Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ جَمِيْعًا ٱلَّذِيْ لَهٗ مُلْكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۚ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ يُحْيٖ وَيُمِيْتُ ۖ فَاٰ مِنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهِ النَّبِيِّ الْاُ مِّيِّ الَّذِيْ يُؤْمِنُ بِا للّٰهِ وَكَلِمٰتِهٖ وَا تَّبِعُوْهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Wahai manusia! Sesungguhnya aku ini utusan Allah bagi kamu semua, Yang memiliki kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, (yaitu) Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya). Ikutilah dia, agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 158)
Seluruh umat manusia untuk mengikuti agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Allah memerintahkan kepada Muhammad, agar ia menyeru seluruh umat manusia mengikuti agama yang dibawanya, di mana saja mereka berada, dan bangsa apa pun dia, agar dia menerangkan bahwa dia adalah Rasul Allah yang diutus kepada mereka semua. Keumuman risalah Muhammad saw dinyatakan lagi oleh firman Allah:
Dan Kami tidak mengutus engkau (Muhammad), melainkan kepada semua umat manusia sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan… (Saba/34: 28)
Dan firman Allah juga:
… Al-Quran ini diwahyukan kepadaku agar dengannya itu aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang yang sampai ( Al-Quran kepadanya)… (al-Anam/6: 19)
Demikian pula hadis Nabi yang menerangkan keumuman risalahnya sebagai berikut: “Telah diberikan kepadaku lima hal, yang belum pernah diberikan kepada seorang Nabi pun sebelumku. Aku ditolong dengan memasukkan rasa takut kepada musuhku dalam jarak perjalanan sebulan, dan dijadikan bagiku bumi sebagai masjid (tempat salat) dan alat bersuci. Maka siapa saja dari umatku yang telah datang padanya waktu salat maka hendaklah ia salat (dimana pun ia berada), dan dihalalkan bagiku harta rampasan yang tidak dihalalkan kepada orang sebelumku, diberikan kepadaku syafaat, dan Nabi lain diutus kepada kaumnya saja, sedangkan aku diutus kepada semua umat manusia”. (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
Allah menerangkan keesaan-Nya, yaitu tidak ada tuhan selain Dia, hanyalah Dia yang berhak disembah, karena Dialah yang mengurus langit dan bumi, mengatur alam seluruhnya. Dia menghidupkan segala yang hidup dan mematikan segala yang mati. Dalam ayat ini diterangkan bahwa ada tiga kekuasaan Tuhan yang utama: yaitu pemilik yang ada di langit dan bumi, satu-satunya Tuhan yang dapat disembah, Tuhan yang menghidupkan dan mematikan.
Kemudian Allah memerintahkan seluruh manusia agar beriman kepada Allah dan beriman kepada Nabi yang ummi, beriman kepada wahyunya yaitu kitab-kitab terdahulu dan memerintahkan manusia agar mengikuti nabi tersebut.
Rasul yang ummi itu memurnikan pengabdian kepada Allah, beriman kepada kitab-kitab yang telah diturunkan kepada para Nabi yang terdahulu. Setelah perintah beriman, Allah mengiringi dengan perintah agar manusia melaksanakan semua syariat yang dibawa Nabi Muhammad saw.
Seluruh umat manusia untuk mengikuti agama yang dibawa oleh nabi Muhammad SAW, tapi kenyataannya tidak semua umat manusia beriman kepada Allah dan rassul Nya. Ini sesuai dengan isi di awal surat Al-Baqarah, Allah swt telah menerangkan mengenai adanya tiga golongan manusia dalam keimanan kepada Allah SWT. “Pertama yaitu golongan orang mukmin, yang kedua yaitu golongan orang kafir yaitu orang yang telah Allah kunci mata hati, pendengaran, dan penglihatan mereka. Yang ketiga adalah golongan orang munafik. Jadi, munafik itu, antara yang dihati dan diucapkan tidak sama.
Orang-orang munafik itu cirinya ada tiga. Seperti yang disabdakan oleh Nabi Agung Muhammad SAW dalam hadist. Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga. jika berbicara ia berbohong, jika berjanji ia ingkar, dan jika dipercaya ia berkhianat. (HR Bukhari) “Dan orang munafik akan menempati kerak neraka. Orang munafik juga adalah orang yang bodoh, tetapi mereka tidak menyadari bahwa mereka orang bodoh.
Banyak melakukan amal sholeh, banyak berdzikir dan banyak berdoa sebagai penyempurna menjaga kualitas keimanan. Secara prinsip, kita bisa berdoa meminta peningkatan iman kepada Allah dengan ucapan dan bahasa apa saja. Berdoa dengan yang ada ada dalam al Quran itu lebih baik untuk menguatkan iman. Salah satu doanya;
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepeda kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi.”(QS. Ali Imran ayat 8)