Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

27 November 2019 | Dibaca : 33x | Oleh : Bilal M. Ramdan
Tidak semua bisa Menjadi Kapten Kapal tetapi harus ada awak kapalnya

Opini,- TIDAK SEMUA BISA MENJADI KAPTEN KAPAL TETAPI HARUS ADA AWAK KAPALNYA. JADILAH DIRIMU SEBAIK BAIK DIRIMU SENDIRI. sebuah puisi yang kontroversial karena disebut plagiat namun saya tidak akan membahas semua itu. Karena saya hanya lebih suka memetik makna dari sebuah puisi dibandingkan dengan harus mencari kesalahan, begitu juga pada orang lain saya tidak suka dari pada harus mencari kesalahan orang lain alangkah baiknya kita mencari hal hal positif dari orang lain yang sepertinya harus di apresiasikan. Karena melihat dunia persilatan yang ada sepertinya begitu sulit untuk menerima itu.

Nah terlepas dari itu semua, saya pribadi bukan ingin membahas tentang sebuah plagiat atau kesalahan kesalhan orang lian, tapi sebuah pemikiran yang mungkin bermanfaat bagi anda semua. Dalam puisi yang say kutip terdapat sebuah makna yang begitu dalam, "tidak semua jadi awak kapal tetapi harus ada awak kapalnya" intinya tidak semua bisa menjadi seorang pemimpin tetapi harus ada rakyatnya mungkin begitu. atau lebih simpel lagi tidak semua bisa menjadi imam tetapi harus ada makmumnya. atau tidak semua bisa menjadi mentri tetapi harus ada yang menjadi gajah (kuncung/luncur), jadi kuda, jadi benteng dan pion/bidak/budak beuh ketauan penulis suka main Catur >_<

nah berbicara tentang itu, pada zaman milenial ini masih saja ada orang tua yang masih saja menuntut anaknya unutk menjadi inilah itulah kotak persegi bulat atau apalah itu tanpa menyadari bakat dari anaknya sendiri. hello, pak/bu anak itu bukan boneka yang bisa anda permak sedemikian rupa dan simsalabim menjadi apa yang anda mau. Setiap anak pasti memiliki bakatnya tersendiri, orang tua jadilah "pembimbing" terbaik anak agar tidak terjerumus ke hal yang tidak di inginkan.

Nah berbicara tentang bakat ada sebuah kisah yang pernah penulis sendiri baca, penulis sendiri lupa apa judulnya karena sudah lama juga namun disana di ceritakan seorang anak yang tidak ingin menjadi apapun seperti teman teman lainnya. intin dari cerita tersebut sang anak hanya ingin menjadi penoton dan petepuk tangan dalam acara di bandingkan menjadi seorang yang berada dalam pentas karena anak tersebut paham, tanpa seorang penonton pentas tidak akan ramai sebuah pentas atau pagelaran.

maka dari semua itu dapat disimpulkan bahwa setiap orang memiliki bakat dan potensinya masing masing namun tetap, keadilan Tuhan adalah segalanya. Bagi orang tua yang anaknya tidak seperti anak lain yang aktif di bidang olah raga atau di bidang lainnya jangan pernah patah semangat karena bisa saj anak tersebut berbakat di bidang lain atau juga bisa jadi anak hanya sebagai seorang penonton saja. tapi meskipun begitu jangan pernah berkecil hati, seorang penonton adalah segalanya bagi orang lain, meskipun terlihat tidak membanggakan tetapi penonton adalah jiwa dalam sebuah penatas. karena pentas tanpa seorang penonton bagaikan membuat sebuah sayur tanpa garam.

Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

KPAM Mahasiswa AMIK - STIBANKS Al Ma'soem 2017
29 Agustus 2017
Pembukaan KPAM (Konvergensi Prilaku Model Al Ma’soem) AMIK & STIBANKS Al Ma’soem 2017 dibuka langsung oleh Ketua Yayasan Al Ma’soem ...
SEKOLAH YES, MESANTREN OKE !
31 Maret 2015
Oleh: Rony Hermansyah, Drs Tingkat SD  hingga perguruan tinggi  adalah  jenjang pendidikan yang  ada di Yayasan Pendidikan Al Ma’soem. Kampus seluas ...
SD Al Ma’soem Gelar Open House
9 Maret 2016
Dalam rangka akuntabilitas sekolah dan untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat, SD Al Ma’soem menggelar kegiatan Open House pada Rabu, 9 maret ...
Tiga SIswa SMP Juara Pidato ABU BAKAR ASH SHIDDIQ
16 September 2019
Jatinangor,- Menyambut Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, warga di Perumahan Bumi Panyawangan, Cileunyi, Jawa Barat menggelar acara Lomba Pidato dengan Tema ...
Sekolah Tinggi di Bandung
28 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA Sekolah Tinggi di Bandung – Sebagai masyarakat modern, menuntut ilmu setinggi-tingginya ibaratnya merupakan sebuah keharusan ...
pcs
thfdz
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top