu Allah, memberikan pertolongan kepada kaum Muslimin sehingga mereka menjadi umat yang kuat, baik berupa pertolongan yang diberikan oleh orang-orang Anshar ketika beliau dan pengikut-pengikutnya berada di Medinah, ataupun bantuan-bantuan Allah yang diberikan ketika mereka berhadapan dengan kaum musyrikin dalam Perang Badar.

Allah juga mengingatkan kepada kaum Muslimin kepada nikmat-Nya yang lain yaitu rezeki yang baik dan halal, baik berupa kemakmuran bumi Medinah yang mereka alami ataupun kemenangan dalam Perang Badar. Nikmat-nikmat Allah yang diberikan kepada kaum Muslimin yang disebutkan dalam ayat-ayat ini, adalah untuk memberikan rangsangan agar kaum Muslimin mensyukuri nikmat-nikmat itu.

Dari ayat ini, beberapa pedoman hidup yang bisa diambil adalah:

  1. Mengingat Asal Usul dan Keadaan Sebelumnya: Ayat ini mengajarkan pentingnya mengingat keadaan sulit atau lemah yang pernah dialami, sebagai bentuk pembelajaran dan refleksi diri. Umat Islam diajarkan untuk tidak melupakan kondisi masa lalu ketika dalam keadaan terjepit, agar selalu sadar akan nikmat dan bantuan Allah. Mengingat masa-masa sulit akan membuat seseorang lebih menghargai perubahan baik yang terjadi dalam hidup.
  2. Kebergantungan kepada Allah: Ketika umat Islam dalam keadaan sedikit dan tertindas, Allah memberikan mereka perlindungan, pertolongan, dan rezeki. Ini menunjukkan bahwa dalam situasi yang penuh kesulitan, kebergantungan pada Allah dan keyakinan akan pertolongan-Nya adalah kunci untuk keluar dari krisis. Ayat ini mengingatkan untuk selalu bergantung kepada Allah dalam setiap keadaan.
  3. Syukur Atas Nikmat Allah: Allah mengingatkan bahwa segala perubahan, dari kelemahan menjadi kekuatan, dari ketakutan menjadi aman, dan dari kesempitan menjadi kelapangan, adalah karunia dari-Nya. Oleh karena itu, umat Islam diajak untuk bersyukur atas setiap nikmat yang Allah berikan. Syukur adalah bentuk penghargaan atas segala yang telah diterima dan akan memperkuat hubungan dengan Allah.
  4. Kesadaran Akan Pertolongan Allah: Ayat ini juga mengajarkan bahwa Allah selalu memberikan pertolongan dan rezeki yang baik kepada hamba-hamba-Nya. Pertolongan ini bisa datang dalam berbagai bentuk, seperti dukungan kekuatan, tempat tinggal, keamanan, atau rezeki yang halal dan baik. Dengan demikian, manusia hendaknya selalu sadar bahwa apa pun yang dimilikinya berasal dari pertolongan Allah.

“Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai teman kami di dunia, penghibur kami di dalam kubur, cahaya di atas shirat, sahabat di dalam surga, serta pelindung dan tabir dari api neraka. Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an sebagai penunjuk dan pemandu dalam setiap langkah kami, bukakan hati kami untuk memahaminya dan mengamalkannya dalam kehidupan kami.

Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang membaca Al-Qur’an dengan sebenar-benarnya, yang mengamalkan hukum dan nasihat yang terkandung di dalamnya, dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai pemberi syafaat bagi kami di hari kiamat. Aamiin ya Rabbal ’Alamin.”