Contoh Sifat Adil dalam Kehidupan Sehari-hari

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ كَا نَ  طَآئِفَةٌ  مِّنْكُمْ  اٰمَنُوْا  بِا لَّذِيْۤ  اُرْسِلْتُ  بِهٖ  وَطَآئِفَةٌ  لَّمْ  يُؤْمِنُوْا  فَا صْبِرُوْا  حَتّٰى  يَحْكُمَ  اللّٰهُ  بَيْنَنَا  ۚ وَهُوَ  خَيْرُ  الْحٰكِمِيْنَ

“Jika ada segolongan di antara kamu yang beriman kepada (ajaran) yang aku diutus menyampaikannya, dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah sampai Allah menetapkan keputusan di antara kita. Dialah Hakim yang terbaik.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 87)

Ada dua golongan ; golongan yang beriman dan golongan yang tidak beriman
*Keputusan Tuhan yang seadil-adilnya, yaitu membela hamba-hamba-Nya yang beriman dan membinasakan golongan kafir yang berbuat kezaliman.

Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini mengutarakan keahlian Nabi Syu’aib dalam menyampaikan ajaran-ajaran Allah yang dikemukakan dengan kata-kata yang tegas, bijaksana dan mengesankan. Nabi Syu’aib berkata kepada mereka jika ada golongan di antara mereka yang membenarkan seruannya agar menyembah Allah Tuhan Yang Maha Esa dan meninggalkan perbuatan zalim seperti mengurangi hak manusia dalam menimbang dan menakar, maka mereka akan terhindar dari siksa Allah.

Sebaliknya, sekiranya ada golongan di antara mereka yang masih belum menyambut seruannya dan masih tetap kufur dan zalim, maka Nabi Syu’aib mengancam mereka agar menunggu keputusan Tuhan yang seadil-adilnya, yaitu membela hamba-hamba-Nya yang beriman dan membinasakan golongan kafir yang berbuat kezaliman.

Keputusan Tuhan yang seadil adilnya. Al Adl adalah satu di antara 99 nama indah Allah Asmaul Husna.

الْعَدْلُ

Bacaan latin: Al Adl

Artinya: Yang Maha Adil

Asmaul Husna Al Adl artinya Yang Maha Adil. Akar katanya adalah ‘adala yang berarti lurus dan sama. Senada dengan makna adil dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yakni sama berat, tidak berat sebelah, dan tidak memihak.

Makna adil yang terkandung dalam Al Adl artinya Allah SWT selalu menempatkan semua sesuai porsi dan selaras ketentuanNya. Keadilan Allah SWT tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat dipengaruhi oleh apapun dan siapapun.

Sehingga, segala keputusan dan peraturan Allah sudah dibuat seadil mungkin dan mustahil ditemukan kesalahan. Berkaitan dengan hal ini, Allah berfirman dalam surat Al An’am ayat 115,

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

“Dan telah sempurna firman Tuhanmu (Al-Qur’an) dengan benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah firman-Nya. Dan Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.”

Asmaul Husna Al Adl juga disebutkan dalam QS At Tin ayat 8 yang menyebut sosok hakim yang paling adil.

أَلَيْسَ اللَّهُ بِأَحْكَمِ الْحَاكِمِينَ

“Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat di atas menjadi bukti tentang keadilan Allah yang tidak pernah melampaui batas dan tidak melakukan aniaya terhadap siapa pun.

Allah menciptakan neraka Jahannam hingga hari pembalasan hanya untuk orang-orang yang melanggar perintah-Nya.

Sebaliknya, Allah SWT sudah menyiapkan surga yang indah bagi manusia yang taat kepada-Nya dan meneladani rasul-Nya.

Sebagai makhluk ciptaan Allah, kita juga harus berbuat adil sebagai wujud ketakwaan kepadaNya. Salah satu firmanNya yang menyebut tentang berlaku dapat disimak dalam surat Al Maidah ayat 8,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Berikut adalah beberapa contoh sifat adil dalam kehidupan sehari-hari:

1. Memperlakukan semua orang dengan sama, tanpa memandang jenis kelamin, ras, agama, atau latar belakang lainnya.
2. Mengambil keputusan berdasarkan fakta dan bukti, bukan prasangka atau preferensi pribadi.
3. Memberikan kesempatan yang sama bagi semua orang untuk berkembang dan mencapai potensi mereka.
4. Mematuhi aturan dan prosedur yang berlaku, tanpa memihak atau berpihak kepada pihak tertentu.
5. Membagikan sumber daya atau kesempatan secara merata, tanpa membedakan antara satu individu dengan yang lain.
6. Dalam mengambil keputusan tidak atas kepentingan pribadi atau golongan.7. Menghindari bersikap yang didasari dengan rasa marah dan dendam.

“Ya Allah, berikanlah kepada kami kekuatan untuk selalu berlaku adil dalam segala hal. Berikanlah kepada kami keberanian untuk bertindak dengan adil dalam setiap situasi. Lindungilah kami dari ketidakadilan dan bantu kami menjadi agen perubahan untuk kebaikan dalam masyarakat. Amin.”