USt Alex : Hikmah Iedul Fitri

18 Mei 2020 | Dibaca : 32x | Oleh : Bilal M. Ramdan
USt Alex : Hikmah Iedul Fitri

Iedul Fitri atau dalam bahasa Arab عيد الفطر  terdiri dari dua kata yaitu عيد  dan الفطر  yang  masing-masing kata tersebut ada dua arti:


عيد = hari raya, merayakan pesta (kamus B. Arab)

عيد = dari kata عاد – يعود – عيدا  yang artinya kembali 

Demikian juga الفطر  ada dua arti: 


الفطر = sarapan, makan, berbuka (kamus B. Arab)
الفطر dari kata الفطرة = suci atau bersih

Dengan demikian Iedul Fitri bisa diartikan sebagai hari raya umat Islam setelah melaksanakan puasa Ramadhan dan dirayakan dengan makan-makan (berbuka). Hal ini berrdasarkan sebuah hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Dari Anas Bin Malik: tak sekali pun Nabi Muhammad SAW pergi (untuk shalat) pada hari raya iedul fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya.” Dalam riwayat lain: “Nabi Muhammad SAW. makan kurma dalam jumlah ganjil (HR. Bukhari). 

Kemudian Iedul Fitri bisa diartikan juga sebagai sebuah keadaan dimana umat Islam kembali kepada kesucian, bersih dari segala dosa, kesalahan dan kejelekan setelah melaksanakan puasa di Bulan Ramadhan. Hal ini berdasarkan sebuah hadits Rasulullah SAW yang artinya: “Barang siapa yang puasa di bulan Ramadhan disertai dengan iman dan mengharap ridha Allah, maka Allah ampuni dosa-dosanya yang telah lalau (Mutafaq alaih). 

Lantas apa Hikmah di balik Iedul FItrri?? Sesuai Hadist dalam Al Qur'an ada beberapa Hikmah di balik Iedul Fitri diantaranya adalah :

1.Kegembiraan dan Kesyukuran

Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ الْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعمِائَة ضِعْفٍ قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: (إِلَّا الصَّوْمَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَطَعَامَهُ مِنْ أَجْلِي) لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ” (متّفق عليه).

Hikmah pertama yang sangat menonjol dari momen idul fitri adalah hikmah kegembiraan dan kesyukuran. Ya, semua kita bergembira dan bersuka ria saat menyambut Idul Fitri seperti sekarang ini. Dan memang dibenarkan bahkan disunnahkan kita bergembira, berbahagia dan bersuka cita pada hari ini. Karena makna dari kata ‘ied itu sendiri adalah hari raya, hari perayaan, hari yang dirayakan. Dan perayaan tentu identik dengan kegembiraan dan kebahagiaan.

2. Ketauhidan, Keimanan dan Ketaqwaan

Dalam menyambut ‘Iedul Fithri, disunnahkan bagi kita untuk banyak mengumandangkan takbir, tahlil, tasbih dan tahmid sebagai bentuk penegasan dan pembaharuan deklarasi iman dan tauhid. Itu berarti bahwa identitas iman dan tauhid harus selalu kita perbaharui dan kita tunjukkan, termasuk dalam momen-momen kegembiraan dan perayaan, dimana biasanya justru kebanyakan orang lalai dari berdzikir dan mengingat Allah.

“… dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa Ramadhan), dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas hidayah-Nya yang diberikan kepadamu, dan supaya kamu (lebih) bersyukur” (QS. Al-Baqarah: 185).

3. Kefitrahan (kesucian)

Biasa juga dikatakan bahwa, dengan hadirnya Iedul fitri berarti kita kaum muslimin kembali kepada fitrah, kembali kepada kesucian. Dan itu benar. Karena jika benar-benar dioptimalkan, maka Ramadhan dengan segala amaliah istimewanya adalah salah satu momentum terbaik bagi peleburan dosa dan penghapusan noda yang mengotori hati dan jiwa kita serta membebani diri kita selama ini.

 

Sabda Nabi Mmuhammad SAW: 

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ” (متّفق علَيْه).

 

4. Kepedulian

Islam adalah agama peduli. Oleh karenanya uammatnyapun adalah ummat peduli. Dan sifat serta karakter kepedulian itu begitu tampak nyata dan terbukti secara mencolok selama bulan mulia yang baru saja berlalu. Dimana semangat berbagi dan spirit memberi melaui sunnah berinfak dan bersedekah serta kewajiban berzakat, begitu indah menghiasi hari-hari penuh peduli sepanjang bulan Ramadhan. Dan itu semua tidak lain dalam rangka meniru dan mencontoh keteladanan terbaik dari Baginda Rasul tercinta shallallahu ‘alaihi wasallam.

Sabda Rasulullah SAW:

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ فِي رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ وَكَانَ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ فَلَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدُ بِالْخَيْرِ مِنْ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ (متَّفق علَيْه)

5. Kebersamaan dan Persatuan

Selama Ramadhan, suasana dan nuansa kebersamaan serta persatuan ummat begitu kental, begitu terasa dan begitu indah. Mengawali puasa bersama-sama (seharusnya dan sewajibnya), bertarawih bersama (disamping jamaah shalat lima waktu juga lebih banyak selama Ramadhan), bertadarus bersama, berbuka bersama, beri’tikaf bersama, berzakat fitrah bersama, dan beriedul fitri bersama (semestinya!).

Dan hal itu karena memang ibadah dan amaliah Ramadhan serta ‘Iedul Fithri adalah bersifat jama’iyah, kolektif, dan serba bersama-sama. Tidak bisa dan tidak boleh sendiri-sendiri.

Sabda Rasulullah SAW:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “الصَّوْمُ يَوْمَ تَصُومُونَ وَالْفِطْرُ يَوْمَ تُفْطِرُونَ وَالْأَضْحَى يَوْمَ تُضَحُّونَ” قَالَ أَبُو عِيسَى وَفَسَّرَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ هَذَا الْحَدِيثَ فَقَالَ: إِنَّمَا مَعْنَى هَذَا أَنَّ الصَّوْمَ وَالْفِطْرَ مَعَ الْجَمَاعَةِ وَعُظْمِ النَّاسِ (رواه التّرمذيّ وأبو داود وابن ماجة، وصحّحه أحمد شاكر والألبانيّ).

 

 

 

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

1 Januari 1970
...
ekstrakulikuler dan ragamnya
9 Agustus 2019
Ekstrakulikuler atau sering disingkat eskul merupakan sebuah kegiatan non-pelajaran formal yang dilakukan peserta ...
Kolam Renang Al Ma'soem menjadi sarana penunjang Bakat Siswa
2 Oktober 2019
Jatinangor,- Kolam Renang Al Ma'soem terkenal sebagai kolam renang pertama di Bandung dimana Laki laki dan perempuan dipisahkan dimana kolam khusus wanita ...
PORSAK AL MA'SOEM 2019 menyisakan Para Juara !!
6 Januari 2020
Jatinangor,- Porsak atau Pekan Raya Olah Raga Antar Kelas telah Usai pada (20/12) lalu, namun penghargaan bagi kelas kelas yang sudah menjadi juara ...
MESSA Al Maoem 2017 Rampung Diselenggarakan
27 November 2017
Jatinangor – Minggu (26/11) MESSA Al Ma’soem 2017 rampung diselenggarakan, kejuaraan tingkat Jawa Barat yang mempertandingkan berbagai bidang ...

Informasi Pendaftaran

asdasdasd
klm
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top