Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَ نَاۡ لَـكُمْ نَا صِحٌ اَمِيْنٌ
“Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku dan pemberi nasihat yang terpercaya kepada kamu.”(QS. Al-A’raf 7: Ayat 68)
Tugas rassul diantaranya menyampaikan amanat dari Allah SWT dan memberi nasihat kepada kaumnya
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI; Ayat ini menerangkan penegasan Nabi Hud kepada kaumnya, bahwa dia hanya menyampaikan perintah-perintah Tuhannya agar mereka beriman kepada-Nya, kepada hari kemudian, kepada Rasul-rasul, kepada malaikat-malaikat Allah, kepada adanya surga dan neraka dan agar mereka melaksanakan perintah-perintah Tuhan, baik yang berhubungan dengan ibadat maupun muamalat. Nabi Hud menegaskan bahwa dia adalah benar-benar seorang yang ikhlas dan orang yang dipercaya.
Dengan kata-kata ini seolah-olah Nabi Hud mengemukakan kepada kaumnya, “tidak wajar bagiku berdusta kepada Tuhanku yang mengutusku sebagai rasul.” Demikianlah gambaran budi pekerti para rasul pilihan Allah ketika menghadapi pembangkangan kaum yang bukan saja menentang malahan secara tidak sopan menuduh para rasul dengan berbagai tuduhan yang rendah sekali. Namun demikian, para rasul itu menghadapi mereka dengan tenang dan dengan hati yang penuh kesabaran
Kisah kisah para rassul sebelum nabi Muhammad telah disampaikan kepada rassululloh SAW;
وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰ ى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman.” (QS. Hud 11: Ayat 120).
Tugas sebagai muslim, memberi nasihat kepada sesama manusia;
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَا صَوْا بِا لْحَقِّ ۙ وَتَوَا صَوْا بِا لصَّبْرِ
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.”(QS. Al-‘Asr 103: Ayat 3)
Kecuali kalau kita ingin disebut orang yang merugi;
اِنَّ الْاِ نْسَا نَ لَفِيْ خُسْرٍ
“Sungguh, manusia berada dalam kerugian,” (QS. Al-‘Asr 103: Ayat 2)
Jangan seperi kaum ‘Ad
كَذَّبَتْ عَا دُ ٱِلْمُرْسَلِيْنَ
“(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.” (QS. Asy-Syu’ara’ 26: Ayat 123)
Kaum ‘Ad diberi nasihat atau tifak sama saja;
قَا لُوْا سَوَآءٌ عَلَيْنَاۤ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوٰعِظِيْنَ
“Mereka menjawab, Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,”(QS. Asy-Syu’ara’ 26: 136)
Semoga kita bisa saling nasihat menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran dan kita tidak termasuk orang merugi.