Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

27 November 2019 | Dibaca : 175x | Oleh : EM
Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

Opini,- TIDAK SEMUA BISA MENJADI KAPTEN KAPAL TETAPI HARUS ADA AWAK KAPALNYA. JADILAH DIRIMU SEBAIK BAIK DIRIMU SENDIRI. sebuah puisi yang kontroversial karena disebut plagiat namun saya tidak akan membahas semua itu. Karena saya hanya lebih suka memetik makna dari sebuah puisi dibandingkan dengan harus mencari kesalahan, begitu juga pada orang lain saya tidak suka dari pada harus mencari kesalahan orang lain alangkah baiknya kita mencari hal hal positif dari orang lain yang sepertinya harus di apresiasikan. Karena melihat dunia persilatan yang ada sepertinya begitu sulit untuk menerima itu.

Nah terlepas dari itu semua, saya pribadi bukan ingin membahas tentang sebuah plagiat atau kesalahan kesalhan orang lian, tapi sebuah pemikiran yang mungkin bermanfaat bagi anda semua. Dalam puisi yang say kutip terdapat sebuah makna yang begitu dalam, "tidak semua jadi awak kapal tetapi harus ada awak kapalnya" intinya tidak semua bisa menjadi seorang pemimpin tetapi harus ada rakyatnya mungkin begitu. atau lebih simpel lagi tidak semua bisa menjadi imam tetapi harus ada makmumnya. atau tidak semua bisa menjadi mentri tetapi harus ada yang menjadi gajah (kuncung/luncur), jadi kuda, jadi benteng dan pion/bidak/budak beuh ketauan penulis suka main Catur >_<

nah berbicara tentang itu, pada zaman milenial ini masih saja ada orang tua yang masih saja menuntut anaknya unutk menjadi inilah itulah kotak persegi bulat atau apalah itu tanpa menyadari bakat dari anaknya sendiri. hello, pak/bu anak itu bukan boneka yang bisa anda permak sedemikian rupa dan simsalabim menjadi apa yang anda mau. Setiap anak pasti memiliki bakatnya tersendiri, orang tua jadilah "pembimbing" terbaik anak agar tidak terjerumus ke hal yang tidak di inginkan.

Nah berbicara tentang bakat ada sebuah kisah yang pernah penulis sendiri baca, penulis sendiri lupa apa judulnya karena sudah lama juga namun disana di ceritakan seorang anak yang tidak ingin menjadi apapun seperti teman teman lainnya. intin dari cerita tersebut sang anak hanya ingin menjadi penoton dan petepuk tangan dalam acara di bandingkan menjadi seorang yang berada dalam pentas karena anak tersebut paham, tanpa seorang penonton pentas tidak akan ramai sebuah pentas atau pagelaran.

maka dari semua itu dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki bakat dan potensinya masing masing namun tetap, keadilan Tuhan adalah segalanya. Bagi orang tua yang anaknya tidak seperti anak lain yang aktif di bidang olah raga atau di bidang lainnya jangan pernah patah semangat karena bisa saj anak tersebut berbakat di bidang lain atau juga bisa jadi anak hanya sebagai seorang penonton saja. tapi meskipun begitu jangan pernah berkecil hati, seorang penonton adalah segalanya bagi orang lain, meskipun terlihat tidak membanggakan tetapi penonton adalah jiwa dalam sebuah penatas. karena pentas tanpa seorang penonton bagaikan membuat sebuah sayur tanpa garam.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

M. Daffa Rial : Dari kakak Kelas, saya terisnpirasi membuat Alat Denyut Nadi Wireless
23 Januari 2020
Jatinangor (almasoem.sch.id),- M. Daffa Kelas X MIPA I menjadi salah satu siswa Al Ma'soem yang bsia sangat memotivasi siswa lainnya untuk bisa ...
Tausiyah Sore Santri Pesantren Al Ma’soem
17 April 2018
Jatinangor – Senin (16/4) dalam rangka untuk terus menyambung tali silaturahmi serta untuk selalu mempertahankan semangat mensyiarkan syariat Islam pada ...
Pelatihan Karyawan Al Ma’soem
27 April 2016
Dengan semakin berkembangnya perkembangan teknologi yang ada saat ini, semakin mendukung seluruh aspek perkembangan masyarakat kita. Penggunaan teknologi ...
Google bisa mencarikan jawaban mu Bukan mengajarkan Mu
29 Mei 2020
Hal unik dari masyarakat sekarang adalah "dikit dikit Google, dikit dikit Google" apa apa google seakan google menjadi penyelamat setiap orang dari ...
SMA Favorit di Bandung
16 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA SMA favorit di Bandung - Setiap orang tua menginginkan anaknya masuk di SMA favorit sehingga mereka sering menyuruh anaknya untuk ...

Informasi Pendaftaran

pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang

Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 – 

+628112206666

E-mail: info@masoem.com

Youtube Chanel : Ma'soem TV

IG : almasoembdg

Bagikan :
Copyright © Almasoem.sch.id 2020
All rights reserved
Scroll Top