Pilih Jenjang Pendidikan
Silahkan pilih jenjang pendidikan untuk memulai pendaftaran

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
قُلْ لَّوْ اَنَّ عِنْدِيْ مَا تَسْتَعْجِلُوْنَ بِهٖ لَقُضِيَ الْاَ مْرُ بَيْنِيْ وَبَيْنَكُمْ ۗ وَا للّٰهُ اَعْلَمُ بِا لظّٰلِمِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), Seandainya ada padaku apa (azab) yang kamu minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kamu. Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zalim.” (QS. Al An’am 6: Ayat 58)
Dalam tafsir lengkap Kementrian Agama RI menjelaskan bahwa seandainya azab yang diminta oleh orang-orang kafir itu berada di tangan Muhammad saw, tentulah mereka sudah dibinasakan, karena mereka telah mendustakan ayat Allah, menentang seruan Nabi, dan menghalang-halangi orang lain masuk Islam.
Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zalim dan orang-orang yang tidak dapat lagi diharapkan keimanannya. Dia Maha Mengetahui azab yang pantas diberikan kepada mereka itu dan Dia pasti mengazab mereka sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan-Nya.
وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ (سورة الأنعام:
“Dan Dialah yang berkuasa atas sekalian hamba-hamba-Nya. dan Dialah yang Maha Bijaksana lagi Maha mengetahui.” (QS. Al-An’am: 18)
Al-Qahhar (القهار) merupakan sighat mubalaghah (bentukan kalimat yang berarti sangat) dari isim fa’il Al-Qahir (القاهر). Dia adalah “Yang mengalahkan segala sesuatu dan mengaturnya sebagaimana Dia kehendaki dan bagaimana Dia kehendaki. Dia menghidupkan makhluknya jika Dia kehendaki, mematikannya jika dia kehendaki, tidak ada satupun yang dapat mengalahkan-Nya dan memaksa-Nya.” (Tafsir Ath-Thabary, 17/52)
Al-Qahr merupakan salah satu sifat Allah Ta’ala. Dia bukan sinonim balas dendam terhadap musuh-musuhnya, maknanya bukan pula menyiksa para pendurhaka, agar jangan dikatakan bahwa yang Dia tundukkan hanyalah kaum yang zalim, sebagaimana ada yang mengatakan demikian. Itu pandangan keliru. Karena sifatnya yang menundukkan orang-orang zalim, itu termasuk sifat penundukannya terhadap makhluknya, akan tetapi tidak terbatas pada itu. Sifat penundukannya berlaku pada seluruh makhluk-Nya, baik yang taat atau yang bermaksiat kepada-Nya. Karena hal tersebut merupakan indikasi rububiyah-Nya terhadap makhluk-Nya dan kekuasaan-Nya terhadap mereka serta petunjuk kekuasaan dan kekuatannya yang sempurna. Ini juga merupakan petunjuk keesan-Nya dalam uluhiyah-Nya terhadap hamba-hamba-Nya.
Maksud dari kata (القاهر) adalah yang menundukkan dan merendahkan makhluk-Nya, yang tinggi di atas mereka. Dikatakan ‘di atas hamba-Nya’, karena Dia mensifati dirinya menundukkan mereka, dan sifat setiap yang menundukkan sesuatu itu berarti dia berada di atasnya.
Makna ucapan ini jika demikian adalah “Allah menundukkan hamba-hamba-Nya, merendahkan mereka, Dia maha tinggi di atas mereka yang telah Dia tundukkan dan Dia ciptakan. Dia ada di atas mereka, karena Dia yang menundukkan mereka dan mereka dibawah-Nya.”
Doa supaya tidak diazab dengan api neraka;
رَبَّنَاۤ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰ خِرَةِ حَسَنَةً وَّ قِنَا عَذَا بَ النَّا رِ”
“Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)