SEKOLAH BERBASIS LINGKUNGAN (Program Tidak Nyampah)

28 Oktober 2015 | Dibaca : 747x | Oleh : Bambang Irawan
image1Dalam benak pembaca tersirat pemikiran bahwa Sekolah yang berbasis Lingkungan itu antara lain adalah  sekolah dengan suasana lingkungan sekitarnya asri dengan tumbuhan hijau, bersih bebas dari sampah, gemercik air yang selalu mengalir, yang kesemuanya terawat dengan mekanisme pemeliharaan yang terorganisir baik. Dalam uraian berikut ini penulis, akan menyampaikan hal lain,  yang sebenarnya  merupakan  bagian dari tindakan menjaga lingkungan di area Kampus, programnya membuat aturan siswa dan partisipan lain di kampus agar tidak "nyampah", konsep dasar dari program ini, bahwa siswa, guru dan karyawan sekolah lainnya hampir dapat dipastikan setiap hari berinteraksi dengan Kantin. Dari intetaksi itu akan menghasilkan sampah, khususnya yang ditimbulkan oleh kemasan makanan atau minuman. Aplikasi dari konsep diatas adalah jika siswa membeli makanan atau minuman dikantin maka pihak kantin tidak dijinkan memberi makanan dan minuman yang mereka beli dikemas dengan kantong plastik atau kantong kresek, namun untuk memudahkan pelayanan pada siswa atau pihak lain yang berinteraksi dengan kantin maka mereka diminta untuk membawa alat makan dan minum dari Rumah sejenis tepak atau misting, pemilik kantin pun disarankan untuk menyipakan piring dan gelas untuk konsumennya. IMG_2224 (Large) Tujuan dari program tidak nyampah ini adalah mendidik siswa agar memgurangi sampah plastik, karena sampah ini tidak bisa diurai dan perlun ratusan tahun untuk dapat memguraikannya, bahkan untuk plastik jenis tertentu seperti kantong kresek mengandung Karsinogenik yang bisa jadi penyebab tumbuhnya penyakit kangker, kalaupun di bakar asapnyapun akan mencemari Lingkungan. IMG_2220 (Large) Konsekuensi akan aturan adalah adanya sangsi untuk pelanggar, dan program  ini rentan akan pelanggaran sehubungan hal yang baru, sehingga perlu waktu yang cukup untuk sosialisasinya. Hal ini diperlukan untuk menghindari adanya aturan yang tidak bisa dilaksanakan dan mencipkan sikap sinergi semua unsur yang terkait dalam program ini, seperti siswa, guru, karyawan sekolah, pedagang dan penegak disiplin di sekolah. Sebagai pilot project ada sekolah yang telah menerapkan program ini yaitu SD,SMP, SMA Al Masoem dan Pesaantren siswa Al Masoem, yang semuanya berlokasi di Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang. Penulis : Asep sujana Pengelola dan Guru Al Masoem
Bagikan :  

Informasi Menarik Lainnya

Siswa/Santri Al Ma'soem Juara II Lomba Debat tingkat Jabar
15 Maret 2017
Peserta didik PSAM – SMA Al Ma’soem yang tergabung dalam Ekstrakurikuer Debat berhasil menorehkan prestasi yang baik dalam kejuaraan debat antar peserta ...
Penerima Beasiswa Kriteria Akhlak SMA Al Ma’soem 2017/2018
28 Januari 2018
Di awal semester genap 2017/2018 ini Beasiswa Kriteria Akhlak kembali diberikan kepada para pserta didik SMA Al Ma’soem. Sebanyak 29 orang peserta didik ...
Pondok Pesantren Al Ma’soem
6 April 2015
Pondok Pesantren Al Ma’soem – Pondok pesantren Al Ma’soem berlokasi di Jl. Raya Cipacing No. 22  Jatinangor – Sumedang. Yayasan Pendidikan Al ...
Siswa SMA Al Ma'soem Sabet Emas dalam Kejuaraan Renang di Sukabumi
7 Agustus 2017
Jatinangor – Satu lagi peserta didik Yayasan Al Ma’soem Bandung yang berhasil menunjukan kemampuan dan bakat yang dimilikinya dengan menyabet ...
Sekolah Dasar Islam Terpadu
6 April 2015
Sekolah dasar islam terpadu - Sekolah Islam Terpadu pada hakekatnya ialah sekolah yang menerapkan rancangan pendidikan islam yang berlandaskan Al-Quran dan ...
Banner Pendaftaran
Download File
Keseharian Santri
Kunjungan Jokowi ke Al Ma'soem
Presiden Joko Widodo memberikan pidato dan bingkisan bagi siswa Al Ma'soem

Almasoem Group

Yayasan Al Ma'soem Bandung (YAMB)
Jl. Raya Cipacing No. 22
Jatinangor – Sumedang
Telp. (022) 7798204 – 7798243 – 7792448 –  +628112206666
E-mail: info@masoem.com

 

Bagikan :
Copyright © almasoem.sch.id 2019
All rights reserved
Scroll Top