Setetes Embun di Siang Hari

21 September 2015 | Dibaca : 785x | Oleh : Bambang Irawan
4195906-vista-sky-blue-yellow-normal5.4 copy 2 Oleh: Siti Suwarni            “Penghasilan besar pengeluaran juga besar...jadi nya ya..sama...tetap tidak bisa menabung.” Pernah dengar atau mengalami seperti pernyataan di atas? Sepertinya kalau ada banyak uang, keinginan juga jadi banyak, jadinya pengeluaran juga besar. Tapi apa pun itu, jika punya banyak uang setidaknya bisa merencanakan banyak hal. Cukup atau tidak, lebih atau kurang...itu sih masalah bagaimana kita mengaturnya sebaik mungkin. Tulisan ini tidak akan membahas masalah itu lebih lanjut tapi lebih pada perenungan akan makna di balik penghasilan/uang yang kita terima. Beberapa pekan lalu, Indra Permana, seorang penulis,  menulis di salah satu media sosial yang mana tulisan nya cukup menarik dan memberikan pencerahan di tengah gerahnya udara Bandung yang semakin panas.... Kalau anda digaji Rp.5 juta tapi anda bekerja seperti bergaji Rp.10 juta, maka Allah akan membayar lebihnya dengan kesehatan, keluarga sejahtera, masa depan yang lebih cerah, atau sejenisnya. Namun bila anda bekerja seperti orang bergaji Rp. 2 juta, maka Allah pun akan menuntut sisanya dengan memberi anda kesulitan, hutang, sakit, kesempitan atau terus merasa kekurangan, dan sejenisnya..... Jadi bekerjalah dengan maksimal, niatkan untuk ibadah. Yakin dan perhatikan apa yang akan Allah buat untuk kesuksesan anda.” Bagi sebagian orang, apa yang tertulis di atas mungkin biasa saja, tapi bagi sebagian yang lain bisa jadi mampu menjadi setetes embun dalam kegalauan hati. Kesenjangan pendapatan di kalangan pekerja adalah salah satu fenomena yang biasa terjadi. Jika parameter yang dipakai untuk penilaian sama, jam kerja dan tanggungjawab yang tidak jauh berbeda, namun kok dari sisi pendapatan terjadi perbedaan yang sangat mencolok, tentu bisa  menimbulkan tanya bahkan juga bisa menimbulkan perasaan iri yang akan berimbas pada turunnya semangat dan motivasi kerja. Menetralisir hati dengan segera, tentu suatu keharusan sehingga tidak terlarut dalam kondisi yang tidak sehat. Kalau di lihat dari pernyataan Indra Permana, ada beberapa hal yang bisa ditarik, antara lain niat dalam bekerja dan rasa syukur yang dibarengi dengan KEIKHLASAN. Untuk niat, setiap orang pasti punya niat yang berbeda dan itu hanya mereka yang tahu pasti, tapi sebagai seorang muslim, sudah jelas diketahui bahwa apapun yang kita lakukan dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi adalah rangkaian dari kegiatan ibadah, maka semua yang dilakukan akan terasa berarti. Tapi  untuk IKHLAS, mungkin diperlukan renungan tersendiri. IKHLAS adalah satu kata yang singkat dan mudah diucapkan, namun ternyata aplikasi kata tersebut dalam kehidupan sehari hari tidaklah mudah, butuh ilmu dan juga kesungguhan hati. IKHLAS jadi hal penting untuk bisa menjalani semua yang terjadi dengan lapang dada dan tetap semangat bekerja sebaik mungkin. Dalam meraih IKHLAS tiap orang berbeda, ada yang cepat ada juga yang membutuhkan waktu. Hal tersebut di pengaruhi oleh tingkat keimanan masing masing. Orang yang tingkat keimanannya sedang tinggi, akan cepat menetralisir hatinya, namun yang tingkat imannya lagi menurun tentu butuh perjuangan tersendiri. Tingkat iman itu sering turun naik tidak pasti layaknya  fluktuasi nilai tukar rupiah ya...menjadi hambatan dalam proses penetralisir hati. Gimana cara biar bisa ikhlas disetiap situasi? Ada sedikit tip untuk itu.
  1. Kembalikan pada niat awal untuk beribadah
  2. Menyakini bahwa semua yang terjadi seyogyanya atas izin Allah. Dan Allah tahu porsi rezeki setiap hambanya.
  3. Membuka hati dan sharing pada rekan rekan sekitar yang senasip, bisa jadi kondisi mereka jauh lebih buruk/tidak menyenangkan dari pada kita sendiri, sehingga kita bisa bersyukur dengan apa yang kita dapatkan.
Beberapa kata-kata motivasi berikut ini bisa menjadi renungan dan juga penutup tulisan ini: "Tidak perlu iri pada rezeki orang lain, kamu tidak tahu apa yang telah diambil darinya..Tidak perlu juga sedih akan cobaan yang akan kamu terima, kamu tidak tahu apa yang akan diberikan kepadamu”. "Semakin engkau berserah pada Tuhan, semakin banyak yang diserahkan Tuhan kepadamu.” (Mario Teguh)    
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Empat Siswa/Santri SMA & Pesantren Al Ma’soem Raih Prestasi di Bidang Tahfidz
12 Februari 2019
Empat orang siswa/santri SMA dan Pesantren (PSAM) Al Ma’soem Bandung kembali menorehkan prestasi yang baik dengan meraih Juara III pada lomba tahfidz ...
Siswa SMP Al Ma'soem dipanggil Pra-Seleksi Timnas U-15
2 Maret 2017
Para peserta didik Yayasan Pendidikan Al Ma’soem merupakan generasi yang dibina untuk tidak hanya dapat bersaing dan unggul dalam segi akademis saja, tapi ...
Info AMIK Bandung
28 Maret 2015
Oleh: Ir. Tonton Taufik, MBA Info AMIK Bandung – Apa yang Anda ketahui tentang AMIK? Apakah ada diantara Anda yang masih asing dengan istilah AMIK? Baiklah ...
Kang Emil Tutup Ramadhan in Campus 1438H Al Ma'soem
21 Juni 2017
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menutup acara kegiatan pesantren kilat Ramadhan in Campus (RIC) dan Karantina Tahfidz para peserta didik Yayasan Al ...
Exploring Historical sites in Sumedang
21 Desember 2017
By Sabrina Putri A - 9 Super Class City Tour was held on Thursday, December14, 2017. Historical sites, Cut Nyak Dien Tomb, Gunung Kunci and Sumedang’s ...
Meredeka tau mati
pcs20202021
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top