TK Al Masoem

Tips Meningkatkan Percaya Diri Pada Anak Pemalu

Seorang anak remaja memiliki beberapa karakter khas yaitu mencari jati diri melalui lingkungan pergaulannya serta senang akan sesuatu yang baru. Namun tidak semua anak merasa percaya diri untuk mengexplore itu semua. Mungkin anak anda adalah salah satu dari banyak anak yang pemalu. Hal tersebut bisa saja karena sifatnya yang memang pendiam, kurang percaya diri atau tengah meniru anda sebagai orang tuanya yang memang kurang suka bergaul. Jika anda ingin anak anda menjadi anak yang percaya diri serta mudah bergaul (meskipun anda adalah seorang pemalu), maka terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu:

  • Usahakan anak anda untuk lebih sering kontak dengan orang lain dengan cara mencari sebuah komunitas atau tim yang menarik bagi anak anda sehingga ia akan bertemua dengan anak-anak lain yang memiliki hobi yang sama.
  • Bersikaplah realistis dalam membangun rasa percaya dirinya. Bicarakan dengan anak anda selain tentang hobi dan minatnya, juga tentang sesuatu yang tidak ia sukai (mengalami kesulitan saat melakukan aktivitas tersebut). Kursus dan pelatihan tambahan merupakan salah satu solusinya
  • Tingkatkan rasa percaya dirinya dengan memuji segala keberhasilannya bersosialisasi. Jika ia menyadari bahwa ia tak perlu takut, ia akan lebih berani untuk mencobahal-hal baru. Namun yang perlu diingat adalah jangan pernah untuk memberikan “pujian palsu” pada anak hanya karena untuk membuatnya merasa lebih baik. Berilah ia pujian ketika ia telah melakukan dengan baik dan atas usaha yang ia lakukan, dan tenangkan dirinya bahwa ia tidak bisa selamanya menjadi yang terbaik dalam segala hal lalu fokuskan dengan minat dan bakatnya kembali. 
  • Batasi waktu sang anak dalam melakukan kegiatan-kegiatan menyendiri karena jika hal tersebut terlalu sering dilakukan maka akan memperburuk rasa takutnya saat bertemu dengan orang lain
  • Biarkan mereka bermain dengan teman-temannya selama durasinya memang masih wajar. Usahakan permainan yang dilakukannya adalah permainan yang bersifat “non video game” agar anak lebih berani saat bertemu orang lain di dunia nyata (bukan di dunia maya saja)

Cara-cara tersebut di atas tentu saja harus disesuaikan dengan kondisi lingkungan rumah, lingkungan sekolah dan kondisi si anak. Jika rasa malunya semakin meningkat atau mempengaruhi kegiatan sehari-harinya maka anda sebagai orang tua ada baiknya mencari bantuan dari profesional seperti psikolog, konselor atau motivator.