Tabligh Akbar (28)

Tingkatkan Keterampilan Belajar dengan Tips-tips Berikut

Setiap manusia mempunyai potensi masing-masing. Potensi tersebut perlu dikembangkan untuk mencapai tahap aktualisasi, yang oleh Abraham Maslow tahap tersebut merupakan salah satu bagian dari hirarki kebutuhan dasar manusia. Belajar merupakan cara yang dapat menjembatani seseorang untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimilikinya. Oleh karena itu, belajar merupakan hal dasar yang perlu dilakukan oleh setiap individu.

Untuk membuat belajar menjadi efektif maka individu hendaknya mengetahui keterampilan belajar apa saja yang menunjang keefektifan belajarnya. Sehingga dari pengetahuannya tersebut individu mampu mengaplikasikan keterampilan-keterampilan belajar guna mencapai tujuan dan hasil yang memuaskan.

Keterampilan adalah kapasitas yang dibutuhkan untuk melaksanakan beberapa tugas yang merupakan pengembangan dari hasil training dan pengalaman yang didapat. Menurut Hilgard dan kawan-kawan dalam Abin Syamsuddin (2007:157), konsep belajar selalu menunjukkan kepada suatu proses perubahan perilaku atau pribadi seseorang berdasarkan praktik atau pengalaman tertentu. Berdasarkan dua pengertian di atas maka penulis menyimpulkan bahwa keterampilan belajar adalah suatu kapasitas yang harus dimiliki untuk melaksanakan tugas dalam bentuk belajar supaya terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih efektif.

Setelah sebelumnya dijelaskan apa yang dimaksud dengan keterampilan belajar maka berikut ini adalah macam-macam kegiatan yang termasuk ke dalam keterampilan belajar:

  1. Belajar dalam kelas, mencatat, diskusi, dan mempelajari materi pelajaran
  2. Pengelolaan waktu dan administrasi tugas
  3. Mempersiapkan ujian dan mengerjakan tes
  4. Mengatasi kejenuhan dan membangkitkan motivasi

Untuk lebih memahami macam-macam keterampilan belajar tersebut maka penulis akan menjelaskannya satu per satu yaitu sebagai berikut:

Belajar dalam kelas, mencatat, diskusi, dan mempelajari materi pelajaran

Keterampilan ini berkaitan dengan proses belajar mengajar yang terjadi dalam pendidikan formal ataupun non formal dari SD, SMP dan sederajat, SMA dan sederajat, serta perguruan tinggi. Meskipun kegiatan tersebut dilakukan pada setiap jenjang satuan pendidikan tetapi taraf kesulitan pembelajaran dari setiap jenjang pendidikannya tentu saja berbeda. Kegiatan mencatat yang dilakukan peserta didik pada satuan pendidikan sekolah dasar akan berbeda dengan kegiatan mencatat yang dilakukan oleh para peserta didik pada satuan pendidikan sekolah menengah, begitupun selanjutnya. Oleh karena itu, untuk mencapai proses belajar mengajar yang efektif di dalam kelas maka dibutuhkan kompetensi pendidik yaitu mampu memahami tugas-tugas perkembangan dan tahap perkembangan yang dimiliki oleh setiap peserta didik pada masing-masing jenjang satuan pendidikan.

Belajar yang dilakukan di dalam kelas menuntut kenyamanan baik dalam bentuk fisik seperti lingkungan ruang belajar atau kelas yang bersih dan rapi juga dalam bentuk psikologis seperti kehangatan yang tercipta dari hubungan yang baik antara masing-masing individu. Diskusi merupakan kegiatan yang menekankan saling tukar pemikiran mengenai hal-hal yang didiskusikan. Untuk menciptakan kegiatan diskusi yang aktif maka masing-masing individu perlu mengetahui dan memahami hal yang didiskusikan dengan cara mempelajari lebih dalam beberapa materi pelajaran.

Pengelolaan waktu dan administrasi tugas

Salah satu keterampilan yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan belajar adalah pengelolaan waktu dan administrasi tugas. Menurut Suharsimi Arikunto, pengelolaan sama halnya dengan management. Pengelolaan diartikan sebagai suatu rangkaian pekerjaan atau usaha yang dilakukan oleh sekelompok orang untuk melakukan serangkaian kerja dalam mencapai tujan tertentu. Adapun pengelolaan waktu belajar adalah tindakan atau proses perencanaan dan secara sadar melakukan kontrol atas jumlah waktu yang dihabiskan untuk aktivitas belajar yang efektif dan efisien.

Untuk membelajarkan peserta didik ada kalanya pendidik memberikan tugas-tugas yang disertai deadline untuk diselesaikan dan dikumpulkan oleh peserta didik. Administrasi tugas memberikan manfaat kepada peserta didik dalam mengerjakan beberapa tugas tersebut. Beberapa kegiatan yang berkaitan dengan pengadministrasian tugas-tugas di antaranya adalah membuat skala prioritas tugas berdasarkan deadline, dan mengarsipkan tugas-tugas yang sudah dikerjakan.

Mempersiapkan ujian dan mengerjakan tes

Salah satu tujuan khusus bimbingan belajar adalah menyiapkan mental untuk menghadapi ujian. Hal ini dilakukan karena didasarkan pada kondisi real psikologis peserta didik yang merasa tertekan dan gelisah pada saat akan mengahadapi ujian. Untuk menciptakan proses pelaksanaan ujian yang baik maka peserta didik harus mempersiakan diri sebelum menghadapi ujian. Persiapan tersebut meliputi penguasaan materi pelajaran yang akan diujiankan, istirahat yang cukup guna menciptakan kondisi fisik yang baik, persiapan mental yang berkaitan dengan ketenangan dan kepercayaan diri peserta didik pada saat akan dan sedang melaksanakan ujian.

Mengatasi kejenuhan dan membangkitkan motivasi

Berdasarkan proses belajar dalam konteks What-Why-How? proses belajar berlangsung dalam tiga tahapan yaitu: (1) pertama, peserta didik merasakan adanya kebutuhan (Felt needs, drive) baik yang bersifat intrinsik maupun ekstrinsik; (2) kedua, peserta didik mengevaluasi perilaku belajar dan keterampilan-keterampilannya saat ini kemudia mengambil beberapa alternatif pilihan perilaku baru yang lebih efektif; (3) ketiga, peserta didik mencoba melakukan cara-cara atau pola-pola baru yang telah diketahui dan dipilihnya di dalam praktik.

Berdasarkan penjelasan proses belajar peserta didik dalam konteks Whay-Why-How? Maka disimpulkan bahwa motivasi merupakan penggerak perilaku belajar siswa untuk mencapai tujuannya. Menurut Prof. Dr. Abin Syamsudin, M.A. (2007: 164), secara fundamental Dollar dan Miller dalam Loore (1970:136), menegaskan bahwa keefektifan perilaku belajar dipengaruhi oleh empat hal yaitu: motivasi, perhatian dan sasaran, usaha, serta evaluasi atau pemantapan hasil.Selain itu, proses belajar akan terganggu jika peserta didik merasakan kejenuhan dalam belajar. Kejenuhan belajar biasanya bersumber dari faktor keletihan, physiological limits,serta kejemuan atau kebosanan.Oleh karena itu, untuk menciptakan kegiatan belajar yang efektif maka peserta didik perlu memiliki motivasi yang tinggi dan menghindari kejenuhan dalam belajar