Anti LGBT

Sekolah Pesantren, Solusi Penyebaran Penyakit LGBT

Belakangan ini marak hastag tentang tentangan perkumpulan LGBT Se-ASEAN di Jakarta, bagaimana tidak heboh. Sebuah penyakit yang sangat dibenci oleh Allah SWT ini akan berkumpul di satu tempat yang kita sebut sebagai ibu kota Indonesia. Bayangkan saja jika pertemuan LGBT Se-ASEAN memang benar diadakan di Jakarta bagaimana nasib negara ini? Lesbian, Gay, Biseksual, dan Transgender merupakan penyakit yang memang harus dibasmi bahkan harus ada edukasi dari setiap sekolah untuk penting menjaga diri agar tidak masuk ke dalam lingkaran LGBT tersebut.

Sekolah Pesantren, Solusi Penyebaran Penyakit LGBT

Dibalik penyakit yang marak tentu saja ada obat penawarnya. Begitu juga dengan LGBT yang masih saja marak di telinga masyarakat, salah satu penawar terbaik yang paling mujarab adalah dengan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bagi umat muslim, dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT merupakan hal yang paling efektif untuk bisa mengcover diri dari virus LGBT, lantas bagaimana cara anak sekolah mendekatkan diri kepada Allah SWT? Ada banyak cara efektif untuk ini, salah satunya adalah dengan masuk ke lingkungan sekolah berpesantren. Sekolah pesantren merupakan sebuah konsep pendidikan sekolah yang mencampurkan dengan pendidikan pesantren atau sering disebut juga sebagai boarding school. Lantas bagaimana pesantren ini bisa melindungi anak dari pengaruh LGBT? Berikut penjelasan singkatnya : 

  1. Pondok pesantren lebih memfokuskan anak pada pelajaran agama, bukan pendidikan umum

Hal paling penting paling pertama adalah pondok pesantren atau sekolah pesantren lebih memfokuskan anak pada pelajaran agama bukan pelajaran umum. Pelajaran agama merupakan ilmu penting utama untuk membuat benteng diri dari LGBT. Bayangkan saja, setiap hari anak diberikan ilmu pendidikan agama islam, dengan surat ayat dan bahkan terjemahannya yang dimana jelas dalam ayat Al Quran banyak sekali larangan LGBT dan juga Azab pedih yang didapatkan bagi pelakunya. Sebagai contoh kita ambil firman Allah SWT dalam Q.S An Naml ayat 55 : 

اَىِٕنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِّنْ دُوْنِ النِّسَاۤءِ ۗبَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ

yang artinya : 

Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) syahwat(mu), bukan (mendatangi) perempuan? Sungguh, kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu).

Kemudian dalam Q.S Hud ayat 81 : 

 

قَالُوْا يٰلُوْطُ اِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَنْ يَّصِلُوْٓا اِلَيْكَ فَاَسْرِ بِاَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ الَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنْكُمْ اَحَدٌ اِلَّا امْرَاَتَكَۗ اِنَّهٗ مُصِيْبُهَا مَآ اَصَابَهُمْ  ۗاِنَّ مَوْعِدَهُمُ الصُّبْحُ ۗ اَلَيْسَ الصُّبْحُ بِقَرِيْب

 

Yang Artinya : . Mereka (para malaikat) berkata, “Wahai Lut! Sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, mereka tidak akan dapat mengganggu kamu, sebab itu pergilah beserta keluargamu pada akhir malam dan jangan ada seorangpun di antara kamu yang menoleh ke belakang, kecuali istrimu. Sesungguhnya dia (juga) akan ditimpa (siksaan) yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat terjadinya siksaan bagi mereka itu pada waktu subuh. Bukankah subuh itu sudah dekat

Dan banyak sekali ayat Al Quran yang membahas tentang penyakit LGBT dan beberapa siksaannya yang dimana ini akan membuat anak anak pondok pesantren akan lebih paham betul betapa mengerikannya azab Allah SWT kepada para kaum LGBT.

  1. Pesantren memang memiliki fasilitas yang bagus, tapi santri tetap dibatasi dengan kehidupan umum

Hal selanjutnya adalah tidak adanya televisi dan gadget yang membuat santri bisa lepas dari berbagai macam konten konten tidak jelas dan dari berbagai macam hal yang dapat mendekatkan anak pada berbagai macam hal yang berbau zina. Ini sangat penting karena pada dasarnya orang tua memasukan anak anaknya ke pesantren tidak lain tidak bukan agar anak bisa mendapatkan berbagai macam ilmu terbaik untuk anak anaknya, selain itu juga banyak orang tua yang mempercayakan diri kepada pesantren agar anak anaknya bisa terhindar dari LGBT, ditambah lagi karena orang tua paham betul bahwa pondok pesantren dapat menciptakan pribadi yang beragama dan berakhlak baik.

Pondok pesantren bisa jadi jawaban bagi anak untuk terhindar dari LGBT karena pada dasarnya, lingkunganlah yang membuat virus LGBT ini mudah menyebar. Maka dari itu penting bagi orang tua untuk bisa memilih sekolah yang benar benar bisa meminimalisir ini salah satunya adalah dengan memasukan anak anaknya ke pondok pesantren.

  1. Pada dasarnya pondok pesantren adalah lembaga yang tidak akan goyah oleh LGBT

Hal yang paling penting adalah karena pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang tidak akan pernah goyah oleh LGBT. Maka dari itu didikan di pesantren ini memang benar benar menjadikan peserta didik sebagai peserta didik yang memang mengedepankan nilai nilai islami dimana dalam agama islam tidak ada ayat Al Quran yang mendukung LGBT. Yang ada malah larangan, larangan dan larangan. Inilah mengapa pondok pesantren menjadi satu satunya lembaga yang memang harus ada di Indonesia, karena pondok pesantren ini merupakan gerbang pertama bagi anak untuk bisa membatasi diri dari dunia luar salahs atunya dari virus LGBT.

LGBT yang marak ini tidak hanya didunia nyata, di dunia maya juga sudah banyak modus untuk menyebarluaskan LGBT, bahkan beberapa orang sudah tidak punya rasa malu untuk mengungkapkan bahwa mereka adalah LGBT. Maka dari itu di dunia yang sudah tua ini, penting bagi kita untuk bisa membatasi diri dan keluarga kita dari LGBT, salah satu cara terbaik adalah dengan menyekolahkan putra putri anda ke pondok pesantren yang benar benar pesantren.