Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

27 November 2019 | Dibaca : 70x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

Opini,- TIDAK SEMUA BISA MENJADI KAPTEN KAPAL TETAPI HARUS ADA AWAK KAPALNYA. JADILAH DIRIMU SEBAIK BAIK DIRIMU SENDIRI. sebuah puisi yang kontroversial karena disebut plagiat namun saya tidak akan membahas semua itu. Karena saya hanya lebih suka memetik makna dari sebuah puisi dibandingkan dengan harus mencari kesalahan, begitu juga pada orang lain saya tidak suka dari pada harus mencari kesalahan orang lain alangkah baiknya kita mencari hal hal positif dari orang lain yang sepertinya harus di apresiasikan. Karena melihat dunia persilatan yang ada sepertinya begitu sulit untuk menerima itu.

Nah terlepas dari itu semua, saya pribadi bukan ingin membahas tentang sebuah plagiat atau kesalahan kesalhan orang lian, tapi sebuah pemikiran yang mungkin bermanfaat bagi anda semua. Dalam puisi yang say kutip terdapat sebuah makna yang begitu dalam, "tidak semua jadi awak kapal tetapi harus ada awak kapalnya" intinya tidak semua bisa menjadi seorang pemimpin tetapi harus ada rakyatnya mungkin begitu. atau lebih simpel lagi tidak semua bisa menjadi imam tetapi harus ada makmumnya. atau tidak semua bisa menjadi mentri tetapi harus ada yang menjadi gajah (kuncung/luncur), jadi kuda, jadi benteng dan pion/bidak/budak beuh ketauan penulis suka main Catur >_<

nah berbicara tentang itu, pada zaman milenial ini masih saja ada orang tua yang masih saja menuntut anaknya unutk menjadi inilah itulah kotak persegi bulat atau apalah itu tanpa menyadari bakat dari anaknya sendiri. hello, pak/bu anak itu bukan boneka yang bisa anda permak sedemikian rupa dan simsalabim menjadi apa yang anda mau. Setiap anak pasti memiliki bakatnya tersendiri, orang tua jadilah "pembimbing" terbaik anak agar tidak terjerumus ke hal yang tidak di inginkan.

Nah berbicara tentang bakat ada sebuah kisah yang pernah penulis sendiri baca, penulis sendiri lupa apa judulnya karena sudah lama juga namun disana di ceritakan seorang anak yang tidak ingin menjadi apapun seperti teman teman lainnya. intin dari cerita tersebut sang anak hanya ingin menjadi penoton dan petepuk tangan dalam acara di bandingkan menjadi seorang yang berada dalam pentas karena anak tersebut paham, tanpa seorang penonton pentas tidak akan ramai sebuah pentas atau pagelaran.

maka dari semua itu dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki bakat dan potensinya masing masing namun tetap, keadilan Tuhan adalah segalanya. Bagi orang tua yang anaknya tidak seperti anak lain yang aktif di bidang olah raga atau di bidang lainnya jangan pernah patah semangat karena bisa saj anak tersebut berbakat di bidang lain atau juga bisa jadi anak hanya sebagai seorang penonton saja. tapi meskipun begitu jangan pernah berkecil hati, seorang penonton adalah segalanya bagi orang lain, meskipun terlihat tidak membanggakan tetapi penonton adalah jiwa dalam sebuah penatas. karena pentas tanpa seorang penonton bagaikan membuat sebuah sayur tanpa garam.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

16 Santri SMA - PSAM Lulus Tes Tahfidz Gel. II 2018
15 Maret 2018
Sebanyak 16 santri kelas X, XI dan XII SMA – PSAM Al Ma’soem berhasil lulus tes menghafal Al Qur’an gelombang ke-2 di tahun 2018 ini. Di ...
Penerima Beasiswa Kriteria Akhlak SMA Al Ma’soem 2017/2018
28 Januari 2018
Di awal semester genap 2017/2018 ini Beasiswa Kriteria Akhlak kembali diberikan kepada para pserta didik SMA Al Ma’soem. Sebanyak 29 orang peserta didik ...
Siswa Kelas VII Juara I Story Telling se-Jabar
1 Maret 2018
Alhamdulillah para peserta didik SMP Al Ma’soem hampir dapat selalu memberikan kemampuan terbaiknya dalam setiap kompetisi yang mereka ikuti. Kali ini ...
Juara 1 Festival Marawis MESSA 2015
14 Mei 2015
Ini adalah foto sang juara festival marawis 2015 yang diselenggarakan pada rangkaian kegiatan MESSA (Multi Event in Science, Sport, and Art) ...
Pentingnya Olahraga Bagi Kesehatan Mental
6 April 2015
Oleh : Erik Suryana S.Pd. Olahraga adalah aktivitas seseorang untuk melatih tubuh entah itu jasmani atau rohani di mana orang yang melakukan olah raga secara ...
asdadhadkadh
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top